Membuat Kunjungan Sekolah Produktif

Menindaklanjuti pelatihan KKKS dan KKG II Paket adaptasi Sains, Tim Bantuan Profesional sekolah/Pendampingan akan melakukan kunjungan sekolah dalam rangka melakukan review sejawat (peer review) pada bulan Agustus sampai September 2008 untuk melakukan  pengkajian sejawat, dimana guru dan kepala sekolah  akan menyerahkan dokumen perangkat pembelajaran termasuk alat peraga atau media, dan hasil kerja Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk dinilai berdasarkan  panduan yang dikembangkan oleh Tim. Satu tim yang terdiri atas 2-3 orang yang terdiri dari Tim Universitas, Distric Learning Coordinator (DLC), Master Teacher Trainer (MTT) atau Pemandu Bidang Studi  (PBS) akan mengunjungi sekolah-sekolah binaan.

Istilah Pakem bukan saja dikenal dalam pembelajaran yang dlakukan guru bersama siswa tetapi dikenal pula dalam Bantuan Profesional Sekolah (BPS) atau Pendampingan II Paket Adaptasi Sains yang menandai berakhirnya Paket ini di seluruh sekolah binaan DBE 2 Sulawesi Selatan.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan agar kunjungan sekolah benar-benar produktif yang bernuansa  Pendampingan yang aktif,kreatif,efektif dan menyenangkan (Pakem). Beberapa tips yang dapat  dilakukan, yaitu:

  1. Kunjungan sekolah dijadwalkan setidaknya dua minggu sebelumnya agar tim dari sekolah yang akan dikunjungi memiliki waktu untuk persiapan.
  2. Informasikan kepada para guru dan kepala sekolah bahwa mereka sudah harus menyiapkan dokumen (perangkat pembelajaran) mereka sebelum berkunjung ke sekolah binaan.
  3. Berikan motivasi kepada rekan guru dan kepala sekolah membuat perangkat pembelajaran dan menyelesaikan rencana tindak lanjut sebaik-baiknya. Hal ini dikarenakan dapat membantu mereka meningkatkan praktik pengajaran mereka dan beberapa hasil karya guru dapat diserahkan pada saat sertifikasi guru oleh Diknas.
  4. Agar kegiatan Pendampingan benar-benar menjadi aktif,kreatif,efektif dan menyenangkan, lakukan dengan setulus hati, kecerdasan emosional harus tetap terjaga,gunakan prinsip-prinsip belajar orang dewasa.
  5. Jangan terlalu menggurui apalagi menggunakan kalimat atau umpatan-umpatan yang tidak pada tempatnya,sehingga guru terlihat grogi.
  6. Ciptakan kebersamaan dan kekeluargaan, tetap beri motivasi kepada mereka,ungkapkan hal-hal positif,jangan membuat guru seakan terbebani karena tugas-tugas  dalam pendampingan.
  7. Jadilah rekan sejawat atau mitra guru dan Kepala Sekolah yang dicintai, buat mereka senang dan tulus dengan kegiatan pendampingan, beri penghargaan dan ucapkan kalimat-kalimat yang syahdu dan menyentuh hati tetapi tidak menyinggung perasaan dan pikiran, hilangkan sifat egoisme dan seakan serba tahu, ajak mereka belajar bersama dan memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi)masing-masing.
  8. Berikan penguatan dan penegasan pada hal-hal yang urgent.

Pendampingan atau kunjungan sekolah produktif karena mereka  bertahap mengubah pola pikir dan tindakan secara sadar tanpa tekanan, sehingga program DBE 2 dapat dicintai, dikenang dan berkelanjutan dari generasi ke generasi.

Kunjungan sekolah yang produktif di salah satu sekolah binaan DBE2 Sul-Sel

Kunjungan sekolah yang produktif di salah satu sekolah binaan DBE2 Sul-Sel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: