PELATIHAN DISEMINIASI PROGRAM ‘PAI” TK DBE2 DI PSBG STUDY CENTER PADANG HULU TEBINGTINGGI

Tebingtinggi, Apa kabar PSBG

Pelatihan diseminasi Program Audio Interaktif ( PAI) dilaksanakan di PSBG ( Pusat Sumber Belajar Gugus) Study Center Kecamatan Padang Hulu Kota Tebingtinggi selama 2 hari Rabu – Kamis ( 18-19/11).

Pelatihan ini dibuka oleh Pengawas SD/ TK & RA Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi Dra. Hj. Ernawati Siregar didampingi Salmon Tambunan, selaku kordinator TK Sumatera Utara , Ismail S.Pd.I Penatar inti gugus Padang Hulu, serta Henny Rismana, S.Pd.I Kepala TK Permata Hati 2 Tebingtinggi.

Pada pembukaan Ibu Ernawati selaku pengawas SD, TK& RA di Tebing tinggi sangat antusias dan mendukung program DBE2 khususnya untuk Program Taman Kanak-kanak dan PAUD dan mengucapkan terimakasih kepada DBE2 Sumatera utara yang telah mendukung pelatihan diseminasi ini. Lebih lanjut Ibu Ernawati menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti 20 guru TK B dan 11 Kepala TK / RA di gugus Padang hulu.

Salmon Tambunan, selaku instruktur pada pelatihan ini menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mempelajari bagaimana menggunakan materi/bahan-bahan Paket PAI ( Program Audio Interaktif) meliputi program PAI, poster, lembar kerja, kartu angka, kartu huruf dan panduan guru, bagaimana membuat alat peraga murah yang dapat digunakan selama progrram dan mendiskusikan bagaimana mengimbaskan program PAI di TK-TK atau PAUD yang ada di kecamatan Padang Hulu terlebih-lebih memanfaatkan barang-barang PAI yang ada di PSBG ( Pusat Sumber Belajar Gugus) ujar Tambunan.

Adapun materi pelatihan yang disampaikan kepada guru-guru TK/RA dan Kepala TK/ RA diantaranya presentasi tentang PAI, Struktur Program PAI, Demonstrasi penggunaan CD Player, Pembuatan Alat Peraga Murah untuk mendukung program PAI dan Simulasi mengajar program PAI kepada 10 anak TK dari Taman Kanak-Kanak Sri Dirgahayu yaitu : Alhakim Siregar, Dito Arya Nugraha, Anggi Indah Carera, Sandra Vanya, Donni Helmi, Riduan Tanjung, Mutia Saragih, Widia Sabila, Rofii Efendi Lubis dan Alvin Rizky.
Di sela-sela pembuatan alat peraga murah para peserta sangat antusias membuat alat peraga yang telah disampaikan oleh isntruktur kepada peserta yang terdiri 4 kelompok yaitu Kelompok Tulip membuat Alat peraga mengurutkan dan menggambar seri, Kelompok Melur membuat Cap tangan dan Puzzle, Kelompok Dahlia membuat Play Dough ( lilin mainan) dan Menjahit dan meronce, dan Kelompok Melati Bermain dengan huruf dan anggka serta bentuk-bentuk geometris.

Dra. Hj. Ernawati Siregar selaku pengawas TK/SD di Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi sangat memberikan perhatian yang sangat baik dan beliau menyempatkan menyapa para peserta yang sedah asyik membuat alat peraga yang pemenangnya diberikan panitia hadiah yang sifatnya memacu semangat peserta untuk berkreasi dan berlomba dengan serius tapi santai. Ernawati menyampaikan semoga setelah pelatihan ini para guru dan kepala TK dapat menduplikasikan program PAI dan dapat memanfaatkan PSBG sebagai wadah untuk mengembangkan diri khususnya untuk guru-guru TK / RA di Tebing tinggi dan menyampaikan terima kasih kepada DBE2 Sumatera Utara yang telah mendukukng program ini ujarnya kepada Apa Kabar PSBG.

Pelatihan yang berlangsung selama 2 hari ini dipandu oleh Ismail, Salmon Tambunan dari DBE2, Dra. Hj. Ernawaty Siregar dari Dinas pendidikan dan Henny Rismana dari TK Mitra DBE2 di gugus Padang hulu.
Pelatihan ini diakhiri dengan photo bersama dan saling salam-salaman dengan harapan program PAI dapat diimplementasikan di gugus Padang hulu yang belum binaan DBE2. Semoga. !! ( Salmon)
ibu-ernawati-siregar-dari-dinas-pendidikan-kota-tebingtinggi-sedang-mendampingi-peserta-pada-saat-pembuatan-alat-peraga-murah-untuk-program-pai

Iklan

DBE… MENGATASI MASALAH TANPA MASALAH

Komputer itulah yang selalu menjadi awal pembicaraan obrolan kita saat ini, dengan komputer segala pekerjaan pasti akan cepat selesai dan hasilnya pasti memuaskan, itulah tuntutan kebutuhan, kata seorang yang sudah terbiasa pekerjaannya selalu menggunakan komputer.Pembelajaran di SD saat ini sudah mulai mengenalkan Pembelajaran menggunakan ICT terbatas. selengkapnya klik disini

Hibah Televisi dari Wali Murid

Hibah Televisi untuk SD Negeri Kebonkliwon, Purworejo

Sekolah Dasar Negeri Kebonkliwon terletak di Dusun Rowo Desa Kedungpucang Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, merupakan salah satu SD Binaan DBE.Tahun Pelajaran 2008/2009, dengan jumlah siswa 112.
Pada tahun pelajaran 2008/2009, SD. Negeri Kebonkliwon mendapat Hibah berupa satu unit TV Polytron 21 inch, satu unit antenan Parabola, dan satu unit DVD Player seharga Rp 2.725.000,00 ( dua juta tujuh ratus dua puluh lima ribu rupiah ) dari wali murid SD. Negeri Kebonkliwon. Hibah tersebut bersifat suka rela dari wali murid SD Negeri Kebonkliwon tanpa paksaan dari pihak luar maupun dari pihak sekolah.

Penyerahan hibah tersebut dilakukan bersamaan dengan rapat pleno wali murid SD Negeri Kebonkliwon pada hari Sabtu tanggal 10 Oktober 2009 oleh Ketua Komite SD Negeri Kebonkliwon Bapak Ngadat dan diterima oleh Kepala SD Negeri Kebonkliwon Bapak Sumpeno, S.Pd serta disaksikan oleh Pengawas TK / SD Dabin Gugus Dirgantara Bapak Drs. Riyadi Akhmad dan juga disaksikan oleh pengurus Komite sekolah yang lain. Harapannya pemberian hibah tersebut agar dimanfaatkan oleh sekolah untuk kepentingan belajar mengajar di SD Negeri Kebonkliwon.

Pendampingan Kunci Sukses Membangun Kemitraan dan Kebersamaan

IMG_0082

 

 

Aktifitas pembelajaran di kelas dalam suasana pendampingan

Program pendampingan menjadi inspirasi program DBE 2 unhtuk tetap eksis memberingan bantuan teknis. Pendampingan memberikan memberikan spirit bagi yang didampingi dan yang terdampingi. Sebagai sebuah program, pendampingan tidak hanya sekedar bertatap muka,saling memberi dan menerima, lebih dari itu merupakan momentum membangun hubungan emosional. Pendampingan adalah sebuah bentuk hubungan yang memungkinkan terjadinya proses berbagi keterampilan dan pengalaman baik professional, maupun personal yang mendorong proses tumbuh dan berkembang sepanjang proses yang terjadi. Pendampingan merupakan bentuk hubungan antar personal antara seseorang yang dipandang lebih berpengalaman atau lebih professional dan seseorang yang diposisikan masih kurang berpengalaman atau kurang professional.

Proses pendampingan didasarkan pada pemberian dorongan, komentar dan saran yang bersifat membangun, terlaksana dalam suasana keterbukaan, saling percaya dan saling menghargai, serta keinginan yang kuat untuk berbagi dan belajar satu sama lain. Keseluruhan proses dan semua aspek pendampingan terjadi karena hubungan yang terjalin antara pihak yang terlibat dalam pendampingan adalah hubungan yang sudah lama terbangun.

Baca lebih lanjut

DBE2 SUMATERA UTARA GELAR PELATIHAN ”DALI 3” DI PANGARIBUAN

Apa Kabar PSBG,

Untuk meningkatkan kualitas para pendidik di tingkat sekolah dasar di kecamatan Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara khususnya di bidang ICT dalam pembelajaran, DBE2 Sumatera Utara gelar pelatihan “DALI 3” (Development Active Learning with ICT) atau Pengembangan Pembelajaran aktif dengan Teknologi Informasi dan Komunukasi di Pusat Sumber Belajar Gugus ( PSBG) ABADI Pangaribuan , Senin – Rabu (9-11/11-09)

Pelatihan ini dibuka Oleh Sondang Sianturi mewakili Dinas Pendidikan UPTD Pangaribuan dan dalam arahannya mengatakan agar peserta pelatihan benar-benar mengikuti pelatihan dengan serius dan Stakeholder Pendidikan di Pangaribuan mengucapkan terimakasih kepada DBE2 yang telah membekali para guru dalam bidang ICT dan diharapkan dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
Sementara itu Kordinator Kabupaten Kota ( DLC) Salmon Tambunan, menyampaikan agar benar-benar memanfaatkan pelatihan-pelatihan yang diberikan DBE2 dalam pembelajaran dan sekaligus berlatih di PSBG karena sudah ada fasilitas yang dapat digunakan oleh seluruh warga gugus Pangaribuan setelah mengutamakan sekolah binaan terlebih dahulu.”bapak-ibu tidak perlu takut untuk meningkatkan kemampuan ICT nya karena sekarang di gugus Pangaribuan sudah ada PSBG yang dilengkapi dengan perangkat ICT namun barang –barang ini seharusnya dimanfaatkan dengan baik dalam peningkatan pendidikan di gugus Pangaribuan”, ujar Tambunan pada saat pembukaan.
Kordinator ICT DBE2 Sumatera Utara Yasir Siregar beserta tim instruktur Martua Manik, Dian Hariyanto, Salmon Tambunan, dan MTT Pangaribuan Banguntua Gultom serta Makmur Hasibuan, menyampaikan banyak hal yang dapat diperoleh dari pelatihan ini misalnya kerjasama dalam tim yang dapat diterapkan dalam pembelajaran misalnya menggunakan Handycam, camera digital, membuat grafik, membuat power point museum digital dan tantangan komputer.
Pada Sesi tantangan komputer peserta asyik bekerja bersama untuk memecahkan soal-soal yang dipandu oleh Salmon Tambunan. Mereka sangat serius dalam pembelajaran dan tidak ada waktu yang terbuang ujar peserta disela-sela pembahasan sesi.
Salah seorang peserta yang ditemui di ruang pelatihan Darwin Gultom sekaligus ketua PSBG ABADI mengatakan terimakasih banyak kepada DBE2 yang telah memberikan pelatihan kepada guru-guru dan mengharapkan peserta terus berlatih dalam di PSBG Abadi Pangaribuan, ungkapnya pada akhir sesi. (salmon)
peserta-dali-3-di-pangaribuan1

Ice Breaking komunikasi

Dalam sebuah organisasi arau institusi komunikasi merupakan hal utama yang harus dijakankan dengan baik. Kesuksesan suatu program akan sangat tergantung dari komunikasi yang efektif dan lancar yang dilakukan oleh para pihak yang tergabung dalam organisasi itu.

Menafsirkan gambar

Menafsirkan gambar

Berikut ini adalah sebuah game sekaligus memberikan analogi bagaimana pengaruh komunikasi terhadap pencapaian tujuan organisasi/ institusi. Adapun langkah-langkah game-nya adalah sebagai berikut:

  1. Bentuklah peserta pelatihan menjadi kelompok-kelompok.
  2. Peserta diminta untuk memilih 1 orang yang paling pandai menggambar dan satu orang yang paling cerdas.
  3. Setiap orang yang ditunjuk sebagai ahli menggambar, dipersilahkan maju untuk menggambar sesuatu yang menunjukkan visi atau motivasi kelompok, misalnya menggambar matahari sebagai gambaran bahwa kelompok tersebut akan memberikan pencerahan kepada semua orang yang ada di dunia ini.
  4. Setelah selesai menggambar,  separoh ahli lukis dipersilahkan keluar ruangan. Sedangkan separoh yang lainnya dipersilahkan kembali kekelompok untuk menjelaskan apa makna gambar yang telah mereka buat tersebut.
  5. BACA SELENGKAPNYA DI SINI

Membuat Sendiri Antena Wireless untuk Terkoneksi dengan Jaringan ClusterNet

33

Contoh antena wireless yang dibuat memanfaatkan tempat penggorengan (wajan) bekas

DBE2 USAID telah melakukan ujicoba pengembangan jaringan komunikasi Internet dan lokal gugus yang disebut dengan ClusterNet di empat gugus binaan di propinsi Jawa Tengah. Sebentar lagi akan banyak pula PSBG di seluruh Indonesia yang akan mengembangkan jaringan komputer gugus seperti ini lewat Hibah ICT Tahap 3. Berbagai inisiatif dan kreatifitas diharapkan dapat muncul untuk dapat menyediakan akses koneksi ke sekolah binaan ataupun diluar binaan yang berminat untuk tersambung kedalam jaringan lokal gugus memanfaatkan perangkat penerima (receiver) wireless yang murah.

Untuk membantu para staf teknis ICT di PSBG (khususnya yang telah memiliki ClusterNet) dalam menyediakan perangkat penerima sinyal wireless murah untuk sekolah-sekolah, kami menyediakan berbagai link bacaan tentang langkah pembuatan antena wireless murah meriah memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar kita.

Berikut merupakan berbagai tutorial pembuatan antena dari bahan murah dari Pak Goen yang dapat Anda pelajari dan praktekkan sendiri :

  1. Antena Wajanbolic
  2. Antena Kaleng Roti/Susu
  3. Antena Potongan Kaleng
  4. Antena Pancibolic
  5. Antena Wajanbolic AP
  6. Antena Kaleng USB
  7. Antena Kaleng USB Modif

Kami juga menyediakan buku pembuatan antena wireless tulisan dari Pak Goen dan Onno W. Purbo yang dapat secara gratis Anda download disini :

  1. Membuat Homebrew Antena 2.4 GHz Sendiri (Karya Pak Goen)
  2. Workshop Antena Homebrew (Karya Onno W. Purbo)