Alat Peraga Murah: Pemantik Api

Dari energi cahaya matahari, kita dapat menghasilkan api. Cara yang paling mudah menghasilkan api dari cahaya matahari adalah dengan mengumpulkan berkas-berkas cahaya matahari tersebut ke satu titik menggunakan lensa.Kita dapat membuat alat peraga murah untuk menunjukkan prinsip pembuatan api dari cahaya matahari dan menggunakannnya dalam pembelajaran.

Para guru di PSBG Dirgantara yang berada di Kecamatan Bener Kapupaten Purworejo telah menciptakan alat peraga semacam ini. Mereka menyebutnya: Pemantik Api. Berikut gambaran umum dan cara pembuatan alat peraga tersebut.

Catatan: Tulisan mengenai alat peraga murah Pemantik Api ini dikutip dari WIYATA Newsletter Edisi 7- Juli 2010.

Iklan

Guru Mitra DBE2 Berhasil Mendapatkan Penghargaan Pada Ajang Kompetisi Video Pembelajaran Tingkat Nasional

 

Para guru mitra DBE2 menerima penghargaan video terbaik pada acara Dies Natalies ke-1 STKIP Kebangkitan Nasional di Jakarta

 

Inisiatif dan kreatifitas dari para guru di SDN Tangkisan Pos, Jogonalan, Klaten akhirnya membuahkan hasil manis. Sekolah mitra DBE2 ini merupakan salah satu sekolah yang mengikuti program pendampingan berbasis sekolah untuk menerapkan pembelajaran aktif dengan satu komputer yang diselenggarakan DBE2 USAID beberapa waktu yang lalu. Lewat program pendampingan dan program DBE2 USAID lain, para guru di gugus berhasil mendapatkan kompetensi baru di bidang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) sehingga mampu untuk memproduksi bahan ajar video (video pembelajaran) yang dapat digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar.

Setelah mendapatkan informasi tentang kompetisi video pembelajaran tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Sampoerna School of Education bekerja sama dengan Education Development Center dan Microsoft Partner in Learning, yang diumumkan juga dalam website ini, akhirnya mereka memutuskan untuk ikut serta dan mulai memproduksi video pembelajaran dengan tangan mereka sendiri. Dengan memanfaatkan dukungan dari Pusat Sumber Belajar Gugus berupa handycam yang ada disana, mereka memproduksi sendiri video pembelajaran di sekolah tanpa bantuan seorang profesionalpun. Jadi hasil karya ini murni diproduksi oleh para guru yang ada di sekolah. Baca lebih lanjut