Hampir Seluruh SD/MI di Daerah Terpencil sudah Memiliki Laptop: Cerita Menarik dari Diseminasi Pelatihan DALI di Wonosobo

Sebanyak 62 guru dan 31 kepala sekolah dari 31 SD/MI di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah mengikuti diseminasi pelatihan Developing Active Learning with ICTs (DALI) baru-baru ini. Selain itu, pelatihan yang diselenggarakan oleh UPT Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Leksono ini juga diikuti oleh 3 pengawas TK/SD. Kegiatan yang bertempat di Aula KPRI Mardi Siswa I Kecamatan Leksono ini difasilitasi oleh Carwoto, Khusnul Aflah dan Fitria Hima Mahligai. Ketiganya dari bidang pelatihan ICT DBE 2 Jawa Tengah.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program diseminasi paket-paket pelatihan DBE 2 yang gencar dilakukan oleh dinas pendidikan setempat. Dalam sambutan ketika membuka pelatihan ini, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, Drs. Mustangin, M.Si mengatakan bahwa  anak-anak sekolah dasar saat ini sangat cepat merespon perkembangan teknologi. “Mereka sudah tidak gagap lagi menggunakan Hand Phone (HP), bahkan internet” begitu ujarnya. Oleh karena itu, dia berharap guru-guru di Wonosobo secara perlahan mulai belajar teknologi, salah satunya komputer. Hal ini bertujuan agar guru betul-betul bisa menjadi teman yang bisa mengarahkan anak dengan baik di tengah derasnya arus perkembangan teknologi. Lebih lanjut dia berharap selama tiga hari pelatihan, yakni  tanggal 20-22 Desember 2010, peserta mendapat wawasan sekaligus semangat baru tentang pemanfaatan ICT dalam pembelajaran.

Guru tidak Asing dengan Laptop

Ada cerita menarik di balik pelaksanaan pelatihan ini. Sebanyak 31 SD/MI yang terlibat dalam pelatihan ini ternyata sudah memiliki laptop. Mereka (sekolah) sudah menyadari betapa pentingnya laptop untuk kemajuan pendidikan di sekolah mereka. Padahal kalau ditilik secara geografis , Kecamatan Leksono termasuk daerah terpencil, kurang lebih berjarak 20 km dari pusat kota Wonosobo.

“Kurang lebih sudah setahun ini kami memiliki laptop”, demikian kata salah satu kepala sekolah. Sehingga tidak mengherankan, guru tidak asing dengan laptop. Namun, ternyata mereka juga belum menyadari kemanfaatan komputer dalam pembelajaran di kelas. Alasannya klise, mereka belum mahir mengoperasikan komputer atau laptop. “Terus terang kami masih nol tentang pengoperasian komputer”, begitu ujar salah seorang peserta.

Selama mengikuti pelatihan ini, mereka mengaku terbuka wawasan dan ide mengenai pemanfaatan ICT dalam pembelajaran. Bahkan di akhir kegiatan, mereka mengaku sangat terkesan dengan pelatihan ini. “Melalui pelatihan ini, kami jadi mengenal model dan strategi pemanfaatan komputer terbatas dalam pembelajaran. Melalui pelatihan ini pula kami jadi lebih tahu bagaimana peran guru sebagai seorang fasilitator dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan memanfaatkan perangkat ICT”, demikian tutur Muchozin, S.Pd., Kepala Sekolah SDN  1 Pacarmulyo selaku wakil peserta dalam acara penutupan.

Ya, semoga kegiatan ini bermanfaat bagi Bapak dan Ibu Pahlawan Penuh Jasa!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: