NUANSA “MBAH SURIP” DI PAWAI KARNAVAL KAB. BLORA

Pagi sampai sore  Rabu,19 Agustus 2009 . Mulai start dari Alun-alun ,Jalan Pemuda, jln Gunandar, Reksodiputro, Maluku, Nusantara , KHA Dahlan , Abu Umar sampai Finish di depan gedung DPRD  Jln A Yani Blora  sangat padat dengan kendaraan beraneka warna .

IMG_0497Kendaraan hias dengan tokoh fenomenal “Mbah Surip” Karya siswa dan guru SMP Kristen Blora

Seperti pawai di tahun-tahun sebelumnya  sepertinya kreatifitas  dari warga Blora seperti tidak ada habis-habisnya , tak tanggung –tanggung  dana yang di keluarkan dari masing-masing institusipun  cukup besar, seperti yang di ungkapkan oleh SMA Katolik  Blora untuk mendanai karnaval ini  habis  sampai  12 – 15 juta.

Pawai  yang di ikuti  oleh semua instansi, institusi dan  warga masyarakat ini  merupakan agenda tetap  tahunan dalam rangka  memperingati hari Kemerdekaan Indonesia. Yang pada tahun ini menginjak usia ke 64.

IMG_0534Kendaraan Hias dengan tokoh Hanoman   karya  siswa dan guru SMP Muhammadiyah Blora

Yang menjadi beda  pada perayaan kali ini  karena  “Nuansa Mbah Surip” begitu kental  mewarnai  ajang kreatifitas pesertanya,  banyak dari berbahagai  institusi pendidikan (Disdik) , sekolah dan warga kelurahan mengusung  tokoh fenomental ini sebagai  tema dari  barisannnya. Lagu “Tak Gendong  dan  “Bangun Tidur” menggema  di sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan pawai.

Ada yang unik , dan perlu di acungi jempol, adalah karya  dari warga RW XII Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Cepu, dalam arak-arakan  pawai di sepanjang  jalan selalu menampilkan kesenian dan permainan tradisional, yang mungkin sekarang ini bagi kita generasi  muda sudah tidak mengenalnya., seperti permainan  cublak-cublak suweng, gobak sodor, serta lagu Ilir-ilir yang di masa lalu sering dinyanyikan masyarakat pedesaan di halaman  rumah  saat bulan purnama tiba.

Iring-iringan berikutnya   sayup-sayup terdengar  suara drumband,  namun jika dicermati kedengaran  seperti suara  alat musik konvensional, memang  suara merdu tsb datang dari  barang bekas rumah tangga, seperti botol ,gallon , tutup panci, kaleng , dan sendok sayur, kreatif, indah, lucu , entah kata – kata apa yang bisa kita ungkapkan  susah rasanya untuk mendiskripsikannya .

Tak kalah  uniknya tampilan dari anak-anak muda warga Kauman , selain menggotong ‘replika mobil tahanan’  yang bertuliskan ‘Penjara Gembong Teroris Nurdin M Top’. Di belakangnya mereka menyanyikan  lagunya mbah Surip Tak Gendong yang diplesetkan syairnya menjadi…..Tak…Ebom…di mana-mana….Tak Ebom …di mana-mana. Mau tidak mau membuat tertawa  , minimal tersenyum simpul siapapun yang mendengar dan melihatnyanya. Ada… ada …saja….weleh…weleh….

IMG_0505Kendaraan Hias Replika Tahanan   Teroris Nurdin M Top.

Akhirnya yang meraih juara  di ajang pawai tujuh belasan tahun ini , adalah,    warga  RW XII  Kelurahan  Sidomulyo Kecamatan Cepu,  hadiahnya berupa 1 ekor sapi betina yang di serahkan langsung  di Kelurahan Sidomulyo Kecamatan Cepu oleh Kabag Perekonomian  Blora ,Ibu  Wahyu Agustin,SE di dampingi oleh Kabag Humas Pemkab Blora,  Ibu Hurip Indriani,SE. Sedangkan  hadiah untuk juara-juara lainnya di serahkan oleh Bupati Blora Bpk RM Yudi Sancoyo,MM   seusai  apel pagi di halaman  Kantor Bupati Blora tanggal 25 Agustus 2009 yang  baru lalu.

Di tulis : Ninik (PSBG  Dwarawati  Kabupaten  Blora)

REPORT OF OUR IIWC ACTIVITY IN BLORA

A. A  BRIEF HISTORY ABOUT  IIWC

IIWC is acronym of Indonesia International Work Camp. Informally, IIWC was formed in September 1999 by IPPA Indonesian Planned Parenthood Association, when IPPA held the first work camp in Mijen, Semarang Residence incorporate with NICE, a work camp organization from Japan.

Seeing the success and positive result of the first work camp, NICE suggested IPPA to form a work camp organization. The suggestion was followed by an invitation for NVDA (Network for Voluntary Development in Asia) meeting in Hanoi Vietnam at 9 – 22 January 2000. In this meeting, we discussed how to run a work camp and everything about it. Since then, IIWC was born and has been organizing more than 100 international workcamps in Indonesia and many other international voluntary services with hundreds of either local or international volunteers involved.

B. ALL ABOUT BLORA CAMP

There will be at least 2 kind of works that will be done during the project: education and festival of Indonesian’s Independent day. First, Education. We will be helping the local library and local government in promoting the reading habit, the learning habit, and the importance of education for everybody (in the forms of some rural school visits, library visit, discussions, watching movie together, and the involvement the volunteers in the local Jamboree Scout). Second, Festival of Indonesian’s Independence day. We will do it with the local neighborhood in the campsite. The activities will be mother session (gym with local mom); children session (participant the special Independence Day games competition with the local children); Independence Day eve (perform something in the stage).

IMG_0372Safari Education at Desa Purwosari, Blora

Camp Leader of Blora Camp is Erlyn Nur Marfuah (Political student in FISIP UNDIP) and Co Leader Vicka Tamaya (UNDIP) . Its the name of my participant:

no

Nama

Jabatan

Asal

1

Julie Pasquet Partisipan Perancis

2

Slyvie Missiler Partisipan Perancis

3

Nagaoka Iori Partisipan Jepang

4

Tanaka Misa Partisipan Jepang

5

Akie Hirao Partisipan Jepang

6

Ivanetic Maja Partisipan Slovenia

7

Saso Pantar Partisipan Slovenia

8

Novian Surya Partisipan Indonesia

9

Randi Siagaan Partisipan Indonesia

10

Warno Partisipan Indones

IMG_0411Safari  Education at Desa  Beji, Kunduran, Blora

Baca lebih lanjut

PSBG ‘Cemerlang’ Sibolga Selatan Mengembangkan Program ke Sepuluh Sekolah Non Binaan DBE 2

SDN 085118, salah satu sekolah non binaan DBE 2 meraih juara I dalam lomba kreativitas pembuatan Alat Peraga Murah (APM) di PSBG Cemerlang di Gugus Sibolga Selatan. Keberhasilan sekolah non binaan ini sebagai suatu prestasi yang membanggakan, karena sekolah non binaan kini tertarik untuk turut serta mengikuti program DBE 2 Sumatera Utara.

Sejak Juli 2009, pengurus PSBG Cemerlang mensosialisasikan pengembangan penggunaan PSBG kepada sepuluh sekolah non binaan di Gugus Sibolga Selatan. Kesepuluh sekolah non binaan tersebut masing-masing: SDN 081236, SDN 081237, SDN 081238, SDN 085118, SDN 081228, SDN 081239, SDN 084080, MIN, 087695, SDS Muhamadyah 3.

Sosialiasi dilakukan pada tanggal 21 Juli 2009 di PSBG Cemerlang yang diikuti oleh perwakilan komite sekolah, kepala sekolah, dan satu orang guru. Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kadis Pendidikan Sibolga yang diwakili oleh Kasi TK /SD Johnson Sihombing SPd.

Setelah pengurus PSBG mensosialiasikan program PSBG, sepuluh sekolah non binaan tersebut sangat tertarik untuk bergabung dan mengikuti seluruh aturan yang berlaku di PSBG Cemerlang, termasuk kontribusi sebesar 400 ribu per sekolah. Kemudian, pengurus PSBG juga mengadakan lomba APM, yang nantinya dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru PSBG Cemerlang masa bakti 2009-2012.

Untuk perlombaan APM, panitia membuka pendaftaraan mulai tanggal 21 Juli 2009, masa peniliaan tanggal 29-31 Agustus 2009, dan masa pengumuman 31 Juli 2009. Kepala Sekolah SDN 085118, Ibu MT Situmorang mengatakan, sejak bergabung dengan program PSBG Cemerlang Juli 2009 yang lalu, mereka sangat tertarik dan ingin mewujudkan sekolah mereka yang PAKEM, seperti sekolah binaan DBE 2. Karena itu, setelah mereka menerima surat undangan PSBG Cemerlang perihal perlombaan tersebut, mereka mengikuti lomba dengan mempersiapkan APM yang terbaik.

Ibu Sri Wahyuni Sitompul, Guru Kelas V SDN 085118 membuatAPM Alat Menjernihkan Air. Latar belakang Ibu Sitompul membuat APM tersebut dikarenakan lingkungan Sarudik, tempat tinggalnya masih sulit mendapatkan air bersih. Atas dasar itu, ia berinisitif membuat APM tersebut agar bisa menjadi sebuah alat pelajaran di sekolah sekaligus sebagai sebuah solusi mencari air bersih.

Tak disangka-sangka, APM tersebut meraih juara I sebagaimana dinilai oleh dewan juri, yang terdiri dari: DLC Sibolga Selatan Darwin Siregar, MTT Sibolga Selatan Martua Manik, dan Nico Mahulae (guru non binaan). Dewan juri menilai APM sesuai kriteria sebagai APM terbaik yaitu kriteria: murah, aman, menarik, awet, menyenangkan, indah, dan alami atau disebut dengan istilah MAMAMIA.

Dalam perlombaan APM tersebut, tercatat 20 APM yang diajukan oleh sekolah binaan dan non binaan. Namun hanya enam APM yang tergolong terbaik sebagaimana dinilai oleh dewan juri, mulai kategori juara I sampai harapan III. Adapun juara APM tersebut masing-masing: APM dari SDN 085118 sebagai Juara I (sekolah non binaan), Juara II dari SDN 086441 (binaan), Juara III SDN 087695 (sekolah non binaan), Juara Harapan I Mis Nurul Falah ( sekolah binaan), Juara harapan II SDN 081240 (sekolah binaan), Juara Harapan III SDN 081236 (sekolah non binaan).

“Atas keberhasilan tersebut, kami meraih tropi, sertifikat, dan uang pembinaan dari PSBG Cemerlang dan langsung diserahkan oleh Kadis Pendidikan Drs Rustam Manalu, Kabid Dikjar Drs Porman Bakkara dan Kasi TK/SD Johonson Sihombong SPd,” kata Ibu Sitompul dengan cerianya.

Kadis Pendidikan Sibolga Drs Rustam Manalu memberikan piala kepada Ibu Sri Wahyuni Sitompul sebagai juara I lomba APM.

Kadis Pendidikan Sibolga Drs Rustam Manalu memberikan piala kepada Ibu Sri Wahyuni Sitompul sebagai juara I lomba APM.

 

Pelantikan Pengurus Baru PSBG Cemerlang

 

Setelah pengumuman pemenang perlombaan APM, pada tanggal 1 Agustus 2009, Kadis Pendidikan Sibolga melantik  pengurus baru masa bakti 2009-2012.  Kadis Pendidikan Sibolga Drs Rustam Manalu dalam  amanatnya mengatakan, “Amanah yang diberikan kepada pengurus mohon dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab,” ujar Kadis dalam sambutannya. Surat Keputusan (SK) para pengurus yang baru langsung dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Sibolga.

Kadis Pendidikan melantik pengurus baru di PSBG Cemerlang 1 Agustus 2009

Kadis Pendidikan melantik pengurus baru di PSBG Cemerlang 1 Agustus 2009

 

 

 

 

Pengurus yang terpilih adalah: Ketua Sahala Gultom, SPd, Wakil Ketua Parluhutan SPd (Non binaan), Sekretasi Sova Yuliana Sari SPdI, Wakil Sekretaris Drs Herianto (Non binaan), bendahara Roslina Tanjung, Koordinator pengembangan profesional Nursamida Sibarani, koordinator Informasi Nico Mahulae (non binaan), koordinator pertemuan Elfrida Aritonang, koordinator produksi Rosmawati Zega (non binaan).

Sosialiasi pengembangan PSBG di PSBG Cemerlang tanggal 21 Juli 2009.

Sosialiasi pengembangan PSBG di PSBG Cemerlang tanggal 21 Juli 2009.

 

Studi Banding PSBG ke Binjai

 

Pada tanggal 4-6 Juni 2009, semua pengurus PSBG Cemerlang dan DLC Sibolga Selatan, MTT Selatan, dua MTT PSBG mengadakan studi banding ke Binjai Selatan dan Utara. Tujuan studi banding tersebut membandingkan sekolah dan PSBG antara Sibolga Selatan dan Binjai. (Abdi Tarigan/Communications Coordinator)

Pengurus PSBG Cemerlang studi banding ke Binjai

Pengurus PSBG Cemerlang studi banding ke Binjai

Kadis Pendidikan Dairi Tinjau Pagelaran Seni dan Pameran Alat Peraga Murah di PSBG Bersama Sidikalang

Ditulis oleh: Abdi R Tarigan
Communications Coordinator DBE 2 Sumatera Utara

Para pengurus Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) ‘Bersama’ Kabupaten Dairi mengadakan kegiatan pameran dan pegelaran seni dan alat peraga guru dan siswa gugus Sidikalang pada Kamis 13 Agustus 2009 di SDN 034781. Kegiatan tersebut terlaksana berkat kerjasama semua pengurus PSBG Bersama beserta dengan sembilan sekolah binaan DBE 2 gugus Sidikalang.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kadis Pendidikan Dairi Drs. DT Padang MM yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pendidikan Dairi Saulus Perangin-angin, Komite Sekolah Dr. Abdul Angkat SH, Kakandepag Dairi, para orang tua murid.

Kadis Pendidikan dalam sambutannya mengatakan, terpilihnya kabupaten Dairi sebagai salah satu distrik binaan DBE 2 merupakan hal yang membangakan karena seleksi dilakukan oleh DBE pada sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

“Kehadiran DBE 2 benar-benar membantu meningkatkan sumber daya manusia, khususnya tenaga pendidik dan siswa di Dairi. Sumber daya alam di Dairi cukup berlimpah, karena itu ke depan dibutuhkan manusia yang cerdas bisa mengolahnya dan ini sudah dimulai dari peningkatan mutu pendidikan dasar,” ujarnya.

Kadis Pendidikan Dairi  Drs. DT Padang MM memberikan sambutan

Kadis Pendidikan Dairi Drs. DT Padang MM memberikan sambutan

 Dari sisi peringkat mutu pendidikan, kata Kadis lagi, Kabupaten Dairi saat ini menempati peringkat 10 besar di Provinsi Sumatera Utara. Dalam lomba olimpiade nasional, siswa utusan Kabupaten Dairi meraih juara 2 lomba olimpiade Matematika tingkat nasional.

Keberhasilan memajukan pendidikan, tambah Kadis, karena peran serta semua pihak termasuk kehadiran DBE 2 di Kabupaten Dairi. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Dairi telah merencanakan jika DBE telah berakhir, maka pemerintah kabupaten akan menindaklanjutinya dengan mereplikasi program DBE 2 tidak hanya di Gugus Sidikalang dan Sumbul saja, tetapi hampir kepada semua kecamatan lain di Kabupaten Dairi.

“Rencana itu juga kita kemukakan saat acara loka karya di Medan beberapa hari yang lalu dan saya yakin hal ini akan didukung oleh DPRD,” kata Kadis yang disambut dengan tepuk tangan oleh seluruh undangan pameran.

Usai memberikan sambutan Kadispun meninjau pameran alat peraga murah hasil karya guru dan siswa binaan sembilan sekolah binaan di Gugus Sidikalang. Kadis kagum dengna hasil karya siswa dan murid tersebut dan berharap guru dapat menerapkanya dalam kegiatan belajar dan mengajar sehari-hari.

kadis meninjau pameran didampingi oleh anggota DPRD Dairi Dr. Abdul Angkat SH.

kadis meninjau pameran didampingi oleh anggota DPRD Dairi Dr. Abdul Angkat SH.

Acara tersebut sangat meraih karena diisi dengan pagelaran kesenian tarian etnis oleh sembilan sekolah binaan DBE 2. SDN 0302284 menampilkan tarigan etnis Batak Karo, SDN 030285 menampilkan tarian tor-tor etnis Batak Toba. Sementara itu, SDN 030287, SDN 030288, SDN 034779, SDN 034779, SDN 034779,SDN 034281 dan SN Inpres Kalang Simbara menampilkan tarian etnis Pakpak. MIN Sidikalang dan MIS Pesantren Sidiangkat menampilkan drama tsunami.

Siswa binaan DBE 2 di Sidikalang menampilan tarian etnis

Siswa binaan DBE 2 di Sidikalang menampilan tarian etnis

Acara tersebut juga mendapat perhatian dari masyarakat dan orang siswa yang sangat gembira menyaksikan putra-putrinya menampilkan tarian etnis dan alunan musik yang menambah semangat, sebuah implemtasi dari pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan (PAKEM). Masyarakat, orang tua, dan siswa juga menyempatkan waktu melihat pameran alat peraga hasil karya guru dan siswa

REFLIKASI PROGRAM AUDIO INTERAKTIF TK: DISINI SENANG DISANA SENANG, DIMANA-MANA HATIKU SENANG!.

Lihatlah gaya mereka mengikuti intruksi dari cd audio interaktif

Lihatlah gaya mereka mengikuti intruksi dari CD audio interaktif

Mereka bagaikan murid TK yang sesungguhnya saat sesi simulasi pembelajaran audio interkatif

Mereka bagaikan murid TK yang sesungguhnya saat sesi simulasi pembelajaran audio interkatif

Kak Puteri, Iwan, Gaga, Baba, dan Bulan tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa peran yang disampaikan melalui Intruksi Audio Interaktif begitu populer dan menarik bagi seluruh guru dan kepala sekolah Taman Kanak-Kanak, tak terkecuali di Kota Makassar yang mengikuti program reflikasi, atas prakarsa dan kerja bareng TK Sulawesi yang merupakan binaan DBE 2, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTKI) kecamatan Mamajang, dan PSBG Karya Mandiri Guru.

Bulan…bulan di langit
Mengapa kau sendiri…

Mari turun ke bumi…
Bermain bersama kami…

Dua penggal syair lagu di program IAI terdengar syahdu dan mengalun lembut di telinga 30 orang peserta program reflikasi dari 10 Taman Kanak-Kanak di Mamajang. Sambil bergerak mereka secara bersama bernyanyi melebihi gaya dari murid TK yang selama ini mereka bina. Ulangi Bu..Tika…,ulangi Pak Amir…,lagunya…!,Ha…ha…ha… .

Program reflikasi yang dilaksanakan di PSBG Karya Mandiri Guru bertepatan tanggal 13 Agustus 2009 difailitasi oleh Guru TK Sulawesi dan MTT menambah semangat dan semarak dalam rangka HUT RI ke-64 untuk terus memacu diri dan meningkatkan kapasitas guru TK. Program IAI yang dirancang secara teliti dan disusun secara profesional berdasarkan kebutuhan guru dan murid TK dengan melibatkan tim Universitas Terbuka, Pustekom Depdiknas, dan DBE2, memberi pencerahan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di TK dan PAUD melalui penggunaan CD Player dan audio.

Sesi-sesi pelatihan dilaksanakan secara runtut mulai memperkenalkan program IAI, Struktur dan muatan program sampai pada simulasi penggunaan CD Player serta pembelajaran dengan menggunakan IAI. Pelatihan yang dikemas seolah berada dalam dunia nyata ruang kelas TK menambah semarak pelaksanaan reflikasi. Lagu,gerak,bermain tak henti-hentinya menghiasi setiap sesi pelatihan.

Disini senang,disana senang…
Dimana-mana hatiku senang…
Di rumah senang di sekolah senang
Dimana-mana hatiku senang…

Tangan dilambai-lambai
Kaki disentak-sentak
Pinggul digoyang-goyang
Balik kanan…
Tangan dilambai-lambai
Kaki disentak-sentak
Pinggul digoyang-goyang
Balik kanan…

Riuh-rendah suara tawa tak henti-hentinya menghiasi peserta. Elly dan Syamsam Nuhung salah seorang guru dan kepala sekolah mengungkapkan apresiasi dan ketertarikannya untuk segera mengaplikasikan program IAI di sekolahnya masing-masing, jika material program IAI sudah mereka gandakan. Mereka ingin segera bermain di negeri ajaib, pintanya disertai mimik yang riang gembira.

Pemkab Pakpak Barat Mereplikasi Pelatihan Bahasa Indonesia DBE 2

Pemkab Pakpak Barat, Kabupaten non mitra DBE 2 di Sumatera Utara merasakan pentingnya pelatihan DBE 2. Untuk itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Pakpak Barat mereplikasi pelatihan DBE 2 Sumatera Utara dengan melaksanakan pelatihan Bahasa Indonesia pada tanggal 12-14 Agustus 2009 di MTSN Negeri Salak, Ibu Kota Kabupaten Pakpak Barat.

Kepala Dinas Pendidikan Pakpak Barat Drs Holler Sinamo didampingi Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kependidikan (PTK) Drs Losmar Berutu membuka pelatihan secara resmi. Kadis Pendidikan dalam sambutannya mengatakan, untuk mencapai guru yang profesional perlu pelatihan yang berkesinambungan untuk memaksimalkan peran guru, termasuk pelatihan Bahasa Indonesia.

 

lingkungan-sebagai-sumber-belajar2

“Karena itu, Dinas Pendidikan dengan dana APBD tahun 2009 melaksanakan pelatihan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk memenuhi sebagian tuntutan Undang-Undang dan peraturan pemerintah menjadikan guru yang profesional,” kata kadis.

Selain itu, kata kadis lagi, pelatihan tersebut juga bertujuan untuk melatih guru Bahasa Indonesia untuk terampil dan cakap mengajarkan bidang studi Bahasa Indonesia dengan metode PAKEM (pengajaran, aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) di kelas.

 

Peserta pelatihan berasal dari 63 sekolah se Kabupaten Pakpak Barat. Tiap sekolah mengirimkan 1 guru, mulai dari guru kelas I- VI. DBE 2 Sumatera Utara mengirimkan staff lapangan Gisler Manullang (DLC Tapanuli Utara dan Dairi) dan Hotmanahan Simorangkir (MTT Sipoholon) serta Dosman Mahalae (MTT Sumbul) sebagai fasilitator pelatihan.

Pelatihan hari pertama, pada tanggal 12 Agustus 2009 membahas tentang pemodelan pembelajaran aktif Bahasa Indonesia serta implementasi kurikulum Bahasa Indonesia. Hari kedua, tanggal 13 Agustus 2009, fasilitator mengajarkan pengorganisasian KD menjadi unit pembelajaran Bahasa Indonesia, pemanfaataan lingkungan sebagai sumber belajar, penyusunan sillabus Bahasa Indonesia serta pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Pada hari ketiga, tanggal 14 Agustus 2009, pelatihan membahas tentang penguatan Alat Peraga Murah (APM) untuk menunjang proses pembelajaran Bahasa Indonesia, demonstrasi pembelajaran Bahasa Indonesia kelas awal dan kelas tinggi, pengembangan rubrik peniliaan dan ditutup dengan penentuan media sesuai kompetensi dasar pembelajaran Bahasa Indonesia.

Peserta terlihat antusias dengan pelatihan tersebut karena menurut mereka, pengajaran Bahasa Indoenesia tidaklah mudah dilakukan di sekolah. Dengan adanya fasilitator dari DBE 2, mereka merasakan bahwa mengajar Bahasa Indonesia hal yang tidak sulit, menyenangkan bagi siswa karena isi dengan permainan alat peraga.

 

Peserta sedang menggunakan alat peraga Bahasa Indoensia struktur kalimat S-P-O-K dan peserta lain menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar

Peserta sedang menggunakan alat peraga Bahasa Indoensia struktur kalimat S-P-O-K dan peserta lain menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar

“Saya baru sadar bahwa kertas bekas, kayu, lem bisa digunakan untuk membuat alat peraga murah mata pelajaran Bahasa Indonesia, seperti alat peraga S-P-O-K. saya akan aplikasikan nanti alat peraga ini di sekolah saya ,” kata para peserta.

Kadis Pendidikan Pakpak Barat Drs Holler Sinamo didampingi Bidang Pengembangan Tenaga Kependidikan (PTK) Drs Losmar Berutu  membuka pelatihan secara resmi.

Kadis Pendidikan Pakpak Barat Drs Holler Sinamo didampingi Bidang Pengembangan Tenaga Kependidikan (PTK) Drs Losmar Berutu membuka pelatihan secara resmi.

SECERCAH KEPERCAYAAN YANG ENGKAU BERIKAN AKAN KUBALAS DENGAN BAKTI

Kegiatan di bulan Juli dan Agustus 2009, terkhusus program DBE2 Sulawesi Selatan menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-64 patut untuk diabadikan. Betapa tidak, mulai lokakarya keberhasilan dan diseminanasi good practices sampai rencana besar menyelenggarakan video conferens (vicon) menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam rangka Dies Natalis yang ke-48 dapat terwujud atas kerja bareng tim DBE 2 dan UNM.

IMG_0520

Video Conferens yang digagas UNM sebagai perguruan tinggi mitra bersama DBE 2 merupakan ajang unjuk gigi dan pertaruhan harga diri program DBE 2 dalam mengaplikasikan Information and Comucation Technology (ICT). Gayungpun bersambut, rencana besar ini dimulai sejak awal bulan Juli dengan melibatkan tim ICT DBE 2 Jakarta dan Makassar bersama tim ICT UNM. Mulai pertemuan awal dan konsultasi rencana aksi dan komunikasi di kedua lembaga tersebut diintensifkan.

Rencana kegiatan atau hari “H” ditetapkan tanggal 1 Agustus 2009 bertepatan peringatan Dies Natalis UNM yang akan melakukan vicon dengan Pusat Sumber Belajar Guru (PSBG) yang dibina oleh DBE 2  Sulawesi Selatan. PSBG yang memenuhi syarat adalah yang memiliki koneksi dengan jaringan internet dan memiliki komitmen akan terselenggaranya pendidikan jarak jauh. Dari 18 PSBG yang ada, ditetapkan 3 PSBG yang memenuhi syarat,yaitu:

PSBG Karya Mandiri Guru, Mamajang Kota Makassar, PSBG Pelita Ilmu, Ma’rang Kabupaten Pangkep, dan PSBG Harapan Baru, Binamu Kabupaten Jeneponto terpilih dan ditetapkan sebagai lokasi vicon bersama UNM. Ketiga PSBG tersebut dianggap dapat menyelenggarakan vicon atas dukungan stakeholders lokal,antara lain: guru,kepala sekolah, pengurus PSBG,pengawas TK/SD dan Kepala UPTD/KCD Pendidikan setempat.

Tim DBE 2 Jakarta yang dikawal oleh W.Gora melakukan road show ke PSBG terpilih didampingi tim ICT DBE 2 Sulawesi Selatan, dibawah komando Mustamin Tewa terus menggeliat dan bekerja ekstra untuk menyiapkan segala infrastruktur yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan vicon. Tidak ketinggalan ketua tim ICT UNM, M.Rusli tak henti-hentinya membangun komunikasi dengan tim DBE 2. Kerja bareng pun terlaksana disela-sela kesibukan sebagian tim DBE 2 menyelenggarakan lokakarya keberhasilan dan good practices. Prinsip sekali mendayung, dua atau tiga pulau terlampaui tidak dapat dipungkiri, ternyata terbukti.

Lokakarya DBE yang berlangsung tanggal 27 sampai 28 Juli yang dihadiri tim DBE 2 Jakarta tidak disia-siakan untuk pertemuan dengan tim UNM disela-sela acara. Seluruh persiapan baik software maupun hardware vicon telah diidentifikasi, diujicoba dan selanjutkan dilakukan gladi sepanjang tanggal 27 sampai 31 Juli 2009 (H-1).

Semangat kerja dan pantang menyerah menjadi modal utama tim ditengah-tengah pasang surutnya ujicoba vicon yang terkadang gagal atau ada kendala teknis yang sesegera mungkin harus diatasi, di dalam kondisi sarana  PSBG yang terbatas.
Penulis disaat tim sibuk memprsiapkan diri untuk vicon, tanggal 28 Juli 2009 (H-4) harus meninggalkan Makassar menuju kabupaten Pinrang untuk menyelesaikan tugas akhir sebagai anggota Module Implementation Team (MIT) melakukan Bantuan Profesional Sekolah (BPS) atau Pendampingan Tahap II Paket Matematika yang  juga harus dituntaskan di bulan Juli. Bagaikan buah simalakama, disatu sisi harus stand by di PSBG berkordinasi dengan tim ICT DBE 2, disisi lain harus menyelesaikan Paket Matematika. Sebagai pekerja, penulis dengan tenang tanpa keraguan menuju kabupaten Pinrang, dan mengamanahkan tugas ini dengan tim PSBG Karya Mandiri Guru untuk terus berkordinasi dengan penulis, tim ICT dan UNM via handpone atau email.

Tanggal 31 Juli 2009 (H-1) ketegangan menghantui tim ICT DBE 2 maupun UNM akan keberhasilan penyelenggaraan vicon yang akan dilaksanakan di Auditorium Ammana Gappa, Kampus UNM Gunung Sari. Acara ini akan dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Selatan dan selanjutnya berkomunikasi dengan 3 PSBG, Kampus UNM Parepare, dan Kampus UNM Watangpone.

Ujicoba yang dilakukan sempat terganggu dengan conection, sound maupun visualisasi, akan tetapi kerja profesional yang ditunjukkan tim DBE 2 dan UNM dapat mengatasi segala rintangan yang  dihadapi dan kemungkinan terburuk yang akan terjadi dapat diantisipasi.

Penulis yang sementara perjalanan pulang ke Makassar dari kabupaten Pinrang (H-1) seakan ingin  agar cepat sampai di Makassar. Dengan penuh kesabaran dan pengalaman bekerja selama ini, membuat penulis tetap tenang untuk menghadapi hari “H”. Persiapan bahan dialog di vicon telah penulis susun, demikian pula dengan pembicara yang akan mewakili PSBG telah siap. Dalam hati dan pikiran penulis berucap bahwa secercah kepercayaan DBE 2 berikan kepadaku akan kubalas dengan bakti dan bukti walaupun dalam kondisi yang tidak bersahabat saat itu menghantui tim akan kegagalan vicon khususnya di PSBG Karya Mandiri Guru-Mamajang. ”Kupertaruhkan harga diri dan nama baik sebagai MTT, saya tak gentar dengan bayangan kegagalan, Ya Allah kuatkan hati dan pikiran hamba-Mu ini,Amin!”, ujar penulis setulus hati.

Alhamdulillah, akhirnya di hari ”H”, 1 Agustus 2009, PSBG Karya Mandiri Guru bersama 2 PSBG saudaranya dapat unjuk gigi melakukan vicon dan bertegur sapa jarak jauh dengan Rektor UNM (Prof.Dr.H. Arismunanadar,M.Pd) serta Gubernur Sulawesi Selatan (H.Syahrul Yasin Limpo,SH,M.Si,MH) yang tentunya disaksikan ribuan pasang mata civitas akademika UNM, tak ketinggalan PC DBE 2 Sulawesi Selatan (David Ehrmann) yang hadir secara langsung di UNM. Suatu kerja bareng yang tak akan pernah dilupakan, dan kado ulang tahun UNM yang ke-48, tempat penulis menimba ilmu selama kurang lebih 7 tahun. Prestasi spektakuler yang belum pernah dilakukan selama ini. Bravo tim DBE 2 dan UNM. Mantap Mentong!. Mari kita sambut kemerdekaan bangsa ini dengan terus berkarya.

Visualisasi video conferens di PSBG Karya Mandiri Guru-Mamajang Kota Makassar

Visualisasi video conferens di PSBG Karya Mandiri Guru-Mamajang Kota Makassar

Susana Pertemuan antara tim DBE 2 dan UNM membahas persiapan Video Conferens

Susana Pertemuan antara tim DBE 2 dan UNM membahas persiapan Video Conferens

PRAKTEK TERBAIK ADALAH IKHLAS DALAM BERKARYA DAN BERUBAH KE ARAH YANG LEBIH BAIK

Program DBE yang telah memasuki tahun kelima keberadaannya di Propinsi Sulawesi Selatan memberikan sumbangsih yang signifikant bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini. Program hibah dari masyarakat Amerika Serikat,  membangunkan kita untuk terus memperbaiki diri dan  berubah ke arah yang lebih baik.

Lokakarya keberhasilan DBE dan diseminasi ”Good Practices” yang diawaki oleh Asfah Rahman (PC DBE1), David Ehrmann (PC DBE2), dan Azhar Arsyad (PC DBE3) setidaknya memberikan pencerahan kepada segenap stakeholders pendidikan dan pemerintah daerah tersebar  di 9 kabupaten dan kota yang telah disentuh oleh program DBE (Makassar,Pangkep,Jeneponto,Pinrang,Sidrap,Enrekang.Luwu,Palopo dan Soppeng) untuk berbagi pengalaman dengan daerah yang belum tersentuh program DBE, seperti propinsi Sulawesi Barat, kabupaten Selayar, dan propinsi Sulawesi Tenggara sebagai participant Lokakarya yang berlangsung 27 sampai 28 Juli 2009 di Makassar,  diikuti oleh 100 orang peserta, dan beberapa orang peninjau dari DBE 1,2, dan 3 Jakarta, pejabat Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama serta USAID.

Sambutan pembukaan lokakarya yang dibawakan oleh Kepala BAPPEDA Propinsi Sulawesi Selatan, Tan Malaka Guntur memberikan apresiasi positif atas sumbangsih program DBE di Sulawesi Selatan, membangun pendidikan melalui program Manajemen dan Tata Laksana, Kualitas Pembelajaran di TK dan SD, serta program Life Skill dan Remaja di tingkat SLTP,  menoreh secercah harapan besar untuk diwujudkan dan dilanjutkan melalui program diseminasi ”Good Practice” pasca program ini berakhir, terutama bagi kabupaten dan kota yang belum terjamah oleh program DBE.

Lokakarya keberhasilan DBE dan diseminasi ”Good Practices” dimeriahkan dengan pameran,diskusi, dan studi lapang di sekolah-sekolah binaan DBE yang ada di Kota Makassar. Peserta yang terdiri dari unsur Dinas Pendidikan propinsi dan kabupaten atau kota, Departemen Agama kabupaten dan kota serta propinsi, BAPPEDA kabupaten/kota dan propinsi, DPRD kabupaten dan kota unsur Dewan Pendidikan kabupaten/kota dan propinsi.

Studi lapang atau kunjungan ke sekolah-sekolah binaan DBE yang tersebar di kota Makassar, mulai TK, SD/MI sampai SMP memberikan nuansa tersendiri bagi peserta lokakarya untuk berbagi pengalaman dan menimbah beberapa point penting keberhasilan DBE dan good practices yang terjadi selama dibina.

Salah satu sekolah binaan DBE 2 yang dikunjungi oleh beberapa stakeholder kabupaten dan kota serta dari Departemen Pendidikan Nasional, Ditjen PMPTK, Dr.Sediono,M.Si, dan Trias Subarkah dari Direktorat Pembinaan TK/SD, didampingi Arief  Sadiman dari DBE 2 Jakarta. Rombongan mengobservasi dan berdiskusi dengan pengurus yayasan, guru dan kepala sekolah TK Sulawesi Mamajang, dilanjutka ke SD Inpres Bertingkat Mamajang III dan PSBG Karya Mandiri Guru Kota Makassar.

Ada cerita menarik disela-sela kunjungan, ketika salah seorang rombongan bertanya kepada salah satu sekolah binaan bagaimana melakukan praktek terbaik?, dengan spontan kepala sekolah TK Sulawesi, Suriati mengungkapkan bahwa praktek terbaik itu adalah iklas dalam berkarya dan keinginan untuk berubah ke arah yang lebih baik, dengan wujud mensyukuri apa yang diberikan dan menjaga apa yang telah ada agar tetap lestari dan berkesinambungan. Program IAI TK yang dihibahkan DBE 2 memberikan banyak pembelajaran yang menarik bagi anak didik. Walaupun jumlah siswa kami hanya 26 orang, dan hanya satu orang guru status pegawai negeri, 2 orang guru sosial, tapi semangat dan keinginan untuk membimbing mereka tidak akan luntur ditengah hinga bingar kehidupan duniawi semata, unkapnya dengan yakin. Rombongan tersenyum manis sambil berujar, “luar biasa, semangat ternyata tidak selalu dapat diukur dengan rupiah”. Bagaimana caranya dengan jumlah siswa yang terbatas dapat membiayai dan mewujudkan program IAI dengan baik?, tanya salah seorang peserta. Dengan spontan pula ketua yayasan menjawab, kita lihat sendiri pak, buktinya!. Alhamdulillah,semua berjalan dengan baik”, dengan nada dan mimik serius.

Rombongan study Lapang peserta Lokakarya keberhasilan DBE di memberikan penghargaan di TK Sulawesi

Rombongan studi lapang peserta Lokakarya keberhasilan DBE memberikan penghargaan di TK Sulawesi-Mamajang Kota Makassar

Rombongan studi lapang peserta lokakarya yang disaksikan, Arif Sadiman (DBE2 Jakarta) sedang mencoba mengakses internet di PSBG Karya Mandiri Guru-Mamajang

Rombongan studi lapang peserta lokakarya yang disaksikan, Arif Sadiman (DBE2 Jakarta) sedang mencoba mengakses internet di PSBG Karya Mandiri Guru-Mamajang Kota Makassar

IIWC, SCI dan NICE Berbagi Pengalaman di PSBG Dwarawati Blora.

Sabtu, 8 Agustus 2009 di PSBG Dwarawati merupakan pertemuan KKG yang sangat istimewa dikarenakan  di tempat tersebut  kedatangan tamu  dari beberapa negara Asia dan Eropa.

Tepat jam 09.00 WIB di ruangan  PSBG  yang tidak  begitu luas  para relawan  muda yang berasal  dari Indonesia, Slovenia, Perancis dan Jepang  datang untuk  sharing dan berbagi pengalaman  dengan warga gugus Abu Umar di acara KKG  Sabtu pagi tersebut.

Kedatangan  mereka ini sungguh suatu  kebanggaan   bagi kami  warga gugus , mengingat begitu  padatnya  acara mereka di Blora masih mau menyempatkan  waktu untuk datang  berbagi  dan bertukar pengalaman dengan kita.

Hal ini  tidak lepas dari upaya dan peran serta dari Ibu Sumarsih dalam menjembatani antara IIWC dan PSBG agar  acara sharing  bersama ini menjadi agenda  tetap  setiap tahunnya.

12 relawan muda ini berasal  dari berbagai negara dan biasanya di setiap negara memiliki organisasi kerelawanan  seperti IIWC of IPPA /PKBI yang ada di Indonesia. Di Jepang  (NICE), Slovenia (SCI) dan masih ada 14 negara lagi  yang semuanya merupakan bagian dari AEYVE ( Asia-Europe Young Volunteer Exchange/Kemah Internasional untuk organisasi  Relawan di Asia dan Eropa ).

Untuk di Indonesia sendiri  IIWC didirikan pada bulan September 1999  di Semarang . Kenapa di Semarang ? Karena dalam sejarahnya suatu organisasi relawan yang bekerjasama dengan asing  pada th 1999  NICE dari Jepang) adalah  PKBI /Perkumpulan Keluarga Berencana  Indonesia atau IPPA (Indonesian Planned Parenthood Association of  central Java) yang berkantor di Jl. Jembawan no. 8  Semarang.  Inilah   yang menjadi cikal bakal IIWC di Indonesia.

Ke dua belas relawan yang datang ke PSBG  Sabtu  kemarin  : 5  perwakilan dari IIWC, 3 dari Jepang (NICE), 2 dari Perancis dan 2 dari Slovenia (SCI). Mereka berada di Blora  sejak  tanggal , 5  Agustus dan berencana sampai   18 Agustus 2009.

Aktivitas mereka ini biasanya hanya dilaksanakan  pada masa libur musim panas antara bulan Juli Agustus  atau masa libur  sekolah , karena mereka sebagian  besar memang masih berstatus sebagai mahasiswa.  Seperti misalnya ,relawan dari Jepang  Iori, Miza dan Aki  , dari Perancis Juli mereka masih berstatus mahasiswa berumur berkisar 20 s/d 23 tahun. Hanya Saso dan Maya  yang berasal dari Slovenia adalah seorang Insinyur Mesin dan Dokter.

IMG_0355Foto bareng  selepas  acara 

Tujuan dari organisasi nirlaba ini  adalah , diantara mereka yang berasal dari berbagai negara ini  dapat membangun “ Networking” (Jejaring) untuk mempererat Solidaritas Internasional,  demikian paparan yang disampaikan oleh Vieka dan Erlyn mahasiswa dari UNDIP Semarang yang dalam hal ini  berkedudukan  sebagai  Leader dan Co Leader untuk kegiatan di Blora ini.

Acara sharing di PSBG Dwarawati , diisi dengan  berbagi pengalaman dan  tukar informasi tentang masalah pendidikan  di masing masing negara mereka,  yang pada intinya  hampir sama , jenjang pendidikan  ditempuh mulai TK/Kindeergaten, SD, SMP/ Elementary, SMA dan Universitas. Hanya saja di Jepang jenjang pendidikan SMP dan SMA  nya hanya di tempuh 2 tahun.Lain lagi di Slovenia  yang membuat iri kita, karena di negara ini semua  biaya pendidikan mulai dari  tingkat dasar sampai jenjang perguruan tinggi semua menjadi tanggungan pemerintah alias g r a t is . Orang tua dalam hal ini ikut kontribusi dalam  membelikan buku- buku paket dan buku  untuk referensi  saja.

IMG_0349Tekun  berlatih Origami

Setelah tukar pengalaman , acara dilanjutkan  dengan berbagi ketrampilan: Origami, tentu    kita tidak asing lagi , seni melipat kertas dari Jepang ini menjadikan acara KKG paling mengasyikkan , Lipatan  ”Pakunco dan Fushen” Fimo” sejenis plastisin yang dapat di bentuk kemudian kalau di oven akan menjadi mengeras seperti batu dari Perancis serta anyaman tali  dan manik-manik  untuk accesories/Souvenir dari Slovenia  . kesemuanya itu menjadi kenang-kenangan yang indah  dan tak terlupakan bagi warga  gugus dan PSBG Dwarawati.

IMG_0336“Seru juga!  acara  melipat dan menggunting  kertas ini, tak ada bedanya seperti  kalau mengajari anak-anak kita”.   

Tak terasa waktu berlalu , yang dalam rencana sedianya hanya 2 jam  akhirnya molor jadi 4 jam. Kalau saja tamu kita ini tidak sedang di tunggu   di lain tempat  yang sudah di jadwalkan.  Saya percaya  di PSBG Dwarawati  Sabtu kemarin akan  mencapai rekor jam KKG terlama, karena bila diteruskan rasanya sampai malampun  waktu tidak akan terasa..

Terima kasih , adik-adik relawan !!! kami tunggu kedatangan  kalian kembali di tahun depan. ….. Sayonara  ….!!!!!

 

Di tulis : Ninik  ( PSBG Dwarawati Blora – Jawa Tengah )

 

SERAH TERIMA JABATAN KEPALA UPTD KECAMATAN BLORA

Cuaca cukup cerah saat saya tiba di komplek SKB pagi tadi. Kegiatan belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Blora terlihat sangat ramai  saat rehat belajar mengajar, beragam aktivitas  yang dilakukan  para siswa, sepertinya tidak sedikitpun mengganggu  acara penting yang sedang  berlangsung  di aula SKB tersebut. Hal ini  mungkin di sebabkan  karena  area komplek SKB  yang  luas, dan jarak antara  Aula / gedung  dengan lokal-lokal klas yang dipakai untuk KBM  cukup jauh.

IMG_0302Jajaran Muspika  dan Pengawas TK/SD  yang hadir dalam acara Serah Terima Ka UPTD  Kec. Blora

Pagi tadi , Senin, 3 Agustus 2009 , merupakan  moment penting bagi kita semua , di jajaran pendidikan kecamatan Blora pada umumnya,  untuk Bp.Sugeng Suprapto,S.Pd. dan Bp.Sarmin , S.Pd. khususnya.

IMG_0300Ka UPTD Bpk Sugeng Suprapto,S.Pd.(kanan) dan Bpk Sarmin,S.Pd (kiri) Ka UPTD yang baru masing-masing bersama istri. 

Serah Terima Jabatan Kepala UPTD Kecamatan Blora, dari pejabat lama Bp.Sugeng Suprapto,S.Pd. yang telah memasuki  masa pensiun per 1 Juli 2009 ini digantikan oleh Bp.Sarmin,S.Pd. yang sebelumnya menjabat sebagai pengawas TK/SD untuk Dabin VI di wilayah kecamatan Blora.

Acara serah terima  dihadiri dan disaksikan oleh jajaran MUSPIKA  yakni, Bp Danramil, Kapolsek, Camat , serta Pengawas TK/SD  Dabin I s/d V dan Seluruh Kepala Sekolah TK/SD se kecamatan Blora, acara di mulai pada pukul 09.00 dan berakhir pukul 12.00 WIB.

Semua  pelaksanaan serah terima berjalan dengan tertip dan lancar dengan diawali  dengan  :

  •       Pembacaan Surat keputusan Serah Terima Jabatan.
  •       Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan           
  •       Sambutan – sambutan :
  1.       Bp.Drs.Soedarto sebagai perwakilan dari para undangan
  2.       Bp.Sugeng Suprapto,S.Pd
  3.       Bp.Sarmin, S.P
  4.       Bp. Camat  Kec. Blora

Perhelatan kali ini di tutup dengan  acara ramah – tamah  dan hidangan makan siang dengan diiringi  oleh alunan suara merdu dari Bapak dan Ibu Kepala Sekolah yang hadir.

“SELAMAT  BERBAHAGIA BAPAK SARMIN,S.Pd BESERTA KELUARGA !!” DAN SELAMAT  MENGEMBAN TUGAS /AMANAH YANG BARU.

SEMOGA  DIBAWAH ARAHAN  BAPAK, LAJU PENDIDIKAN  DI KECAMATAN BLORA  SEMAKIN  MAJU  DAN KREDIBEL. AMIIIN !!!!!!