PSBG Ki Hajar Dewantara, Kec. Kaliwungu, Kab. Kudus, Jawa Tengah

PSBG Ki Hajar Dewantara berada di  Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Propinsi Jawa Tengah. PSBG yang berada di Kota Kretek Kudus ini berada di SD. Negeri Sidorekso I. PSBG yang memiliki visi Unggul dalam Prestasi, Terdepan dalam Teknologi, dan Terpuji dalam Budi Pekerti ini memiliki segudang prestasi meskipun letaknya berada jauh dari perkotaan.

Prestasi

Meskipun berada di pinggiran kota, PSBG ini menyimpan segudang prestasi, diantaranya :

  1. Juara I Lomba Kreativitas Multimedia pada TOT DALI (Designing Active Learning using ICT) DBE2 Tingkat Propinsi Jawa Tengah.
  2. Juara II PSBG Berpestasi pada CRC Award pada tingkat Propinsi Jawa Tengah
  3. Juara III Pameran Alat Peraga Murah, pada Ajang CRC Award di tingkat Nasional
Iklan

Selamat datang di Blog ApaKabar PSBG.Com

Welcome to "new" ApaKabar PSBG

Welcome to "new" ApaKabar PSBG

Selamat datang di blog ApaKabar PSBG.Com! Blog ini merupakan pengembangan lanjutan dari blog ApaKabar PSBG yang di host di layanan blog gratis WordPress.Com. Blog baru ini menjawab kebutuhan dari pengelola Blog, penulis dan pembaca seputar kecepatan akses, kemudahan mengelola informasi dan kemudahan modifikasi, yang tidak dapat dilakukan dalam blog gratis sebelumnya.

Dalam blog baru ini kami mencoba menyajikan inovasi dalam penyajian informasi. Saat ini kami telah menyediakan bentuk lain penyuguhan informasi dari halaman Lokasi PSBG. Dalam blog sebelumnya, kami menyajikan informasi lokasi PSBG dalam daftar teks yang kurang interaktif. Namun dalam blog baru ini, kami mencoba menyuguhkan informasi lokasi PSBg tersebut dalam peta Google Maps, sehingga para pengunjung akan mudah dalam menemukan letak dari PSBG, beserta informasi detail dari PSBG tersebut.

Bagi para penulis yang telah berkontribusi aktif, Anda harus membuat akun baru untuk dapat mengirimkan tulisan Anda. Untuk itu silahkan menghubungi alamat email : indiebrainer@yahoo.com, untuk mendapatkan username dan password baru dalam layanan blog ini.

Mengarang Itu Sulit (Tips Mudah Bagaimana Mengajarkannya)

Berdasarkan survey yang saya lakukan di setiap sekolah di Jawa Tengah, diketemukan fakta bahwa siswa-siswa kita ternyata mempunyai kemampuan yang sangat rendah dalam hal mengungkapkan gagasan atau ide lewat tulisan. Kemampuan mengungkapkan gagasan dan ide lewat tulisan sering disebut dengan “mengarang”. Walaupun sebenarnya antara mengarang dengan menulis itu ada bedanya. Kalau menulis adalah menggungkapkan semua ide atau gagasan dengan menggunakan tulisan.

Mengarang itu susah?

Mengarang itu susah?

Baik gagasan itu berupa fakta maupun hanya khayalan belaka. Sementara kalau mengarang adalah menulis tanpa harus berdasarkan fakta yang nyata.

Kemampuan mengungkapkan gagasan secara tulis ternyata dirasakan sangat sulit bagi siswa. Apalagi guru sendiri kurang mampu memberikan contoh mengarang dengan baik. Berdasarkan pengamatan saya di banyak kelas saat melakukan pembelajaran mengarang, yang dilakukan oleh bapak/ ibu guru adalah sebagai berikut:

Baca lebih lanjut »

"Bom Meledak" di Balik Pintu Saat Pelatihan Tim Sekolah Paket Adaptasi Matematika (Bagian I)

Suasana PTS Paket Adaptasi Matematika dalam energizer/game "bommm"

Suasana PTS Paket Adaptasi Matematika dalam energizer/game "bommm"

Paket Adaptasi Matematika telah diluncurkan secara resmi di gugus binaan DBE2 Cohort II yang meliputi kabupaten Pinrang, Sidrap, Luwu, dan Kota Makassar. Banyak kisah atau cerita menarik terjadi dalam peluncuran perdana paket ini di Pelatihan Tim Sekolah (PTS), seperti di Gugus 1 Mamajang Kota Makassar, tanggal 17 sampai 19 Pebruari 2009, yang diikuti oleh 8 SD/MI binaan dengan rincian: Pengawas, Komite Sekolah, Guru dan Kepala  Sekolah.

Mendengar ”bom meledak”, maka yang terlintas dipikiran adalah teroris atau aksi makar, maka saat itu polisi atau pihak yang berwenang bereaksi cepat. Sorotan dari berbagai kalangan dan belahan dunia dapat dipastikan ramai, dan menjadi menu media massa sebagai berita hangat dan heboh. Lain halnya di PTS kali ini, walaupun bom meledak berkali-kali di balik pintu, tapi tak ada satu orangpun yang terluka, meninggal ataupun shock apalagi trauma berat, melainkan sebaliknya, semakin banyak bom meledak maka semakin cerialah peserta. Suasana yang berbanding terbalik dengan kata bom meledak yang sesungguhnya.

Baca lebih lanjut

"Bom Meledak" di Balik Pintu Saat Pelatihan Tim Sekolah Paket Adaptasi Matematika (Bagian I)

Suasana PTS Paket Adaptasi Matematika dalam energizer/game "bommm"

Suasana PTS Paket Adaptasi Matematika dalam energizer/game "bommm"

Paket Adaptasi Matematika telah diluncurkan secara resmi di gugus binaan DBE2 Cohort II yang meliputi kabupaten Pinrang, Sidrap, Luwu, dan Kota Makassar. Banyak kisah atau cerita menarik terjadi dalam peluncuran perdana paket ini di Pelatihan Tim Sekolah (PTS), seperti di Gugus 1 Mamajang Kota Makassar, tanggal 17 sampai 19 Pebruari 2009, yang diikuti oleh 8 SD/MI binaan dengan rincian: Pengawas, Komite Sekolah, Guru dan Kepala  Sekolah.

Mendengar ”bom meledak”, maka yang terlintas dipikiran adalah teroris atau aksi makar, maka saat itu polisi atau pihak yang berwenang bereaksi cepat. Sorotan dari berbagai kalangan dan belahan dunia dapat dipastikan ramai, dan menjadi menu media massa sebagai berita hangat dan heboh. Lain halnya di PTS kali ini, walaupun bom meledak berkali-kali di balik pintu, tapi tak ada satu orangpun yang terluka, meninggal ataupun shock apalagi trauma berat, melainkan sebaliknya, semakin banyak bom meledak maka semakin cerialah peserta. Suasana yang berbanding terbalik dengan kata bom meledak yang sesungguhnya.

Baca lebih lanjut

“Bom Meledak” di Balik Pintu Saat Pelatihan Tim Sekolah Paket Adaptasi Matematika (Bagian I)

Suasana PTS Paket Adaptasi Matematika dalam energizer/game "bommm"

Suasana PTS Paket Adaptasi Matematika dalam energizer/game "bommm"

Paket Adaptasi Matematika telah diluncurkan secara resmi di gugus binaan DBE2 Cohort II yang meliputi kabupaten Pinrang, Sidrap, Luwu, dan Kota Makassar. Banyak kisah atau cerita menarik terjadi dalam peluncuran perdana paket ini di Pelatihan Tim Sekolah (PTS), seperti di Gugus 1 Mamajang Kota Makassar, tanggal 17 sampai 19 Pebruari 2009, yang diikuti oleh 8 SD/MI binaan dengan rincian: Pengawas, Komite Sekolah, Guru dan Kepala  Sekolah.

Mendengar ”bom meledak”, maka yang terlintas dipikiran adalah teroris atau aksi makar, maka saat itu polisi atau pihak yang berwenang bereaksi cepat. Sorotan dari berbagai kalangan dan belahan dunia dapat dipastikan ramai, dan menjadi menu media massa sebagai berita hangat dan heboh. Lain halnya di PTS kali ini, walaupun bom meledak berkali-kali di balik pintu, tapi tak ada satu orangpun yang terluka, meninggal ataupun shock apalagi trauma berat, melainkan sebaliknya, semakin banyak bom meledak maka semakin cerialah peserta. Suasana yang berbanding terbalik dengan kata bom meledak yang sesungguhnya.

Baca lebih lanjut

Alat Peraga Murah : Meriah (Mentari Ceriah) Memberi Gairah Kehidupan

Manusia diberi akal pikiran untuk mengembangkan kreatifitas menjalani kehidupan di muka bumi ini. Hal ini yang mengilhami guru-guru MI Yaspi Sambungjawa, Kecamatan Mamajang Kota Makassar dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Alam ini penuh rahasia, dan ilmu tidaklah bertepi. Matahari sebagai pusat Tata Surya yang sepanjang tahun memancarkan cahayanya di negara tropis, seperti Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai alat peraga yang paling murah karena persediaannya selalu ada dan tak terbatas.

APM Meriah (Mentari Ceriah) sedang mekar

APM Meriah (Mentari Ceriah) sedang mekar

MI Yaspi Sambunjawa sebagai salah satu sekolah binaan DBE2 memanfaatkan momentum itu, untuk membuat dan menyiapkan Alat Peraga Murah (APM) dengan nama “Meriah (Mentari Ceriah)”, memberi gairah kehidupan bagi mahkluk hidup di muka bumi.

Alat dan Bahan: Gunting, kertas marmer, kawat, pipet, benang, lem, plastik minyak refill, bambu, cat dan pot plastik.

Cara Pembuatan:
1. Buat motif daun pada kertas marmer kemudian digunting.
2. Tempelkan pipet pada bagian bawah daun
3. Ikat kawat pada bambu untuk tempat daun dan plastik minyak refill yang digunting 2 x 6 cm.
4. Ikat benang pada ujung tangkai daun lalu hubungkan ke potongan plastik bekas minyak refill yang telah diolesi lem.
5. Tempelkan atau masukkan bambu ke pot plastik sebagai penyangga.
6. Letakkan bunga di bawah terik matahari maka daun akan terlihat segar atau bergerak seolah sedang mekar.

Kegunaan Alat:
Untuk membuktikan bahwa matahari merupakan sumber energi untuk proses fotosintetis (ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup), tumbuhan yang dikenai cahaya matahari, energi gerak hal-hal yang mempengaruhi gerak benda.

Kompotensi dasar yang ingin dicapai dalam pembelajaran Sains/IPA SD adalah: 1) Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup; 2) Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya.

Jika berminat, dapat mencoba membuat APM Meriah!

APM "Meriah" dipamerkan dalan ajang Festival APM PSBG "Karya Mandiri Guru"

APM "Meriah" dipamerkan dalan ajang Festival APM PSBG " Karya Mandiri Guru"