Sambut Hibah Tahap II PSBG : Tumbuhkan Budaya Siri’

Perjalanan panjang mewujudkan Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) sebagai pioneer dalam mengembangkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mendukung kegiatan pembelajaran yang berkualitas, terutama di sekolah-sekolah binaan DBE2-USAID Sulawesi Selatan bakal terwujud dengan kehadiran hardware dan software TIK bertepatan saat segenap insan pendidikan memperingati hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2009 di PSBG Karya Mandiri Guru (KMG)-Mamajang. Dan hal yang sama diterima oleh PSBG Bina Karya Guru-Tamalanrea Kota Makassar, serta PSBG Wanua Mappatuwo-Belopa Kabupaten Luwu.

Hibah (Tier) tahap II yang bernilai kurang lebih Rp 85 Juta diterima oleh segenap crew PSBG KMG, MTT 1 dan 2, Ketua Gugus, dan Pengurus dengan suka duka. Sukanya adalah hibah yang diterima dipandang dapat membantu guru-guru, kepala sekolah dan siswa agar melek teknologi dan mengembangkan bahan ajar berbasis TIK serta dapat mendukung fungsi dan peran PGBG. Dukanya adalah jika guru-guru dan kepala sekolah tidak dapat memanfaatkan momentum hibah dalam upaya mengembangkan diri melalui pengenalan TIK sebagai salah satu pilar penting menuju peningkatkan kualitas pendidikan.

Kucuran dana hibah yang merupakan hasil keringat rakyat Amerika Serikat untuk masyarakat Indonesia di bidang pendidikan, jika tidak dimanfaatkan dengan baik, selain merusak citra bangsa Indonesia, juga menjadi catatan kelam perjalanan pendidikan dalam memanfaatkan hibah. Oleh karena  itu Amir Mallarangan dan Samsuddin, MTT Mamajang Kota Makassar, tak henti-hentinya berpesan dan memberi motivasi kepada segenap guru dan kepala sekolah binaan dan pengurus untuk menjaga, memanfaatkan seluruh perangkat/perlengkapan yang tersedia di PSBG dengan menjalankan fungsi PSBG sesuai program kerja yang telah dibuat, karena hibah yang diberikan bukanlah pinjaman, tetapi kepercayaan yang harus dibayar dengan kemauan dan kerja keras memajukan anak bangsa melalui pendidikan.

Momentum hari pendidikan nasional dapat dijadikan sebagai penyemangat untuk terus belajar, berkarya dan beramal melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang tetap dilandasi dengan nilai-nilia budaya bangsa serta tetap pada koridor peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan, agar kita sebagai insan pendidik tidak kehilangan jati diri karena kemajuan teknologi, tetapi sebaliknya menjadikan penguasan teknologi untuk menjaga peradaban agar lebih humanis, dan bermartabat. Untuk mewujudkan hal itu, harus dilakukan upaya nyata:

  1. Menjaga dan merawat hibah atau pemberian rakyat Amerika Serikat yang telah diterima PSBG mulai buku-buku, modul, Starter Kits, seperangkat TIK, dan lain-lain, dengan berpikir positif untuk kepentingan dan kemajuan bersama, bukan kemajuan dan kemauan orang per-orang.
  2. Melaksanakan berbagai kegiatan secara mandiri, sukarela (Swadaya/Swadana) di PSBG sesuai dengan fungsinya.
  3. Pengurus PSBG melaksanakan manajemen berbasis sekolah yang profesional, terbuka dan akuntabel agar seiring/sejalan dengan program pendidikan di tingkat sekolah, kabupatan/kota, dan propinsi serta nasional yang mendukung upaya peningkatan kualitas pendidikan.
  4. Jadikan bantuan/hibah sebagai cambuk untuk bekerja lebih giat, dan menumbuhkan budaya malu (siri’: bahasa Bugis-Makassar) kalau tidak dapat memanfaatkan PSBG dengan baik, sebagai refleksi menjaga martabat bangsa yang berbudaya.

Wujud rasa malu (siri’) harus ditunjukkan oleh pengurus PSBG dan segenap stakeholders dengan tidak hanya menerima hibah secara euforia sesaat, tetapi yang terpenting, bantuan yang diberikan dapat diimbangi dengan menyiapkan perangkat pendukung hibah atau PSBG yang dilakukan secara mandiri, swadana/swakarya atau usaha pengurus yang mendukung terselenggarakan program berkelanjutan.

Tanamkan prinsip bahwa suatu saat nanti pasca selesainya program, kita balik telapak tangan untuk menjaga martabat dan menegakkan budaya malu (siri’) dengan lebih banyak memberi daripada menerima. Itulah sikap dan pendirian seorang kesatria atau pejuang pendidikan sejati yang sangat jarang lagi kita temukan saat ini orang yang pandai berterimakasih kepada orang atau bangsa yang telah memberikan bantuan, walaupun orang atau bangsa tersebut tidak meminta imbalan.

Satu Tanggapan

  1. mantap…….andalah yang pertama menghubungkan PSBG dengan internet melalui dana kontribusi…..tetap semangat dan berkreasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: