Wawancara antara aku dan pecahan batu kecil di depan sekolah

aku dan pecahan batu kecil

Pada tanggal 1-4 Desember yang lalu ada pelatihan Intel Teach di Gugus Kendalisada Kabupaten Purworejo. Sebelum masuk tempat pelatihan mendadak mata saya tertuju pada sebuah pecahan batu kecil di depan sekolah sebesar ibu jari. Setelah saya amati ternyata batu ini berbeda dengan batu-batu lain disekitarnya. Pecahan batu kecil ini ternyata merupakan sebuah batu putih pecahan dari meteor yang mungkin ribuan tahun yang lalu telah jatuh di bumi. Melihat bekas pecahannya, tampak bahwa batu ini semua adalah batu agak besar dan sengaja dipecah menjadi 3 bagian yang tidak sama besar (tidak tahu apakah ini disengaja atau hanya kebetulan).

Terlintas dalam pikiranku untuk melakukan wawancara (imaginer) dengan batu kecil ini. Berikut wawancara saya dengan batu kecil tersebut:

  • Saya: “He batu kecil kenapa kamu bisa sampai di sini, dari manakah asal kamu?’
  • Batu kecil: “Halo, aku berasal dari puncak sebuah bukit yang berada di sebelah utara Kota Purworejo yang bernama bukit Panungkulan. Saya sampai di sini karena dibawa oleh truk untuk membangun sebuah jalan di kecamatan gebang ini.”
  • Saya: “Loh, kenapa kamu tidak di jalan dan menyatu dengan aspal. Justru kamu berada di depan sekolah yang tak seorangpun memperhatikan keberadaan kamu termasuk siswa dan para guru yang ada di sini?”.
  • Batu kecil: “Itulah yang aku sesali. BACA SELENGKAPNYA
Iklan

Menjadi Orang Kreatif Bagaimana Caranya?

Pelatihan Kreativitas

Kreatif adalah pencapaian daya nalar paling tinggi  yang tidak dimiliki oleh setiap orang. Kreatif diyakini hanya dimiliki oleh orang tertentu seperti James Watt, Einstein, Phytagoras, BJ Habibie, dan segelintir orang lainnya. Kreativitas sepertinya hanya bisa dimiliki oleh seseorang jika mendapat bakat sejak lahir atau dengan kata lain orang kreatif adalah sudah kehendak Tuhan. Benarka demikian?

Kreativitas adalah hasil pencapaian penalaran tingkat tinggi dengan menggabungkan antara fakta  dengan  imajinasi, antara sesuatu yang lazim dengan yang tidak lazim, dan mengasosiasikan sesuatu yang sebenarnya tidak ada korelasinya.

Dilihat dari devinisi kreativitas  di atas, maka untuk memiliki daya nalar yang kreatif  saya meyakini bahwa setiap orang bisa memiliki kemampuan tersebut. Semua orang bisa memiliki imajinasi yang kemudian dihubungkan dengan fakta yang ada. Semua orang juga mengasosiasikan sesuatu yang sebenarnya tidak masuk akal sebagai mana hubungan antara anting-anting dengan HP. Semua orang juga sebenarnya sering memikirkan hal-hal yang tidak lazim seperti bagaimana manusia bisa terbang, atau bisa hidup di dalam air.

Sekarang tinggal bagaimana mengoptimalkan potensi yang sudah dimiliki tersebut untuk menjadi sebuah kenyataan yaitu manusia kreatif. Berikut akan saya berikan tips melatih otak menjadi kreatif. Pelatihan ini bisa dilakukan kapan saja dan dalam acara apa saja, Sebab tidak butuh waktu lama dan tidak memerlukan sesi khusus. Latihan kreativitas ini bisa juga dijadikan sebagai energizer atau ice breaking untuk menghangatkan suasana pelatihan.

Langkah-langkahnya kreativitas adalah sebagai berikut: KLIK DI SINI

Menggagas PERPUSDA menjadi tempat wisata

Perpustakaan sebagai tempat wisata

Konsep perpustakaan sebagai tempat belajar masyarakat nampaknya perlu dikemas ulang dengan lebih mendekatkan diri dengan kebutuhkan masyarakat. Kabutuhan masyarakat untuk membaca ditengarai masih sangat memprihatinkan. Bukan saja itu terjadi pada masyarakat petani pedesaan yang memang keseharian hidup mereka jauh dari buku, namun rendahnya minat baca juga terjadi pada kalangan pegawai menengah keatas yang notebene pekerjaan mereka sehari-hari bergulat dengan buku. Nampaknya membaca belum menjadi kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain kehidupan masyarakat akan hiburan semakin hari semakin meningkat. Hal ini bukan saja dirasakan oleh kalangan masyarakat menengah ke atas, namun juga menggejala pada kehidupan masyarakat kalangan bawah. Lihat saja setiap kali liburan tiba, bisa dipastikan tempat-tempat wisata menjadi tempat favorit bagi mereka untuk berkumpul dan bersantai. Bahkan bukan saja tempat-tempat wisata, namun juga tempat-tempat santai seperti alun-alun, kedai makan, pegunungan dan sebagainya juga menjadi tempat favorit keluarga untuk melepaskan lelah setelah sepekan bekerja.

Selain itu tempat bermain juga menjadi tempat yang sangat diminati keluarga untuk berlibur. Bagaimana dengan PERPUSDA?

PERPUSDA yang seharusnya Baca selengkapnya