Apresiasi Program Membaca di Kelas: Kisah Anak-Anak Sulsel (Bagian 2-Selesai)

Harapan besar dititipkan pada guru

Para guru dituntut untuk menyiapkan waktu berkualitas dalam pembelajaran di kelas awal. Pemanfaatan waktu di dalam pembelajaran tematik merupakan suatu bentuk bahasa cinta guru

kepada anak didiknya dengan memanfaatkan waktu bersama anak berkomunikasi tentang aktivitasnya sehari-hari, memasukkan nilai moral dan spiritual. Sehingga di masa mendatang, anak didik akan memiliki kemampuan membangun hubungan interpersonal yang baik dengan lingkungannya.

Salah satu strategi yang efektif untuk memberikan waktu yang berkualitas pada anak adalah melalui aktivitas membacakan cerita. Pada dasarnya semua anak sangat suka mendengarkan cerita, dan jadikanlah hal tersebut sebagai ritual untuk memulai aktivitas. Pada saat membacakan cerita, anak sudah terfokus dan berada dalam kondisi hypnosis. Bacalah cerita dengan intonasi yang tepat dan berimprovisasi menjadi tokoh yang ada dalam cerita tersebut, sehingga anak didik Anda menjadi larut dengan cerita yang disampaikan. Pada saat aktivitas bercerita tersebut, masukan sugesti yang positif yang akan direkam dipikiran bawah sadarnya. Sugesti tersebut harus menggunakan kalimat yang positif, singkat, padat dan jelas. Sugesti yang dimasukkan sebaiknya terkait dengan topik cerita yang disampaikan misalnya tokoh “Gori si Raksasa”. Baca lebih lanjut

Iklan

DBE 2 – USAID Jawa Tengah Dampingi Rintisan Pendidikan Jarak Jauh di IAIN Walisongo Semarang

IAIN Walisongo bekerjasama dengan DBE 2-USAID sedang merintis kelas online dalam Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Letter of Agreement (LoA) IAIN dengan DBE 2-USAID telah ditandatangani oleh Pgs Rektor IAIN Walisongo, Prof Dr Muhibbin M.Ag dengan Chief of Party DBE 2-USAID Michael Calvano, Ph.D pada tanggal 2 Desember 2010. Inti program ini adalah pengembangan Learning Management System (LMS) dan mendukung proses persiapan kelas online.

“Program ini sangat positif untuk pemanfaatan IT sebagai media pembelajaran di dunia maya” kata Dekan Tarbiyah, Dr Suja’i, M.Ag saat membuka Refreshment Pengembangan Kelas Online yang bertempat di Kampus II, Selasa (4/1) pagi tadi. Hadir sebagai narasumber dari DBE 2-USAID yaitu, Carwoto, Khusnul Aflah dan Fitria Hima Mahligai.

Rikza, salah satu panitia menuturkan bahwa sudah saatnya IAIN Walisongo mengimplementasikan PJJ untuk pembelajaran secara online. Untuk ujicoba, 9 dosen Tarbiyah telah mengikuti kursus pembuatan kelas online selama dua bulan. “Mulai semester depan kita akan coba terapkan di Fakultas Tarbiyah” tegas Suja’i. Setelah uji coba di Tarbiyah bisa berjalan lancar, nanti akan diterapkan di semua tiga Fakultas lainnya. Baca lebih lanjut

Dari Hari Anti Korupsi Sedunia, Unjukrasa, Hingga Menyebarkan Virus Membaca (Bagian 2-Selesai)

“Siapa yang bersungguh-sungguh akan meraih kesuksesan”

Tulisan pada bagian kedua ini sengaja penulis sampaikan setelah final sepakbola piala AFF (Asean Football Federation). Pertandingan final yang begitu dramatis dan menegangkan serta menyita perhatian seantero nusantara dan negara jiran, berakhir dengan melahirkan juara baru. Piala yang merupakan lambang supremasi sepakbola tertinggi kawasan Asia Tenggara digengaman kesebelasan Malaysia. Lalu apa hubungan antara sepakbola  dengan hari anti korupsi, demonstrasi dan menyebarkan virus membaca?.

Marilah kita menengok kebelakang, saat-saat Tim Nasional (Timnas) kita dan para pendukung yang begitu over euphoria dan confident ketika melibas lawan-lawannya di babak penyisihan di awal dan pertengahan bulan Desember yang lalu. Hampir di setiap kesempatan orang bercerita tentang Timnas, apatahlagi di media massa begitu gencar informasi kesuksesan Timnas di awal kompetisi itu, mulai berita olahraga sampai infotaiment tak henti-hentinya memanfaatkan momentum itu sebagi headline atau berita utama dan tak pelak lagi sepakbola membuktikan dirinya sebagai olahraga massal bercampur-aduk dengan politik (pro-kontra). Baca lebih lanjut

Hampir Seluruh SD/MI di Daerah Terpencil sudah Memiliki Laptop: Cerita Menarik dari Diseminasi Pelatihan DALI di Wonosobo

Sebanyak 62 guru dan 31 kepala sekolah dari 31 SD/MI di Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Propinsi Jawa Tengah mengikuti diseminasi pelatihan Developing Active Learning with ICTs (DALI) baru-baru ini. Selain itu, pelatihan yang diselenggarakan oleh UPT Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Leksono ini juga diikuti oleh 3 pengawas TK/SD. Kegiatan yang bertempat di Aula KPRI Mardi Siswa I Kecamatan Leksono ini difasilitasi oleh Carwoto, Khusnul Aflah dan Fitria Hima Mahligai. Ketiganya dari bidang pelatihan ICT DBE 2 Jawa Tengah.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari program diseminasi paket-paket pelatihan DBE 2 yang gencar dilakukan oleh dinas pendidikan setempat. Dalam sambutan ketika membuka pelatihan ini, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, Drs. Mustangin, M.Si mengatakan bahwa  anak-anak sekolah dasar saat ini sangat cepat merespon perkembangan teknologi. “Mereka sudah tidak gagap lagi menggunakan Hand Phone (HP), bahkan internet” begitu ujarnya. Oleh karena itu, dia berharap guru-guru di Wonosobo secara perlahan mulai belajar teknologi, salah satunya komputer. Hal ini bertujuan agar guru betul-betul bisa menjadi teman yang bisa mengarahkan anak dengan baik di tengah derasnya arus perkembangan teknologi. Lebih lanjut dia berharap selama tiga hari pelatihan, yakni  tanggal 20-22 Desember 2010, peserta mendapat wawasan sekaligus semangat baru tentang pemanfaatan ICT dalam pembelajaran.

Guru tidak Asing dengan Laptop

Ada cerita menarik di balik pelaksanaan pelatihan ini. Sebanyak 31 SD/MI yang terlibat dalam pelatihan ini ternyata sudah memiliki laptop. Mereka (sekolah) sudah menyadari betapa pentingnya laptop untuk kemajuan pendidikan di sekolah mereka. Padahal kalau ditilik secara geografis , Kecamatan Leksono termasuk daerah terpencil, kurang lebih berjarak 20 km dari pusat kota Wonosobo. Baca lebih lanjut

Workshop APM: Kerja Bareng DBE 2 Jawa Tengah – PT. Indominco Mandiri, Bontang

Pada tanggal 5 Desember 2010, DBE 2 Jawa Tengah mengirimkan fasilitatornya untuk mendukung sebuah program CSR (Corporate Social Responsibility) yang digagas oleh PT. Indominco Mandiri, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang wilayah operasionalnya meliputi Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kota Bontang. Program yang dimaksud adalah workshop Alat Peraga Murah (APM) yang diikuti oleh guru-guru sekolah binaan di sekitar perusahaan.

“Tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memperkaya pengetahuan guru cara membuat dan menggunakan alat peraga pembelajaran yang sederhana dan murah serta mudah dapat ditemukan di sekitar kita”, demikian kata Mardian Marsono, Kepala Seksi Pengembangan Sosial Departemen Community Relation perusahaan tersebut.

Lebih lanjut Mardian mengungkapkan bahwa  PT. Indominco Mandiri berharap setelah workshop ini guru-guru yang dilatih  mampu membuat dan menggunakan alat peraga pembelajaran murah di sekolah dan mampu menyebarluaskan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh untuk sesama guru. Lebih dari itu, sekolah tempat mereka bekerja mendukung guru untuk menghasilkan alat peraga pembelajaran murah secara mandiri yang akan digunakan dalam mengajar sehari-hari.

Peserta sedang asyik membuat Alat Peraga Murah untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia

Peserta sedang asyik membuat alat peraga pembelajaran murah untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia

Baca lebih lanjut

DALI Diminati (Juga) oleh Guru SLTP

Pelan namun pasti, penyebaran virus Developing Active Learning with ICTs atau yang sering disebut DALI di Jawa Tengah mulai meluas. Pada tanggal 22-23 November 2010 DALI didiseminasikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus  untuk 100 guru SD di gugus non binaan DBE 2. Kemudian, pada tanggal 1-3 Desember ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Blora juga meminta DBE 2 untuk melatihkan pembelajaran berbasis TIK. Sudah barang tentu, DALI menjadi paket yang diberikan kepada mereka.

Mengapa pelatihan ini diadakan? Disdik Blora memandang pentingnya seluruh guru di Blora, baik tingkat dasar maupun menengah, untuk menguasai  Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK.  “Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi saat ini, mau tidak mau guru harus mulai berbenah diri dengan mempersiapkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang TIK”, demikian pernyataan Winoto, SH., Kepala Disdik Blora dalam sambutannya di pembukaan pelatihan. Lebih dari itu, kepala dinas berharap dengan semakin meningkatnya perhatian pemerintah pada kesejahteraan guru, maka konsekuensinya guru  harus terus berbenah meningkatkan profesionalitasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Blora, Winoto, S.H sedang memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Blora, Winoto, S.H sedang memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan

Yang menarik, peserta pelatihan kali ini adalah guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang berjumlah 75 guru. Mereka terdiri dari guru mata pelajaran IPA dan Matematika. Bertindak sebagai fasilitator dalam pelatihan ini adalah, Carwoto, ICT Coordinator dan saya sendiri, Khusnul Aflah, selaku ICT Assistant DBE 2 Jawa Tengah.””

Baca lebih lanjut

Kemanfaatan PSBG setelah DBE 2 “Pergi”

Hampir seluruh Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) di Jawa Tengah sudah secara resmi diserahkan ke pemangku kepentingan, yakni Dinas Pendidikan. Di Kudus, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus  sudah menerima penyerahan PSBG ini pada tanggal 29 September 2010. Secara perlahan, Disdikpora mulai memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh PSBG sebagai pusat pertemuan, informasi, produksi dan pengembangan profesional guru.

Hal ini bisa terlihat dengan dimanfaatkannya dua PSBG sekaligus sebagai tempat pelatihan bagi guru-guru se-kabupaten, tentu selain guru binaan DBE 2. Seperti yang terjadi pada tanggal 22-23 November 2010, PSBG Ki Hajar Dewantoro PSBG Sukun menjadi tempat diselenggarakannya pelatihan Developing Active Learning with ICTs (DALI) untuk 100 guru SD di gugus non binaan DBE 2.

Keberadaan PSBG yang sudah dilengkapi dengan banyak alat peraga, sumber belajar serta perangkat TIK sangat bermanfaat bagi Dinas Pendidikan. “Disdikpora sangat terbantu dengan keberadaan PSBG ini. Kami sekarang tidak bingung  untuk sewa gedung sebagai tempat pelatihan, karena sudah ada PSBG yang sangat komplit perangkatnya” demikian kata Bambang Gunadi, Kasi TTNT Disdikpora Kudus yang juga Ketua Panitia Penyelenggara.

Teleconference saat Pembukaan Pelatihan

Dengan memanfaatkan  perangkat internet dan TIK yang ada di PSBG, pelaksanaan pembukaan pelatihan DALI di dua PSBG ini dilakukan secara jarak jauh. Adapun pembukaan berlangsung di PSBG Ki Hajar Dewantoro, sedangkan peserta di PSBG Sukun melihat dan mendengarkan melalui Teleconference. Sebagai apresiasi kepada DBE 2, acara pembukaan menghadirkan Vince P. Costa, PC DBE 2 Jawa Tengah. Selain itu, acara pembukaan juga dihadiri oleh Didik Hartoko, Kabid Dikdas Disdikpora Kudus.

Acara pembukaan pelatihan yang dilakukan secara Teleconference

Acara pembukaan pelatihan yang dilakukan secara Teleconference

Baca lebih lanjut