Active Learning In School:dari Laskar Pelangi sampai Laskar Bintuni

Stefanus Yerkohok, Guru Merangkap Kepala Sekolah di Teluk Bintuni mengungkakpkan obsesinya di depan guru dan kepala sekolah binaan DBE2 Makassar di PSBG "Karya Mandiri Guru"

Stefanus Yerkohok (kedua dari kanan), Guru merangkap Kepala Sekolah di Teluk Bintuni mengungkapkan obsesinya di depan guru dan kepala sekolah binaan DBE2 Makassar

DBE 2 Jakarta, Universitas Cenderawasih (Uncen) kerja bareng  dengan DBE2 Sulawesi Selatan dalam parhelatan  “Active Learning In School (ALIS)” menghadirkan guru,Kepala Sekolah, dan Pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Teluk Bintuni Propinsi Papua Barat di Hotel Mercure  Makassar, dari tanggal 20 sampai 25 Oktober 2008. Kegiatan ini diusung dengan strategi baru memadukan dosen-dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Cenderawasih Jayapura bersama Guru,Kepala Sekolah Kabupaten Teluk Bintuni bertemu dalam satu Paket Pelatihan ALIS, yang disaksikan langsung oleh Pembantu Dekan I dan Dekan FKIP Uncen.

ALIS sebagai sebuah model dan strategi baru pelatihan memberikan banyak informasi,masukan dan entry point untuk program DBE 2 di Indonesia. Pelatihan yang diikuti 44 peserta, terdiri dari  4 pengamat/observer,10  guru/kepsek, 10 Dosen PGSD  dan  20 orang Dosen FKIP, didukung oleh  Fasilitator DBE2 Jakarta dan DBE 2 Sulawesi Selatan, terdiri dari Cut Kamaril Wardani,Sukarno,Ely Djulia,Wahyuningsih, Subaer, Amir Mallarangan, dan Neti.

Acara dibuka langsung oleh Arief Sadiman (DBE2 Jakarta) yang disaksikan oleh David Ehrmann (PC DBE2  Sulawesi Selatan), dan Agus Renyoet (Pembantu Dekan I FKIP). Arief Sadiman dalam sambutan pembukaannya mengungkapkan bahwa pelatihan ini dipersembahkan untuk saudara-saudara kita  dari Timur Indonesia, Teluk Bintuni di Papua Barat sampai Universitas Cenderawasih di Jayapura Papua,  untuk menghasilkan sebuah pembelajaran yang berkualitas demi kemajuan dan  masa depan bangsa yang heterogen melalui ALIS dan ALFHE.

Banyak canda atau tawa, tugas kelompok,diskusi,presentasi kelompok sampai tugas mandiri membuat jurnal dan refleksi harian, ada nyanyian atau lagu-lagu,game/energizer atau ice breaker,Focus Group Discusion (FGD), dan yang tak terlupakan nonton bareng film  “Laskar Pelangi” tergabung dalam satu untuk semua. Guru,Kepala Sekolah dan Dosen hingga Pejabat Diknas,Pembantu Dekan dan Dekan larut dalam semangat  ALIS dan ALFHE yang dikemas dengan manis oleh Tim Fasilitator DBE2.

Semua materi pelatihan yang diberikan selama 5 hari beturut-turut terasa belum lengkap jika peserta tidak melakukan “school visit”  di sejumlah SD,SMP maupun SMA terpilih di Kota Makassar di hari ke-6 pelatihan. Sekolah-sekolah yang dijadikan tempat kunjungan atau obsevasi pembelajaran terdiri dari 3 SD (SD Inpres Bertingkat Mamajang III,SD Negeri Mawas dan SD Negeri Kartika Wirabuana I/Sekolah Binaaan DBE2), SMP YP-PGRI Disamakan /Sekolah Binaan DBE3, dan SMA Negeri 3/Sekolah Non-Binaan DBE).

Disela-sela kunjungan ada cerita menarik dari salah seorang peseta dari kelompok guru atau kepala sekolah Teluk Bintuni yang berkunjung di Pusat Pusat Sumber belajar Gugus (PSBG) yang terletak di sekolah inti SD Inpres Bertingkat Mamajang III, Stefanus Yerkohok mengungkapkan sejujurnya  bahwa banyak hal yang dapat dipelajari dari kunjungan ke sekolah dan PSBG, kami harus mengakui tugas terpenting setelah kembali ke Teluk Bintuni adalah menjadikan model sekolah binaan DBE2 di Makassar sebagi icon kami memotivasi rekan guru,orang tua murid,dan Pemerintah setempat untuk memacu diri dengan modal kesukarelaaan,kesekawanan dan ketulusan hati untuk mengabdi di pelosok Teluk Bintuni nun jauh disana. Saya menawarkan kepada guru-guru yang belum PNS di Makassar untuk bertugas di Teluk Bintuni dengan beberapa kemudahan dan kesejahteraan yang akan diperoleh,jika ingin mengabdi disana,mengingat tugas saya rangkap 7 sebagai kepala sekolah dan guru dan mengajar untuk 6 kelas sekaligus dalam sehari. Rauf muka, hati dan pikiran mereka dari peserta  terwakili oleh sosok Stefanus Yerkohok yang secara lugu mengungkapkan obsesisnya kepada guru-guru dan kepala sekolah yang dikunjungi dalam sesi dialog di ruang PSBG “Karya Mandiri Guru”.

“Saya mengajak rekan-rekan sesama guru dan sesama bangsa Indonesia untuk menuju ke Timur Indonesia membangun Propinsi Papua Barat mengejar ketertinggalan dengan saudara-saudara kami yang lain dan lebih maju di Makassar sebagaimana yang diungkapkan Thabita Kamesrar,salah seorang guru. Kami akan menjadi Laskar Bintuni yang memberi warna bagi pendidikan di tempat kami yang tetap  menggelorakan semangat Laskar Pelangi dari Pulau Belitung di Barat Indonesia menuju Pulau Papua di Timur Indonesia.

Iklan

3 Tanggapan

  1. Suatu laporan yang komprehensif dan menarik. Terimakasih Pak Amir.
    Apa kabar PSBG dari propinsi Jatim, Jabar, Sumut, NAD ?
    Bangun… bangun….

  2. Salut buat Pak Amir! Kami selalu merindukan tulisan Pak Amir berikutnya.. Tetap semangat!!!

  3. Saya dapat melihat perkembangan DBE di Makasar dari sering munculnya tulisan pak Malarangan.
    Ok Pak. maju terus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: