Menggagas PERPUSDA menjadi tempat wisata

Perpustakaan sebagai tempat wisata

Konsep perpustakaan sebagai tempat belajar masyarakat nampaknya perlu dikemas ulang dengan lebih mendekatkan diri dengan kebutuhkan masyarakat. Kabutuhan masyarakat untuk membaca ditengarai masih sangat memprihatinkan. Bukan saja itu terjadi pada masyarakat petani pedesaan yang memang keseharian hidup mereka jauh dari buku, namun rendahnya minat baca juga terjadi pada kalangan pegawai menengah keatas yang notebene pekerjaan mereka sehari-hari bergulat dengan buku. Nampaknya membaca belum menjadi kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain kehidupan masyarakat akan hiburan semakin hari semakin meningkat. Hal ini bukan saja dirasakan oleh kalangan masyarakat menengah ke atas, namun juga menggejala pada kehidupan masyarakat kalangan bawah. Lihat saja setiap kali liburan tiba, bisa dipastikan tempat-tempat wisata menjadi tempat favorit bagi mereka untuk berkumpul dan bersantai. Bahkan bukan saja tempat-tempat wisata, namun juga tempat-tempat santai seperti alun-alun, kedai makan, pegunungan dan sebagainya juga menjadi tempat favorit keluarga untuk melepaskan lelah setelah sepekan bekerja.

Selain itu tempat bermain juga menjadi tempat yang sangat diminati keluarga untuk berlibur. Bagaimana dengan PERPUSDA?

PERPUSDA yang seharusnya Baca selengkapnya 

Satu Tanggapan

  1. Bgus,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, idenya………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: