DALI Diminati (Juga) oleh Guru SLTP

Pelan namun pasti, penyebaran virus Developing Active Learning with ICTs atau yang sering disebut DALI di Jawa Tengah mulai meluas. Pada tanggal 22-23 November 2010 DALI didiseminasikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus  untuk 100 guru SD di gugus non binaan DBE 2. Kemudian, pada tanggal 1-3 Desember ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Blora juga meminta DBE 2 untuk melatihkan pembelajaran berbasis TIK. Sudah barang tentu, DALI menjadi paket yang diberikan kepada mereka.

Mengapa pelatihan ini diadakan? Disdik Blora memandang pentingnya seluruh guru di Blora, baik tingkat dasar maupun menengah, untuk menguasai  Teknologi Informasi dan Komunikasi atau TIK.  “Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi saat ini, mau tidak mau guru harus mulai berbenah diri dengan mempersiapkan pengetahuan dan ketrampilan dalam bidang TIK”, demikian pernyataan Winoto, SH., Kepala Disdik Blora dalam sambutannya di pembukaan pelatihan. Lebih dari itu, kepala dinas berharap dengan semakin meningkatnya perhatian pemerintah pada kesejahteraan guru, maka konsekuensinya guru  harus terus berbenah meningkatkan profesionalitasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Blora, Winoto, S.H sedang memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Blora, Winoto, S.H sedang memberikan sambutan pada pembukaan pelatihan

Yang menarik, peserta pelatihan kali ini adalah guru Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) yang berjumlah 75 guru. Mereka terdiri dari guru mata pelajaran IPA dan Matematika. Bertindak sebagai fasilitator dalam pelatihan ini adalah, Carwoto, ICT Coordinator dan saya sendiri, Khusnul Aflah, selaku ICT Assistant DBE 2 Jawa Tengah.””

Baca lebih lanjut

Kemanfaatan PSBG setelah DBE 2 “Pergi”

Hampir seluruh Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) di Jawa Tengah sudah secara resmi diserahkan ke pemangku kepentingan, yakni Dinas Pendidikan. Di Kudus, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus  sudah menerima penyerahan PSBG ini pada tanggal 29 September 2010. Secara perlahan, Disdikpora mulai memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh PSBG sebagai pusat pertemuan, informasi, produksi dan pengembangan profesional guru.

Hal ini bisa terlihat dengan dimanfaatkannya dua PSBG sekaligus sebagai tempat pelatihan bagi guru-guru se-kabupaten, tentu selain guru binaan DBE 2. Seperti yang terjadi pada tanggal 22-23 November 2010, PSBG Ki Hajar Dewantoro PSBG Sukun menjadi tempat diselenggarakannya pelatihan Developing Active Learning with ICTs (DALI) untuk 100 guru SD di gugus non binaan DBE 2.

Keberadaan PSBG yang sudah dilengkapi dengan banyak alat peraga, sumber belajar serta perangkat TIK sangat bermanfaat bagi Dinas Pendidikan. “Disdikpora sangat terbantu dengan keberadaan PSBG ini. Kami sekarang tidak bingung  untuk sewa gedung sebagai tempat pelatihan, karena sudah ada PSBG yang sangat komplit perangkatnya” demikian kata Bambang Gunadi, Kasi TTNT Disdikpora Kudus yang juga Ketua Panitia Penyelenggara.

Teleconference saat Pembukaan Pelatihan

Dengan memanfaatkan  perangkat internet dan TIK yang ada di PSBG, pelaksanaan pembukaan pelatihan DALI di dua PSBG ini dilakukan secara jarak jauh. Adapun pembukaan berlangsung di PSBG Ki Hajar Dewantoro, sedangkan peserta di PSBG Sukun melihat dan mendengarkan melalui Teleconference. Sebagai apresiasi kepada DBE 2, acara pembukaan menghadirkan Vince P. Costa, PC DBE 2 Jawa Tengah. Selain itu, acara pembukaan juga dihadiri oleh Didik Hartoko, Kabid Dikdas Disdikpora Kudus.

Acara pembukaan pelatihan yang dilakukan secara Teleconference

Acara pembukaan pelatihan yang dilakukan secara Teleconference

Baca lebih lanjut

Secuil Kisah Anak-Anak Sulawesi Selatan (1)

Dea wulan Sari, Sang Pustakawan Cilik dari Soppeng

Waktu baru menunjukkan pukul 06.30 pagi waktu setempat bertepatan dengan hari Rabu, 23 November 2010, udara segar berhembus di perbukitan kota Watansoppeng kabupaten Soppeng menyambut pagi. Suasana hening di tempat kami menginap diperbukitan kota kecil  ini membuat warganya merasa nyaman, jauh dari kegerahan seperti kota-kota besar yang ada di Sulawesi Selatan,seperti Kota Makassar maupun Parepare. Sarapan nasi goreng yang disiapkan oleh management hotel khayangan, memberi energi pagi itu. Tepat pukul 07.00 Wita. Penulis bersama Classroom Reading Program (CRP) Manager DBE2-USAID, Yekti Indarti bergegas meninggalkan hotel mengitari kota Watansoppeng menuju ke salah satu sekolah mitra. Sayup-sayup terdengar suara hewan yang beterbangan dan bergelantungan di dahan dan ranting pohon tepat di jantung kota, seakan menyambut kedatangan kami. Sebuah pemandangan yang luar biasa dan tidak di temukan di kota lainnya di Indonesia, ungkap Yekti dengan nada keheranan. Inilah kota yang unik, berjuluk “kota kalong”, tegas penulis meyakinkan. “Kalau mau melihat kelelawar beterbangan dengan koloni yang banyak, datanglah di tempat ini saat sore hari menjelang matahari terbenam!”, pinta penulis dengan nada serius.

Tak seberapa lamanya, tibalah kami di SD Negeri 1 Lamappoloware, sekolah inti Gugus 1 Lalabata kabupaten Soppeng. Hiruk-pikuk terdengar suara dari setiap sudut ruang kelas, murid-murid siap sedia menanti jam I pelajaran yang dimulai pukul 07.30. Sebagai sekolah inti, sekolah ini patut diacungkan jempol, karena kebersihananya, dan penataan ruang kelas serta disiplin dari setiap warga sekolah menjadikan sekolah ini menjadi lebih unggul dibandingkan sekolah lainnya. Baca lebih lanjut

PSBG Diponegoro, PSBG di Jawa Tengah yang Terdekat dengan Puncak Merapi, Bagaimana Kondisi Terkininya?

Setelah menyalurkan bantuan ke posko pengungsian di Boyolali, Tim DBE 2 Jawa Tengah menyempatkan diri menengok PSBG Diponegoro, Cepogo Boyolali. PSBG ini merupakan PSBG terdekat dari Puncak Merapi. Lokasinya 8 km dari pusat Kota Boyolali atau kurang lebih 12 km dari Puncak Merapi.

Akses jalan menuju Cepogo yang beberapa hari sebelumnya masih dijaga dan ditutup, Kamis kemarin (11 November 2010) telah dibuka. Kendaraan tampak berlalu lalang di sepanjang jalan menuju Cepogo dan Selo. Sebagian besar adalah pengungsi yang hendak menengok kondisi rumah dan ternaknya. Abu di sekitar jalan raya menuju Cepogo sudah berkurang setelah sehari sebelumnya diguyur hujan deras. Baca lebih lanjut

DBE 2 Jawa Tengah Kembali Distribusikan Bantuan untuk Korban Merapi

Pada hari Senin, 8 November 2010 kemarin, untuk kali kedua DBE 2 Jawa Tengah mendistribusikan bantuan untuk pengungsi Merapi di Boyolali dan Klaten. Sebanyak dua mobil bantuan untuk pengungsi Merapi ini diberangkatkan dari Posko Bantuan DBE 2 Jawa Tengah untuk korban Merapi di Vina House, Semarang.

Dua mobil berisi bantuan untuk pengungsi Merapi siap diberangkatkan ke Boyolali dan Klaten

Kali ini DBE 2 Jawa Tengah diwakili oleh Ary Wulandari dan Dyah ‘Didi’ Paramita. Di Boyolali, bantuan diserahkan  kepada pengungsi di Posko Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Bani Adam, Boyolali. Sementara di Klaten, bantuan diserahkan langsung ke Posko di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten. Baca lebih lanjut

Diseminasi DALI di Kudus, Wujud Kepedulian Dinas Pendidikan

Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus terus menunjukkan kepeduliannya pada peningkatan kompetensi pendidik di wilayahnya.  Setelah beberapa waktu yang lalu menyelenggarakan diseminasi Paket Pelatihan Intel Teach-Getting Started dan WIAL (What is Active Learning), mereka kembali akan mendiseminasikan paket pelatihan dari DBE 2, yakni Developing Active Learning with ICTs (DALI).

“DBE 2 telah banyak melakukan hal dalam upaya peningkatan kompetensi pendidik di 2 gugus, yakni Ki Hajar Dewantoro dan Gugus Sukun. Oleh karena itu, dinas punya tugas dan tanggungjawab untuk menyebarkan semua yang didapat dari DBE 2 ke seluruh gugus di Kudus”, demikian kata Didik Hartoko, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kudus. Ini tentu menjadi satu berita yang menggembirakan.

Baca lebih lanjut

KBM Sekolah Mitra DBE 2 di Sekitar Gunung Merapi

Gunung Merapi tidak henti-hentinya mengancam bahaya. Sejak ditetapkannya radius 20 km sebagai radius bahaya Merapi, penduduk lereng Merapi baik yang berada di wilayah Sleman, Yogyakarta maupun di Magelang, Klaten dan Boyolali, Jawa Tengah harus menghindar lebih 20 km dari Puncak Merapi. Kondisi ini sontak membuat pengungsi Merapi ini semakin bertambah. Aktivitas penduduk sekitar lereng Merapi lumpuh total, tak terkecuali kegiatan belajar mengajar di berbagai sekolah.

Bagaimana aktivitas KBM di Sekolah Mitra DBE 2?

Di wilayah Cepogo, Boyolali, seluruh sekolah mitra DBE 2, baik SD maupun MI aktivitas KBM diliburkan, karena seluruh penduduk kecamatan Cepogo mengungsi ke Kota Boyolali. Hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah, karena wilayah Cepogo berada pada radius kurang dari 20 km dari Puncak Merapi. “Bagaimana mau mengajar, wong kita sibuk memikirkan bagaimana menyelamatkan warga doari amuk awan panas”, begitu papar Sarono, MTT PSBG Diponegoro Cepogo. Lebih lanjut Sarono menceritakan, bahwa aktivitas PSBG Diponegoro pun sampai saat ini dihentikan mengingat kondisi yang tidak memungkinkan.

Baca lebih lanjut

DBE 2 Jawa Tengah Distribusikan Bantuan untuk Korban Merapi

DBE 2 Jawa Tengah telah mendistribusikan bantuan bagi korban Merapi yang berada di wilayah Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali. Untuk Klaten, distribusi dilakukan pada Hari Sabtu, tanggal 6 November 2010. Bantuan diserahkan oleh perwakilan staff DBE 2, yakni Yuanita Dewi Maryam berupa 50 selimut, 40 kain batik dan 8 dus pakaian layak pakai untuk para pengungsi. Bantuan disalurkan ke posko pengungsian di GOR Klaten dan diterima oleh Ibu Nurul dari Dompet Sosial Hidayah (DSH).

Sedangkan untuk pengungsi di Boyolali, DBE 2 Jawa Tengah bantuan diserahkan pada Hari Minggu, 7 November 2010 melalui Yuanita Dewi Maryam yang mewakili staff DBE 2 Jawa Tengah. Bantuan berupa  50 selimut, 25 mukena, 15 sajadah, pakaian baru dan mainan anak-anak. Bantuan diserahkan ke posko pengungsian yang terletak di IPHI Bani Adam Boyolali. Dampur umum sudah tersedia di posko IPHI ini.

Yuanita Dewi, perwakilan staff DBE 2 Jawa Tengah sedang memberikan bantuan untuk korban Merapi

Baca lebih lanjut

Penggalangan Bantuan untuk Korban Merapi di Boyolali dan Klaten

Saff DBE 2 Jawa Tengah berinisiatif untuk melakukan penggalangan bantuan bagi korban bencana Merapi di Boyolali dan Klaten. Bagi yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi:

1. Ary: 0813 2587 3129

2. Didi: 0813 25877 914

3. Wulan: 0811 2720 114

 

Puji Wulandari

Communication Coordinator

DBE 2 Jawa Tengah

Kabar Terbaru Sekolah Mitra DBE2 Jawa Tengah Mengenai Bencana Letusan Merapi

Warga Kecamatan Cepogo telah mengungsi ke kota Boyolali untuk menghindari semburan abu vulkanis Merapi. Pemerintah Kabupaten Boyolali, pada tanggal 4 November 2010, pukul 22.00 WIB telah memerintahkan seluruh warga Kecamatan Cepogo, Selo dan Nusuk untuk segera meninggalkan rumahnya dan menempati barak-barak pengungsian yang ditempatkan di Gedung YPHI, Masjid Agung, GOR dan Kabupaten Boyolali. Untuk sementara waktu, seluruh SD dan MI binaan DBE 2 di Cepogo diliburkan dan PSBG Diponegoro ditutup. Menurut informasi Ibu Sri Nuryani, mantan MTT DBE 2 Kabupaten Boyolali, Pemda telah menyediakan selimut dan obat-obatan untuk para pengungsi. Bantuan berupa air mineral, biskuit dan makanan disediakan secara swadaya oleh Pemda dan masyarakat sekitar tempat pengungsian. Saat ini para pengungungsi sangat membutuhkan persediaan air bersih dan perlengkapan sanitasi. Baca lebih lanjut