Indramayu Sambut Teknik Belajar Mengajar Abad ke 21

Kabupaten Indramayu-Propinsi Jawa Barat menyambut kehadiran pelatihan Intel teach: Getting Strated yang dilaksanakan di dua Gugus yaitu : Indramayu tanggal 21- 24 Oktober 2008 yang diikuti oleh 20 peserta yang merupakan perwakilan guru dan di Sliyeg yang sedang berlangsung dari tanggal 29 Okt – 1 Nov 2008 diikuti oleh 22 peserta.

Belajar salah satu Modul dari 12 Modul (peserta Indramayu)

Belajar salah satu Modul dari 12 Modul (peserta Indramayu)

Para peserta sangat senang akan tambahan ilmu dan ketrampilan yang dapat menunjang produktivitas mereka.Pengolah Kata, Multimedia, Lembar Kerja dan kecakapan yang dibutuhkan pada abad ke 21 dinikmati dengan “cita rasa Gedong gincu”.
Iklan

Tutorial Melindungi Komputer dari Serangan Virus Menggunakan AVG Free 8.0

Logo AVG Free 8.0

Logo AVG Free 8.0

Setiap komputer di sekolah maupun PSBG sangat rentan terhadap serangan virus. Serangan virus pada komputer dapat mengganggu kinerja komputer, biasanya gejala-gejala yang muncul adalah komputer menjadi lambat ketika menjalankan program/aplikasi, kemudian aplikasi yang telah di instalasi tidak dapat dijalankan, bahkan terdapat beberapa virus yang mampu untuk merusak dokumen yang telah kita buat sehingga tidak dapat dibuka.

Agar komputer terhindar dari serangan virus, hendaknya kita melengkapi komputer yang ada dengan program antivirus. Dalam tutorial ini akan dibahas bagaimana melindungi komputer Anda dari serangan virus menggunakan program antivirus AVG Free 8.0. Kelebihan dari antivirus AVG Free Edition ini adalah mampu mendeteksi berbagai virus lokal yang seringkali lolos saat dipindai (scan) oleh antivirus yang lain.

Antivirus AVG Free Edition yang digunakan dalam tutorial ini adalah versi 8.0 untuk sistem operasi Windows XP dan Vista yang dapat di-download gratis lewat situs webnya. Untuk menginstal dan memindai virus menggunakan antivirus AVG Free Edition dijelaskan dalam tutorial yang dapat di download di bawah ini.

Download Tutorial Disini

Pojok BSE, Sebuah Upaya Memasyarakatkan Buku Sekolah Elektronik

Pojok BSE di sudut ruangan PSBG Dirgantara, Kec. Bener, Kab. Purworejo, Jawa Tengah

Pojok BSE di sudut ruangan PSBG Dirgantara, Kec. Bener, Kab. Purworejo, Jawa Tengah

Buku Sekolah Elektronik (BSE) merupakan terobosan jitu dari pemerintah untuk menyediakan buku teks berkualitas dengan harga murah. Namun saat ini niatan baik pemerintah tersebut tampaknya kurang tersosialisasikan, sehingga belum banyak pihak yang dapat merasakan manfaatnya. Kondisi ini diperparah oleh kesiapan penguasaan ketrampilan dan sarana prasarana TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) yang tersedia di lingkungan sekolah.

Banyak pihak yang mengkritik pemerintah habis-habisan mengenai program ini tanpa memberikan solusi berarti. Setiap kritikan yang munculpun menjadi berita panas di setiap surat kabar. Namun lewat tulisan ini, program DBE2 diharapkan dapat membantu pemerintah dalam hal ini adalah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk mendapatkan inspirasi dalam mensosialisasikan BSE ke tengah masyarakat agar dapat dinikmati manfaatnya oleh guru dan siswa.

Lahirnya PSBG (Pusat Sumber Belajar Gugus) sebagai poin akses komunitas dapat dimanfaatkan sebagai media sosialisasi BSE. DBE2 mencoba membuat prototipe pemanfaatan BSE di sudut ruangan PSBG yang diberi nama “Pojok BSE”. Pojok BSE merupakan fasilitas perpustakaan digital (digital library) yang menyediakan koleksi BSE yang dikemas dalam kepingan CD (Compact Disc). Guru dan siswa dapat mengakses berbagai buku yang tersedia, dari kelas I – VI menggunakan komputer yang ada di PSBG. Mereka dapat membuka e-book tersebut, mencetaknya, menggandakan CD tersebut, hingga meminjam CD yang tersedia untuk dapat dibaca menggunakan komputer di rumah.

Baca lebih lanjut

Active Learning In School:dari Laskar Pelangi sampai Laskar Bintuni

Stefanus Yerkohok, Guru Merangkap Kepala Sekolah di Teluk Bintuni mengungkakpkan obsesinya di depan guru dan kepala sekolah binaan DBE2 Makassar di PSBG "Karya Mandiri Guru"

Stefanus Yerkohok (kedua dari kanan), Guru merangkap Kepala Sekolah di Teluk Bintuni mengungkapkan obsesinya di depan guru dan kepala sekolah binaan DBE2 Makassar

DBE 2 Jakarta, Universitas Cenderawasih (Uncen) kerja bareng  dengan DBE2 Sulawesi Selatan dalam parhelatan  “Active Learning In School (ALIS)” menghadirkan guru,Kepala Sekolah, dan Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni Propinsi Papua Barat di Hotel Mercure  Makassar, dari tanggal 20 sampai 25 Oktober 2008. Kegiatan ini diusung dengan strategi baru memadukan dosen-dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Cenderawasih Jayapura bersama Guru,Kepala Sekolah Kabupaten Teluk Bintuni bertemu dalam satu Paket Pelatihan ALIS, yang disaksikan langsung oleh Pembantu Dekan I dan Dekan FKIP Uncen.

ALIS sebagai sebuah model dan strategi baru pelatihan memberikan banyak informasi,masukan dan entry point untuk program DBE 2 di Indonesia. Pelatihan yang diikuti 44 peserta, terdiri dari  4 pengamat/observer,10  guru/kepsek, 10 Dosen PGSD  dan  20 orang Dosen FKIP, didukung oleh  Fasilitator DBE2 Jakarta dan DBE 2 Sulawesi Selatan, terdiri dari Cut Kamaril Wardani,Sukarno,Ely Djulia,Wahyuningsih, Subaer, Amir Mallarangan, dan Neti.

Acara dibuka langsung oleh Arief Sadiman (DBE2 Jakarta) yang disaksikan oleh David Ehrmann (PC DBE2  Sulawesi Selatan), dan Agus Renyoet (Pembantu Dekan I FKIP). Arief Sadiman dalam sambutan pembukaannya mengungkapkan bahwa pelatihan ini dipersembahkan untuk saudara-saudara kita  dari Timur Indonesia, Teluk Bintuni di Papua Barat sampai Universitas Cenderawasih di Jayapura Papua,  untuk menghasilkan sebuah pembelajaran yang berkualitas demi kemajuan dan  masa depan bangsa yang heterogen melalui ALIS dan ALFHE.

Baca lebih lanjut

Ice Breaking (Tips-2: Menjadi Fasilitator Idola)

Menjadi fasilitator idola bukanlah hal yang sulit. Semua orang bisa untuk menjadi fasilitator yang hebat, tidak terbatas pada usia maupun tingkat pendidikan. Asalkan ada kemauan dan motivasi untuk menjadi seorang fasilitator, saya yakin semua orang dapat menyandang gelar sebagai fasilitator idola.

Ice Breaking

Ice Breaking

Pada Tips 1 saya sudah menjelaskan bahwa untuk menjadi fasilitator yang baik, kita hanya perlu ingat “Penampilan IM3”. Tentang penampilan seorang fasilitator idola sudah kita bahas pada tips 1. Sekarang akan kita bahas tentang IM3 (Ice breaking, Materi, Metode dan Media). Karena keterbatasan halaman dalam blog ini, maka edisi kali ini kita terlebih dahulu fakus membahas tentang ICE BREAKING.

Mengapa fasilitator perlu menguasai ICE BREAKING?

Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata setiap orang untuk dapat berkonsentrasi pada satu focus tertentu hanyalah sekitar 15 menit. Setelah itu konsentrasi seseorang sudah tidak lagi dapat focus. 

Baca lebih lanjut

Pencanangan DAK Kabupaten Jepara Tahun 2008 di SD Binaan DBE 2 Jawa Tengah

SD N Langon 01 Kecamatan Tahunan, salah satu SD binaan DBE 2 Jawa Tengah, mendapat kepercayaan dari pemerintah Kabupaten Jepara sebagai tempat dicanangkannya bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabaupaten Jepara Tahun 2008. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 16 September 2008 ini pada awalnya akan dihadiri secara langsung oleh Drs. Hendro Martojo, MM, Bupati Jepara. Namun karena padatnya jadwal dinas, bupati mewakilkan kepada Ir. HM. Efendi, M.Si., Sekwilda Jepara untuk mengahdirnya.

DAK Kabupaten Jepara tahun 2008 ini diwujudkan dalam bentuk bantuan yang diberikan kepada 93 SD/MI yang tersebar di seluruh wilayah kecamatan. Masing-masing sekolah, menerima bantuan sebesar Rp 298.640.000,00. Dari sekian jumlah sekolah penerima bantuan tersebut, ada 3 (tiga) SD binaan DBE 2 yang menerima DAK, yakni SD N Langon 01, SD N Langon 03 dan SD N Sukodono 03. Sedangkan untuk SD Sukodono 02 yang juga SD binaan DBE2 di gugus Pratiwi Sudarmono menerima bantuan langsung dari pemerintah propinsi Jawa Tengah.

Pencanangan ini dihadiri oleh para pejabat pemeritah mulai tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan dan desa, Kepala Dinas P dan K Kabupaten Jepara, KCD, para Pengawas TK/SD dan PAI. Sedangkan dari 93 SD/MI penerima bantuan DAK masing-masing diwakili oleh Kepala Sekolah dan satu orang komite.

Dalam kesempatan sambutannya, Kepala Dinas P dan K Kabupaten Jepara Drs. Bambang Santoso, MM. menyampaikan laporan tentang sasaran DAK yang meliputi rehabilitasi gedung dan pengadaan sarana pendidikan. Kemudian acara secara resmi dibuka oleh Ir. H. M. Efendi, M. Si. Sekwilda Kabupaten Jepara dan pencanganan dimulainya pelaksanaan bantuan DAK Kabupaten Jepara tahun 2008 dilakukan secara simbolik dengan melakukan peletakan batu pertama dan disaksikan langsung oleh para hadirin.

Respon Masyarakat

Ternyata bantuan DAK ini mendapat respon yang positif dari komite, wali murid dan tokoh masyarakat. Hal ini dapat disaksikan di SD N Sukodono 03 Tahunan Jepara, salah satu sekolah penerima DAK, secara bergotong royong mengadakan kerja bakti membongkar gedung yang telah mengalami kerusakan untuk dibangun gedung yang baru. Disamping itu mereka juga terlibat langsung dalam pendanaan termasuk memberikan bantuan dana sesuai kemampuan.

Bantuan ini menunjukkan bahwa SD binaan DBE 2 mendapat kepercayaan dan perhatian khusus dari pemerintah daerah setempat. Oleh karena itu, kepercayaan dan perhatian ini harus dijawab dengan prestasi. Selamat! (af_10)

Sekwilda Jepara, Ir. H.M. Efendi, M.Si., sedang meletakkan batu pertama menandai pelaksanaan DAK Kabupaten Jepara Tahun 2008

Sekwilda Jepara, Ir. H.M. Efendi, M.Si., sedang meletakkan batu pertama menandai pelaksanaan DAK Kabupaten Jepara Tahun 2008 .

Roll Out LMS DBE 2 Jawa Tengah Melibatkan ICT Team

Tim DLC DBE 2 Jawa Tengah yang bertanggung jawab pada pelaksanaan roll out Laporan Mutu Sekolah (LMS) melakukan terobosan dengan mengikutsertakan ICT Team. Langkah ini ditempuh sebagai langkah antisipatif terhadap munculnya persoalan teknis yang berkaitan dengan perangkat ICT, khususnya komputer. Sebagaimana kita tahu, bahwa pembuatan LMS menggunakan software yang telah disetup sedemikian rupa yang tentunya menggunakan komputer. 

Inisiatif ini muncul berangkat dari pengalaman yang terjadi pada pelaksanaan TOT LMS di Hotel Narita, Karanganyar, 5 Agustus 2008 dan roll out pertama di PSBG Dwijo Utomo, Boyolali, 6-7 Agustus 2008. Setidaknya ada beberapa masalah yang terjadi, antara lain peserta belum familiar dengan komputer, ditambah lagi semua perintah yang ada menggunakan bahasa Inggris sehingga cukup membuat bingung peserta. Selain itu, peserta juga kikuk karena operating system yang digunakan adalah Windows Vista, padahal selama ini mereka sudah terlanjur akrab dengan Windows XP. Kemudian pada tahapan finishing peserta juga menemui kesulitan ketika akan mencetak laporan. Ini semua menjadi kendala yang tidak kecil dalam rangka mensukseskan roll out LMS.  

Tidak ingin hal yang sama terjadi pada pelaksanaan roll berikutnya, maka DBE 2 Jawa Tengah memutuskan untuk mengikutsertakan ICT Team dalam rangkaian pelaksanaan roll. Namun, mengingat padatnya agenda utama bidang ICT, maka ICT Coordinator DBE 2 Jawa Tengah memberikan policy untuk hanya menyertakan satu ICT Assistant secara bergiliran di setiap distrik dalam roll out ini, sedang dua assistant yang lain tetap ‘siaga’ mempersiapkan agenda Roll Out DALI dan Intel Teach.

Roll Out LMS di Klaten

Agenda roll out LMS di Klaten, Jawa Tengah adalah agenda roll out LMS yang pertama melibatkan ICT Team. Roll Out ini dilaksanakan di dua PSBG, yakni PSBG Nusa Indah, Klaten Utara dan PSBG Gatotkaca, Jogonalan. Di PSBG Nusa Indah, roll out dilaksanakan pada Jum’at-Sabtu, 10-11 Oktober 2008. Sedangkan di PSBG Gatotkaca dilaksanakan pada Senin-Rabu, 13-14 Oktober 2008. Peserta pelatihan adalah kepala sekolah, guru (diharapkan yang paham dan menguasai komputer), dan komite sekolah. Tujuannya tak lain karena LMS adalah suatu laporan yang disusun secara kolektif oleh sekolah dan komite agar dapat membantu sekolah dalam rangka mengkomunikasikan perkembangan sekolah kepada stakeholder sekolah, tak terkecuali kepada masyarakat.

 

Para peserta Roll OUT LMS di Klaten tengah serius memasukkan data ke komputer.

Para peserta Roll OUT LMS di Klaten tengah serius memasukkan data ke komputer.

Mengingat terbatasnya perangkat komputer yang ada saat ini di PSBG, maka roll out diadakan dua hari, dimana hari pertama diikuti oleh separo jumlah sekolah binaan, sedangkan hari kedua diikuti oleh sisanya. Sekolah binaan di Klaten Utara kebetulan berjumlah 10 sekolah sehingga hari pertama diikuti 5 sekolah, hari kedua juga 5 sekolah. Demikian halnya di Jogonalan.

Langkah antisipasi, untuk melibatkan ICT Team,  yang dilakukan DLC DBE 2 Jateng ternyata tepat. Di dua PSBG itu, seluruh komputer yang ada menggunakan aplikasi perkantoran (Office) Open Office, padahal aplikasi perkantoran  yang kompatibel dengan LMS dalam format Excel adalah Microsft Office (MO),  baik MO 2003  maupun 2007. Solusinya harus diinstall MO.

Kendala virus yang terjadi di TOT juga muncul di pelaksanaan roll out di PSBG Gatotkaca, Jogonalan. Salah satu komputer yang ada di sana terjangkit virus yang sudah akut menyerang systemnya. Beruntung, sehari sebelum pelaksanaan, tim DLC yang didampingi ICT Team melakukan cek terlebih dahulu, sehingga komputer yang bervirus bisa teratasi dengan melakukan reinstall windows. Keesokan harinya roll out berjalan lancar. Jadi sangat tidak salah roll out LMS melibatkan ICT Team. (af_10)