Alat Peraga Murah : Kompor Alternatif

Sumber Energi Panas Alternatif

Sumber Energi Panas Alternatif

Alat Peraga Murah Sumber Energi Panas ini dibuat oleh PSBG Borobudur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dengan memanfaatkan kaleng dan limbah kayu, alat peraga ini dapat dijadikan pula sebagai sumber energi alternatif selain kompor minyak tanah.

Alat dan bahan yang digunakan :
Kaleng bekas roti, gunting, dua buah botol, dan limbah gergajian kayu (taen grajen)

Cara Pembuatan :

1. Sediakan satu buah kaleng roti
2. Lubangi kaleng tersebut bagian samping bawah sebesar botol Sprite dengan menggunakan gunting.

Cara penggunaan kompor alternatif :

1. Siapkan kaleng yang sudah dilubangi bagian sampingnya.
2. Masukkan sebuah botol dari lubang samping dan sebuah botol dari atas
3. Masukkan limbah gergajian ( taen grajen ) ke dalam kaleng tersebut.
tepat di tengah-tengah kaleng.
4. Tekan-tekan limbah gergajian didalam kaleng hingga padat.
5. Kalau sudah padat , ambil botol dari dalam kaleng sehingga terbentuklah
rongga udara dari samping tembus ke atas.
6. Ambil kayu kecil, nyalakan dan masukkan melalui lubang sebelah
samping, kemudian kompor alternatif siap digunakan

Ditulis oleh : Sarjono ( LRC Gugus Borobudur Banjarejo Blora )

Alat Peraga Murah : Kartu Domino Pecahan

dscf05342

Pada kenyataan yang dapat kita amati , hasil belajar matematika tidak sesuai dengan yang diharapkan . Banyak siswa yang kesulitan memahami konsep-konsep matematika yang mereka pelajari. Hal ini diperparah dengan sikap pasif karena menganggap apa yang dipelajari tidak ada kaitannya dengan kehidupannya sehari-hari/non kontektual.

Kartu domino pecahan sebagai media pembelajaran dapat dimanfaatkan oleh guru dan siswa dalam mengatasi pemahaman pecahan . Media ini juga dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran menulis dan membaca pecahan dengan gambar dan membandingkan pecahan yang berpenyebut sama. Media ini sangat sederhana, dan terkait dengan kehidupan sehari-hari.

Ditulis Oleh : Niniek (PBS Kabupaten Blora, Jawa Tengah)

Alat Peraga Murah : Meriah (Mentari Ceriah) Memberi Gairah Kehidupan

Manusia diberi akal pikiran untuk mengembangkan kreatifitas menjalani kehidupan di muka bumi ini. Hal ini yang mengilhami guru-guru MI Yaspi Sambungjawa, Kecamatan Mamajang Kota Makassar dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Alam ini penuh rahasia, dan ilmu tidaklah bertepi. Matahari sebagai pusat Tata Surya yang sepanjang tahun memancarkan cahayanya di negara tropis, seperti Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai alat peraga yang paling murah karena persediaannya selalu ada dan tak terbatas.

APM Meriah (Mentari Ceriah) sedang mekar

APM Meriah (Mentari Ceriah) sedang mekar

MI Yaspi Sambunjawa sebagai salah satu sekolah binaan DBE2 memanfaatkan momentum itu, untuk membuat dan menyiapkan Alat Peraga Murah (APM) dengan nama “Meriah (Mentari Ceriah)”, memberi gairah kehidupan bagi mahkluk hidup di muka bumi.

Alat dan Bahan: Gunting, kertas marmer, kawat, pipet, benang, lem, plastik minyak refill, bambu, cat dan pot plastik.

Cara Pembuatan:
1. Buat motif daun pada kertas marmer kemudian digunting.
2. Tempelkan pipet pada bagian bawah daun
3. Ikat kawat pada bambu untuk tempat daun dan plastik minyak refill yang digunting 2 x 6 cm.
4. Ikat benang pada ujung tangkai daun lalu hubungkan ke potongan plastik bekas minyak refill yang telah diolesi lem.
5. Tempelkan atau masukkan bambu ke pot plastik sebagai penyangga.
6. Letakkan bunga di bawah terik matahari maka daun akan terlihat segar atau bergerak seolah sedang mekar.

Kegunaan Alat:
Untuk membuktikan bahwa matahari merupakan sumber energi untuk proses fotosintetis (ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup), tumbuhan yang dikenai cahaya matahari, energi gerak hal-hal yang mempengaruhi gerak benda.

Kompotensi dasar yang ingin dicapai dalam pembelajaran Sains/IPA SD adalah: 1) Mengidentifikasi ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup; 2) Mengidentifikasi sumber energi dan kegunaannya.

Jika berminat, dapat mencoba membuat APM Meriah!

APM "Meriah" dipamerkan dalan ajang Festival APM PSBG "Karya Mandiri Guru"

APM "Meriah" dipamerkan dalan ajang Festival APM PSBG " Karya Mandiri Guru"

Murah Tetapi Bukan Murahan

Handayani Rasli, beraksi di depan peserta dengan APM "Mesin Hitung"

Handayani Rasli, beraksi di depan peserta dengan APM "Mesin Hitung"

Guru memiliki potensi yang luar biasa jika diasah dan digali terus-menerus. Potensi yang dimiliiki guru yang berkaitan kompetensi proses pembelajaran yang berkualitas dengan menggunaklan alat peraga adalah mutlak dimiliki. Setidaknya potensi yang dimiliki memberikan makna bagi nafas pembelajaran di sekolah. Kondisi Negara yang diterpa berbagai problematik memberikan dampak terhadap sendi-sendi kehidupan,tak terkecuali di dunia pendidikan.

Anggaran negara yang terbatas dan belum sepenuhnya memenuhi keinginan besar dari bangsa ini mewujudkan pendidikan berkualitas, tidak serta-merta menyurutkan semangat untuk tetap eksis di tengah-tengah krisis yang melanda berbagai negara. Tidak perlu berpikir jauh menrawang wujudkan dengan aksi di lapangan. Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) “Karya Mandiri” Guru Gugus 1 Mamajang, sebagai ujung tombak dan wadah mengembangkan dan mewujudkan kualitas pembelajaran, mengasah dan memberi spirit bagi guru-guru binaan DBE2, menguji talenta mereka dalam membuat Alat Peraga Murah (APM) melalui ajang lomba kreatifitas APM.

Baca lebih lanjut

Kalau Berat Sebelah, Nggak Imbang Dong….?

dsc040142Ditulis oleh : M. Hatta, Joko, dkk pada saat sesi menulis pada Roll Out Managemen Workshop di PSBG Sawojajar kecamatan Karanganom Klaten. Jawa Tengah.

Beraaaaaaaat…………! jerit Budi sambil menghampiriku, tanpa dikomando seribu pertanyaan langsung diberondongkannya padaku, pak kok beratnya minta ampun timbangan ini, sebenarnya terbuat dari apa sih pak ini ?, tanpa dikomando juga langsung kuajak budi mengamati timbangan tersebut dan menganalisa bahan timbangan yang pada dasarnya terbuat dari baja atau besi, bisa juga dari bahan lainnya misalnya alumunium.

Guna menganalisa lebih jauh lagi segera kuseret Budi hingga terperangkap di sadel motor menuju ke tempat pembuatan timbangan yaitu desa Batur. Sesampainya langsung kami amati……….. woooouw…….. ternyata berat sekali, mula-mula besi atau baja bekas nama kerennya rongsokan diolah menjadi bubur baja atau jenang baja kata mereka yang membuatnya, setelah terbentuk bubur baja segera cairan baja tersebut dituang dalam cetakan yang sudah berbentuk timbangan.

Baca lebih lanjut

Alat Peraga Murah : Rangkaian Paralel

Rangkaian Paralel

Alat Peraga Sederhana : Rangkaian Paralel

Alat Peraga Murah (APM) Rangkaian Paralel ini berguna untuk memperagakan kepada para siswa tentang bagaimana cara kerja rangkaian listrik secara paralel.

Alat dan Bahan :

  1. Paku
  2. Triplek
  3. Palu
  4. Lampu (bohlam kecil)
  5. Kabel
  6. Saklar
  7. Batere (1.5v, 2 buah)

Cara pembuatan :

Triplek atau papan di buat persegi panjang atau kotak,kemudian kabel di rangkai atau di solder dilekatkan dengan paku sesuai dengan bentuk yang kita inginkan sambungkan kabel dengan viting (tempat lampu )sesudah di solder masukkan lampu dan hubungkan dengan baterai.

Science is Fun

Siapa bilang belajar sience membosankan? Anda dapat melakukan percobaan sekaligus permainan ini bersama murid-murid anda, seperti ini langkahnya :

Siapkan sebuah sendok dan sebuah garpu. Upayakan sama beratnya antara kedua benda itu.

Langkah-langkah permainan:

  1. Peganglah sebuah sendok dengan posisi telungkup
  2. selipkan ke dalam garpu (menyusup di antara gigi garpu pertama dan terakhir)
  3. selipkan ujung batang korek api / tusuk gigi ke gigi garpu.
  4. tumpangkan tusuk gigi itu di atas bibir gelas. Sesuaikan letak tusuk gigi sampai sendok, garpu, dan tusuk gigi/ batang korek api bisa mencapai keseimbangan.
  5. nyalakan ujung bebas tusuk gigi/ batang korek api yang ada di dalam gelas.
  6. Amatilah apa yang akan terjadi ! permainan-2

Agar permainan menjadi menarik, sebaiknya tantanglah peserta pelatihan/ siswa barang siapa yang dapat mendirikan garpu hanya dengan tusuk gigi di bibir gelas? Berilah hadiah permen barang siapa yang bisa melaksanakannya. Dan bahaslah hasil percobaanya secara ilmiah. Namun jika dari seluruh yang hadir tidak ada yang bisa maka lakukanlah seperti urutan kegiatan di atas!

Ingin tahu Jawabannya? silahkan klik di sini

Pameran “APM” Aajang PSBG untuk Berkarya

Sibolga, ( Apa Kabar PSBG)

Saat ini sedang berlangsung kegiatan PSBG tingkat Nasional di Sawangan dimana para peserta perwakilan PSBG dari 7 Provinsi di Indonesia yang merupakan binaan DBE2.

Salah satu provinsi di Pulau Sumatera adalah Sumatera Utara yang mengikuti pertemuan akbar dan baru pertama kali di gelar kegiatan seperti ini.

Tim Sumut telah mengadakan penilaian dari 10 PSBG yang ada di Cohort 1 bebera bulan yang lalu dan telah di pilih 3 besar PSBG yang direncanakan akan mengadakan pameran: PSBG SAIYO SAKATO, Gugus Sibolga Kota, PSBG dari Lubuk Pakam, dan PSBG dari Tebing tinggi.

Sibolga kota secara khusus kegiatan ini merupakan pemacu semagat para guru dan pengurus PSBG untuk terus berkarya dan berkarya demi terwujudnya 4 fungsi PSBG. Tidak tanggung-tanggung Ketua PSBG, Sekretaris, Bendahara tidak ketinggalan juga sang DLC ikut mempersiapan segala sesuatunya untuk keberangkatan ke Sawanang walaupun sang DLC harus jaga gawan agar jangan kebobolan.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat dari Sibolga kota untuk terus berkarya dan berbuat demi tercapainya tujuan dari PSBG.

Kami yang disini di Kota Sibolga selalu berharap agar kiranya kami VINI, VIDI, VICI agar usaha-usaha selama ini tidak sia-sia tapi berbuah alias warna Hijau ( Penilaian Pencapaian PAKEM).

Sebagai masukan kepada panitia untuk tahun depan apabila kegiatan seperti ini kembali di gelar, para DLC terpilih mengikuti pameran mungkin boleh ikut jadi peserta agar semagat terus berkobar bak sedang di medan perang. Haaaaaaa

Horas,

Selamat berlomba dan berpameran.

Pameran "APM" Aajang PSBG untuk Berkarya

Sibolga, ( Apa Kabar PSBG)

Saat ini sedang berlangsung kegiatan PSBG tingkat Nasional di Sawangan dimana para peserta perwakilan PSBG dari 7 Provinsi di Indonesia yang merupakan binaan DBE2.

Salah satu provinsi di Pulau Sumatera adalah Sumatera Utara yang mengikuti pertemuan akbar dan baru pertama kali di gelar kegiatan seperti ini.

Tim Sumut telah mengadakan penilaian dari 10 PSBG yang ada di Cohort 1 bebera bulan yang lalu dan telah di pilih 3 besar PSBG yang direncanakan akan mengadakan pameran: PSBG SAIYO SAKATO, Gugus Sibolga Kota, PSBG dari Lubuk Pakam, dan PSBG dari Tebing tinggi.

Sibolga kota secara khusus kegiatan ini merupakan pemacu semagat para guru dan pengurus PSBG untuk terus berkarya dan berkarya demi terwujudnya 4 fungsi PSBG. Tidak tanggung-tanggung Ketua PSBG, Sekretaris, Bendahara tidak ketinggalan juga sang DLC ikut mempersiapan segala sesuatunya untuk keberangkatan ke Sawanang walaupun sang DLC harus jaga gawan agar jangan kebobolan.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat dari Sibolga kota untuk terus berkarya dan berbuat demi tercapainya tujuan dari PSBG.

Kami yang disini di Kota Sibolga selalu berharap agar kiranya kami VINI, VIDI, VICI agar usaha-usaha selama ini tidak sia-sia tapi berbuah alias warna Hijau ( Penilaian Pencapaian PAKEM).

Sebagai masukan kepada panitia untuk tahun depan apabila kegiatan seperti ini kembali di gelar, para DLC terpilih mengikuti pameran mungkin boleh ikut jadi peserta agar semagat terus berkobar bak sedang di medan perang. Haaaaaaa

Horas,

Selamat berlomba dan berpameran.

Pameran "APM" Aajang PSBG untuk Berkarya

Sibolga, ( Apa Kabar PSBG)

Saat ini sedang berlangsung kegiatan PSBG tingkat Nasional di Sawangan dimana para peserta perwakilan PSBG dari 7 Provinsi di Indonesia yang merupakan binaan DBE2.

Salah satu provinsi di Pulau Sumatera adalah Sumatera Utara yang mengikuti pertemuan akbar dan baru pertama kali di gelar kegiatan seperti ini.

Tim Sumut telah mengadakan penilaian dari 10 PSBG yang ada di Cohort 1 bebera bulan yang lalu dan telah di pilih 3 besar PSBG yang direncanakan akan mengadakan pameran: PSBG SAIYO SAKATO, Gugus Sibolga Kota, PSBG dari Lubuk Pakam, dan PSBG dari Tebing tinggi.

Sibolga kota secara khusus kegiatan ini merupakan pemacu semagat para guru dan pengurus PSBG untuk terus berkarya dan berkarya demi terwujudnya 4 fungsi PSBG. Tidak tanggung-tanggung Ketua PSBG, Sekretaris, Bendahara tidak ketinggalan juga sang DLC ikut mempersiapan segala sesuatunya untuk keberangkatan ke Sawanang walaupun sang DLC harus jaga gawan agar jangan kebobolan.

Namun hal itu tidak menyurutkan semangat dari Sibolga kota untuk terus berkarya dan berbuat demi tercapainya tujuan dari PSBG.

Kami yang disini di Kota Sibolga selalu berharap agar kiranya kami VINI, VIDI, VICI agar usaha-usaha selama ini tidak sia-sia tapi berbuah alias warna Hijau ( Penilaian Pencapaian PAKEM).

Sebagai masukan kepada panitia untuk tahun depan apabila kegiatan seperti ini kembali di gelar, para DLC terpilih mengikuti pameran mungkin boleh ikut jadi peserta agar semagat terus berkobar bak sedang di medan perang. Haaaaaaa

Horas,

Selamat berlomba dan berpameran.