Bantuan Profesional Sekolah Tahap II Paket Matematika di Kabupaten Luwu : Jadilah Guru Yang Dapat Menginspirasi Anak Didik

Pendampingan Tahap II Paket Matematika atau Bantuan Profesional Sekolah (BPS) adalah program tindak lanjut pelatihan KKG atau KKKS II. Pendampingan II bertujuan untuk melakukan “pengkajian sejawat” terhadap peserta pelatihan yang menyerahkan dokumen dan hasil kerja Rencana Tindak Lanjut (RTL). Salah satu cara atau tips yang dilakukan oleh team yang terdiri dri MAT,MTT,dan PBS agar proses pendampingan dalam bentuk kunjungan sekolah menjadi produktif, yaitu mendorong peserta untuk mempersiapkan diri dan menyiapkan perangkat pembelajaran sebaik-baiknya. Hal ini dapat membantu mereka meningkatkan praktek pengajaran dan beberapa hasil karya mereka dapat diserahkan pada saat sertifikasi guru.

Tim BPS yang diawaki oleh Subaer (UA DBE2 Sulawesi Selatan) berkunjung ke sekolah binaan yang tersebar di Gugus 1 Belopa dan Gugus 2 Bajo Kabupaten Luwu, tanggal 23 sampai 25 Juni 2009 dengan satu tekad memberikan dukungan dan bantuan profesional untuk meningkatkan kapasitas guru dan kepala sekolah membuat administrasi pembelajaran atau merancang dan melakukan peembelajaran yang efektif mata pelajaran Matematika dengan berbasis penggunaan model dan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sebagai wujud aplikasi hasil pelatihan paket Matematika.

Ditengah-tengah kegelisahan sebagian besar insan pendidikan terutama di Propinsi Sulawesi Selatan, kehadiran program DBE2-USAID dapat dijadikan salah satu spirit untuk meningkatkan kualitas pembelajaran terutama di Sekolah Dasar. Meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya didukung kompotensi guru dalam pembelajaran, tetapi lebih dari itu perubahan sikap dan kebiasaan guru dan kepala sekolah serta stakeholder pendidikan atau dapat diistilahkan gerakan perubahan pola pikir dari tiba masa tiba akal, menjadi guru yang membuat rencana pembelajaran yang efektif akan menghasilkan pembelajaran yang efektif pula, dan bermuara pada salah satu sisi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Tak henti-hentinya Tim memberikan spirit dan penguatan-penguatan kepada seluruh tim sekolah yang didampingi atau dibina. “Jadilah guru dan kepala sekolah yang menginspirasi anak didik kita, melalui upaya memberikan layanan pendidikan yang berkualitas untuk mengangkat harkat dan martabak mereka dan memberi semangat dalam mengeyam pendidikan”, demikian sepenggal kalimat yang sring dilontarkan oleh Tim BPS untuk menyentuh kalbu.

“Guru yang menginspirasi anak didiknya,akan menjadi panutan, dirindukan dan tak akan pernah dilupakan oleh anak didiknya. Pembelajaran Matematika begitu berkesan dihati dan pikiran anak didik”, ungkap Subaer yang diamini oleh Amir Mallarangan, Idris Jafar, dan Abrar ditengah-tengah diskusi bersama kepala sekolah dan guru binaan.

Suasana pendampingan di salah satu sekolah binaan

Suasana pendampingan di salah satu sekolah binaan

Tim BPS/Pendampingan II Paket Matematika berjalan menuju ke salah satu sekolah binaan di Kabupaten Luwu

Tim jalan kaki menuju ke salah satu sekolah binaan di pelosok Kabupaten Luwu

Iklan

PSBG ‘Taman Kreatif, Tempat Siswa SD Binaan DBE 2 Meningkatkan Kemampuan Komputer

Ditulis oleh: Abdi Rufinus Tarigan
DBE 2 Sumatera Utara, Communications Coordinator

Keberadaan Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) kini tidak hanya menjadi tempat para guru meningkatkan profesionalitasnya. PSBG Taman Kreatif, Kota Tebing Tinggi, misalnya, juga digunakan para siswa dari sekolah binaan DBE 2 untuk belajar komputer secara gratis.

Delapan dari sepuluh sekolah binaan DBE 2 (SDN 163088, SDN 165728, SDS Taman Siswa, SDN 167645, SDN 164526, SDN 164330, MIS Teladan Guppi, SDS Ma’Arif) menggunakan komputer di PSBG Taman Kreatif untuk belajar. Seperti yang terjadi pada hari Senin, 15 Juni 2009, sepuluh siswa dari SDN 163088 dan SDN 164526 sedang belajar pengenalan komputer dan Microsoft Word dari pukul 14.00-15.30 sore.

Salah seorang siswa Kelas IV SDN 163088, Gilang Ramadhan Lubis saat diminta tanggapannya mengatakan, ia pertama kali mengenal komputer setelah belajar di PSBG Taman Kreatif. “Saya baru tahu cara membuka komputer, menghidupkannya dan mengetik kata-kata setelah saya belajar di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Hafiz Roziin Ilmi, siswa kelas IV SDN 164526 mengatakan, ia senang belajar di PSBG karena gurunya ramah-ramah dan komputer yang ada di PSBG cangih.
“Selain tahu komputer, saya juga mendapat teman-teman baru dari sekolah lain. Jadi saya makin banyak teman, jika belajar di sini,” katanya penuh semangat. Dengan penuh serius sekitar sepuluh siswa dan siswi belar mengetik word. Mereka dilatih oleh MTT PSBG Sugiarto dan guru dari sekolah masing-masing.

Usai pelatihan, sejumlah siswa mengungkapka rasa senangnya. Namun mereka berharap agar komputer di PSBG Taman Kreatif dapat dilengkapi dengan printer dan komputer yang rusak diperbaiki.“Kami ingin ada printer jadi kami bisa mencetak apa yang sudah kami ketik,” ujar siswa yang lain.

Sementara itu, DLC Padang Hilir, Bapak Sarwono, MTT Padang Hilir, Bapak Nandang Asyik, dan MTT PSBG, Bapak Sugiarto mengatakan, siswa dari sekolah binaan belajar sesuai dengan jadwal yang telah disusun.

Siswa dan siswi SD binaan DBE 2 di Padang Hilir sedang belajar komputer di PSBG Taman Kreatif

Menurut mereka, latar belakang siswa belajar komputer di PSBG Taman Kreatif adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kecerdasaan siswa binaan DBE 2. Selain itu, sepuluh sekolah binaan tersebut merencanakan akan mengelar lomba kemampuan komputer bagi sekolah binaan di bulan Agustus mendatang.

“Jadi, dengan semakin banyak latihan, kemampuan komputer siswa akan semakin baik,” kata mereka.

img_09502

 

Kontribusi sekolah

Selama ini, sepuluh sekolah binaan DBE 2 di Gugus Padang Hilir telah memberikan kontribusi bagi keuangan PSBG Taman Kreatif. Semua sekolah binaan membayar iuran sebesar Rp200,000 per bulan. Iuran PSBG tersebut digunakan untuk membiayai operational PSBG, seperti membayar iuran internet setiap bulan, mengganti kerusakan alat-alat belajar di PSBG, dan juga membayar transport guru binaan jika berkunjung ke PSBG.

“Dengan demikian, kita tidak sulit membayar kebutuhan PSBG. Jaya terus PSBG Taman Kreatif” kata Sekretaris PSBG Taman Kreatif, Iman Taufik.

*****

KKG dan KKKS II Paket Matematika di Kabupaten Pinrang : Lebih Cepat Lebih Baik, Lanjutkan!

Suasana kabupaten Pinrang sebagai salah satu lumbung beras di Propinsi Sulawesi Selatan terasa kental. Di sisi kiri dan kanan jalan poros Makassar ke Propinsi Sulawesi Barat, bagaikan lautan yang berwarna hijau sepanjang jalan sesaat melewati kota Parepare memasuki kabupaten Pinrang. Padi tumbuh dan berkembang mengikuti irama alam. Anggota Module Implementation Team (MIT) dengan penuh sukacita memasuki kota Watang Sawitto sebagai basecamp tim yang terletak 175 kilometer arah Utara Propinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan KKG Tahap II di gugus Watang Sawitto dilaksanakn di SD Negeri 187 Pinrang paralel dengan gugus 2 yang dilaksanakan di SDN 166 Kariango/PSBG Samudera Ilmu, mulai 10 sampai 11 Juni 2009, dan KKKS Tahap II dilaksanakan di SDN 137 Mattiro Bulu, Pelaksanaan KKG dan KKKS Paket Matematika difasilitasi oleh tim MIT (DBE2 Sulawesi Selatan, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Muhammadiyah).

Banyak cerita menarik dan berkesan sebagai ”Best Practice” dari KKG dan KKKS II yang berakhir di kabupaten Pinrang. Mulai dari cerita lucu dan suasana kampanye Pilpres. Proses pelatihan berlangsung dalam suasana haru, penuh kekeluargan. Fasilitator berbagi pengetahuan dengan peserta,sebaliknya peserta berbagi cerita menarik dari pengalaman mereka selama bergabung dan dibina oleh DBE2.

Di ajang KKG, peserta disuguhkan dengan simulasi pembelajaran Matematika yang bernuansa ”active learning”, dilanjutkan pengembangan perangkat pembelajaran Matematika yang efektif, dilengkapi dengan model-model pembelajaran Matematika aktif sebagai sesi pamungkas.
Ketika dialog dan tanya jawab dalam refleksi hasil KKG II terungkap keinginan luhur dari hati nurani guru untuk sesegara mungkin mengaplikasikan hasil pelatihan ini, sembari berucap ”lebih cepat,lebih baik” agar hasil pelatihan ini menjadi efektif . Sebagian dari peserta menyelutup dengan ucapan yang tak kalah serunya”Lanjutkan Pak!, kami tetap berkeinginan dan eksis agar program DBE2 di kabupaten Pinrang tetap dilanjutkan Pak!”.

Ucapan dan seruan peserta pelatihan terkesan dan seolah mendukung salah satu capres, tetapi yang sesungguhnya tidak demikian. Kebetulan disaat bersamaan kegiatan pelatihan DBE2 berlangsung pula kampanye Pilpres 2009. Nuansanya begitu kental memasuki ruang pelatihan dengan seruan yang penuh kelakar, menjadi bumbu disela-sela pelatihan.

Lain halnya di kegiatan KKKS yang materinya sarat dengan pemberian pengetahuan, keterampilan dan pembentukan sikap sebagai kepala sekolah dan pengawas. Pelatihan didahului sesi simulasi pembelajaran real teaching yang dibawakan salah seorang guru Kelas V di SDN 237 Mattiro Bulu.  Rustina yang menjalankan tugasnya dengan baik dalam pembelajaran Matematika aktif dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif  tipe jigsaw, membius Kepala Sekolah dan pengawas TK/SD dengan suasana pembelajaran dengan skenario yang apik dapat dijadikan contoh untuk guru-guru lainnya.

Praktek terbaik yang ditunjukkan Rustina memberikan tambahan pengetahuan dan pengalaman berharga yang dapat diadopsi. Materi pelatihan yang tak kalah menariknya adalah supervisi klinis, dan standar kompetensi kepala sekolah serta pengawas untuk mengawal dan memberi dukungan yang kuat atas kemajuan pembelajaran di kelas.  Saat sesi ini berlangsung yang dibawakan oleh Subaer (UA DBE2 Sul-Sel) suasana penuh haru, canda dan tawa.

”Maaf pak,lebih cepat, lebih baik, kepala sekolah dan pengawas memahami dan mengetahui apa yang seharusnya dilakukan pasca pelatihan ini, melakukan supervisi klinis atas permintaan guru, dan memahami tupoksi menuju peningkatan kompotensi’, ujar Muhammad Abduh, Kepala SDN 166 Kariango dengan penuh semangat diiringi tepuk tangan seluruh peserta.

Suasana KKG II Paket Matematika di kabupaten Pinrang

Suasana KKG II Paket Matematika di kabupaten Pinrang

Suasana KKKS II Paket Matematika, sesaat kepala sekolah dan pengawas mengobservasi pembelajaran dalam sesi "simulasi real teaching"

Suasana KKKS II Paket Matematika, sesaat kepala sekolah dan pengawas mengobservasi pembelajaran

Pameran Merupakan Ajang Adu Gengsi

Tepatnya tanggal 18 Juni 2009 yang lalu, Ibu Nani selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora memberi kepercayaan kepada kami yaitu warga PSBG Borobudur dan Warga PSBG Abu Umar untuk menampilkan segala sesustu yang ada di masing-masing PSBG, yaitu semua peralatan hasil hibah dari DBE 2 dan hasil karya warga gugus yang berupa Alat Peraga Murah yang biasa kita kenal dengan sebutan APM.

Dengan mandat yang diberikan oleh Ibu Kepala Dinas Diknas Kabupaten Blora, kami selaku yang diberi kepercayaan oleh DBE2 untuk memantau segala sesuatu yang ada di PSBG merasa sangat tersanjung karena dengan mandat tersebut berarti ada pandangan yang positif tentang kegiatan yang ada di dua PSBG, yaitu PSBG Borobudur dan PSBG Dwarawati.

Dalam kegiatan pameran tersebut, stand dari DBE2 yang diwakili oleh PSBG Borobudur dan Dwarawati tidak mau kalah dengan stand-stand yang lain. Dalam pameran tersebut tidak semua barang inventaris yang dimiliki PSBG  dapat dipamerkan, tetapi ada salah satu yang mewakili dari barang inventaris tersebut.

Barang – barang inventaris yang dipamerkan adalah , Buku-buku, Kit IPA dan Kit Matematika, TV dan VCD beserta CD pembelajaran, Handycam, camera digital, seperangkat komputer, Laptop, LCD, Toa , berbagai macam APM hasil karya warga Gugus, dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

 IMG_0114Ka Disdik Kab.Blora Ibu Dra.Ratnani Widowati saat mengunjungi stand DBE 

IMG_0086Ka UPTD  Bpk Sugeng Suprapto,S.Pd. beserta ibu sedang mengamati demo APM” Replika Mesin Uap ” di Stand DBE 2.

Ibu Kepala Dinas berpesan, dengan adanya barang hibah yang ada, kita harus dapat memanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dapat membantu meningkatkan kinerja para guru yang ada di dalam binaan DBE2 dan sekaligus mampu menularkan ilmunya kepada para guru yang bukan binaan DBE 2.

Ditulis oleh : Sarjono,S.Pd ( LRC Gugus Borobudur Banjarejo )

GELAR PAMERAN PENDIDIKAN 2009 KAB. BLORA

 

pam disdik

 BLORA.  Sebanyak 112 stand memeriahkan  Pameran        Pendidikan  Tahun 2009  Dinas Pendidikan  Kabupaten Blora , yang di  gelar mulai tanggal 18  Juni dan berakhir 20  Juni 2009  bertempat di  GOR Mustika Blora.  Acara pembukaan dan penutupannya dilakukan oleh Bupati    Blora  yaitu Bapak Drs R.M  Yudi Sancoyo,MM.pam disdik 2 Stand  pameran  diikuti oleh berbagai  institusi yang bernaung  di bawah dinas pendidikan ,  perbankan, penerbit, PKBM  maupun lembaga-lembaga  informal yang ada di  kabupaten Blora. 


pam disdik 3Stand DBE 2  dari gugus Borobudur dan gugus Dwarawati Kab. Blora

IMG_0126Bpk Drs.Sri Widodo,MM. Ka bag.Dik Das . sedang  mengisi buku pengunjung selepas  melihat-lihat area stand DBE 2.

Yang menarik di sini selain peserta dari Blora juga ada beberapa tamu  yang sengaja di undang oleh pemerintah daerah  untuk turut memeriahkan acara gelar pameran pendidikan ini , antara lain dari SMK Tunas Harapan Pati, SMK 6 Semarang dan SMK Pembangunan Semarang. Pameran kali ini mengusung tema ”Pendidikan Sains,Teknologi, dan Seni Menjamin Terwujudnya Masyarakat Blora yang Wareg,Waras,Wasis ,Wilujeng”

IMG_0087

Setiap stand  menampilkan  berbagai karya terbaiknya , untuk institusi pendidikan karya siswa maupun guru ,misalnya, untuk SMK  1 kecamatan Cepu , menampilkan CCM (Cepu Central Media Televisi) dimana setiap hari mewawancarai perwakilan dari stand yang ada untuk mempromosikan produk unggulan dari stand masing-masing, Stand SMK 6 Semarang mendemonstrasikan cara membatik kain ,  SMK Tunas Harapan Pati membawa ”Mobil Pintarnya” yakni 1 unit mobil yang dilengkapi fasilitas internet gratis, dan demo alarm anti maling yang pengoperasiannya dari Hp. Perbankan produk yang ditawarkan untuk para nasabahnya, PKBM berbagai hasil ketrampilan warga belajarnya dari kerajinan, tata boga, tata rias  dan tata busana, tidak ketinggalan untuk ikut meramaikan event ini stand DBE 2 memamerkan  berbagai alat peraga dari kit matematika, kit IPA , beberapa replika teknologi sederhana antara lain, proses penyulingan , proses energi uap ke energi gerak dan kincir angin,  serta memajang peralatan ICT  hibah ke 2 yang baru datang beberapa hari yang lalu.

IMG_0075Ka UPTD, Bpk Sugeng beserta ibu, sedang mengamati salah satu APM Proses Penyulingan.

IMG_0064Tim kreatif. Bpk Ismunandar dan bpk Purwanto sedang mengujicobakan peraga “replika mesin uap”.

Tak kalah  menariknya  dari para pengunjung adalah acara yang yang di gelar di area parkir Gedung, yakni pentas seni  dari siswa-siswi PAUD sampai SLTA, yang berlangsung 3 hari full tanpa henti untuk menghibur para pengunjung pameran.  Dan untuk memeriahkan acara penutupan tanggal 20 juni pukul 19.00 WIB di gelar pementasan Ketoprak dari bapak dan ibu guru, pengawas TK/SD maupun UPTD yang tergabung dalam sanggar Sasono Noto.

Pameran pendidikan ini  memang ajang untuk memamerkan berbagai karya  para siswa khususnya sekolah – sekolah kejuruan , karya guru maupun personil pendidikan lainnya di Kabupaten Blora demikian penuturan ketua panitia Bpk Drs.Hariyadi,yang saat ini menjabat Kasi Dik Men. Disdik Kab. Blora.

Menemukan dan Menggunakan Berbagai Variasi Metode Pembelajaran

Kelas kita terdiri dari beragam peserta didik. Peserta didik belajar dengan cara yang berbeda karena faktor keturunan, pengalaman, lingkungan, kepribadian, kecerdasan, bakat, hambatan fisik, emosi dan sosial. Oleh sebab itu kita (saya dan Anda) sebaiknya dapat menemukan dan menggunakan berbagai variasi metode pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar peserta didik.

Kelas kita terdiri dari beragam peserta didik, variasi metode pembelajaran diharapkan dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam tersebut

Kelas kita terdiri dari beragam peserta didik, variasi metode pembelajaran diharapkan dapat memenuhi kebutuhan belajar peserta didik yang beragam tersebut

Banyak di antara kita yang mengajar peserta didik dalam kelas yang besar. Anda tentu akan bertanya-tanya, “Bagaimana saya bisa menggunakan metode pembelajaran yang berbeda-beda agar sesuai dengan masing-masing individu peserta didik jika saya mempunyai lebih dari 30-40 anak dalam kelas?” Kondisi ini merupakan salah satu alasan mengapa para guru lebih cenderung untuk menggunakan metode pembelajaran “menghapal”. Pada metode pembelajaran ini kita hanya mengulang informasi berkali-kali dan meminta peserta didik untuk mengulang dengan harapan agar peserta didik dapat mengingatnya. Metode ini mudah tetapi sangat membosankan bagi peserta didik dan pendidik. Untuk mengubah situasi ini, kita perlu belajar hal baru dalam pembelajaran dan menggunakannya secara berkala kepada semua peserta didik kita.
Bagaimana Peserta Didik Belajar?. Tidak ada anak yang tidak mampu belajar. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang ramah, semua anak, dapat belajar secara efektif. Mereka dapat belajar dengan menggunakan pendekatan learning by doing. Sebagian dari kita memahami bahwa pendekatan belajar yang baik adalah learning by doing.

Baca lebih lanjut

Antara Pemain dan Pelatih Sepakbola

Bak Pemain Persipura , Para Pemain Lapangan DBE2 Sibolga Kota – Tapanuli Utara menerima penghargaan dari DBE2 Medan diapit sang Motivator dengan senyum yang penuh makna.* Oleh : Salmon Tambunan
DLC Sibolga Kota – Tapanuli Utara Cohort 2

Dalam setiap pertandingan, tanpa penontong tidaklah meriah. Para pemain akan semangat apabila di dukung oleh para pendukung yang setia dan yang punya panatisme yang tinggi. Hal ini dapat kita lihat bagaimana penonton sangat berpengaruh terhadap hasil pertandingan. Salah satunya di bidang olahraga sepakbola.

Pertandingan sepakbola tidak akan menarik apabila tidak ada penonton atau pendukung mereka yang sedang bertanding di lapangan hijau. Pertandinganpun yang digelar akan monoton kendatipun pertandingannya digelar di Stadion termegah seperti yang terdapat di kota Paris Stade de France .

Penonton merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah permainan atau laga. Misalnya Liga Super Indonesia baru saja di gelar dengan 34 kali pertandingan untuk semua tim. Dari sekian banyak laga pertandingan baik di home base maupun di luar kandang, kesebelasan masing-masing terkadang menang di kandang sendiri atau menang di kandang lawan atau sebaliknya bahkan ada yang di pecundang di kandang mereka atau di kandang lawan. Salah satunya tim kesayangan kita harus duduk diperingat 3 dari bawah karena kurangnya dukungan dari pengelola atau manajemen dalam setiap permainan.

Baca lebih lanjut