Dinas Pendidikan Kota Sibolga dan DBE2 Sumatera Utara Gelar Pelatihan Tim Sekolah Paket Dasar

Program DBE2 di perluas di 11 SD/MI di kota Sibolga

(Sibolga, APAKABAR PSBG) Pelatihan Tim Sekolah di adakan selama 2 hari Senin (11/08), Selasa (12/08) di SD Negeri 081232 Jl. Datuk Hitam No. 33 Sibolga. Pelatihan yang diikuti perwakilan 1 orang Kepala Sekolah, 1 Komite sekolah dan 3 orang guru dari 11 sekolah perluasan program DBE2 ( Decentralized Basic Education Two) = Pendidikan Dasar yang terdesentralisasi komponen 2 . Ke-11 SD/MI perluasan program DBE2 ; SDN 084088, SDN 084085, SDN 084 084, SDN 081237, SDN 081 238, SDN 081 235, SDN 084 095, MIN AEK HABIL, SDS HKBP, SDN 081236, SDN 087 695.

Pada acara pembukaan Drs. Jonson Sihombing Kasi DikJar mengatakan pada acara pembukaan bahwa kegiaan pelatihan Tim Sekolah terselenggara berkat kerjasama DBE2 Sumatera Utara dengan Pemerintah Kota Sibolga dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Sibolga sebab 10 sekolah binaan DBE2 di gugus Sibolga Kota dan 10 sekolah binaan di gugus Sibolga Selatan yang telah menunjukkan perubahan ujar Sihombing.

Sementara itu Salmon Tambunan, S.Pd dalam kata sambutannya mewakili DBE2 Sumatera Utara pada acara pembukaan menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Pendidikan yang telah memperluas program DBE2 menambah 11 sekolah SD/MI di Kota Sibolga yang merupakan perluasan dari Program DBE2 yang dikenal dengan Program Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan ( PAKEM).

Tim Instruktur dalam pelatihan ini terdiri dari Dinas Pendidikan Kota Sibolga Muh. Yazid, S.Pd dan Hj. Subiarti keduanya adalah Kepala Sekolah dan Pengawas. Dari DBE2 terdiri dari Salmon Tambunan S.Pd, Kordinator DBE2 Sibolga – Tapanuli Utara, Mimbar Tampubolon Penatar Inti dari Gugus Tarutung, Ahmad Jais, Penatar Inti dari Gugus Tanjung Balai Selatan, Marudut Sihombing, Penatar PSBG serta Jansen Ompusunggu , Penatar dari Gugus Sibolga Kota.

Marudut Sihombing menyampaikan kepada peserta bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah para guru akan diharapkan mampu untuk merencanakan secara efektif kegiatan PAKEM, menggunakan berbagai strategi pengajaran PAKEM,menciptakan lingkungan kelas yangmenyenangkan.

Guru melakukan pemanfaan lingkungan sebagai sumber belajar

Materi-materi yang disampaikan pada pelatihan ini meliputi Apa dan mengapa Pakem,Silabus Kelas Awal dan Silabus Kelas Tinggi, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran( RPP) kelas awal dan RPP kelas tinggi, Kelas bernuansa PAKEM dan pemanfaatan Lingkungan sebagaisumber belajar, Simulasi Pembelajaran Kelas Awal dan Kelas tinggi serta Rencana tindaklanjut dari pelatihan ini.

Pada acara penutupan Bungaran Panjaitan mewakili peserta menyampaikan kesan dan pesan bahwa pelatihan yang diselenggarakan menambah hal baru yang nantinya dapat diterapkan di kelas, ia berpesan agar pelatihan ini berkelanjutan ujarnya. Pelatihan Tim Sekolah Paket Dasar resmi ditutup oleh Dinas Pendidikan Kota Sibolga yang diwakili Bakara didampingi Drs. Jhonson Sihombing Kasi DIKJAR Kota Sibolga..

Ditulis oleh : Salmon Tambunan ( DLC SIBOLGA- TAPUT C2)

Pelatihan Laporan Mutu Sekolah (LMS) Menambah Kemampuan Pengoperasian Komputer

Medan ( Apa Kabar PSBG) Pelatihan Laporan Mutu Sekolah yang diselenggarakan DBE2 Sumatera Utara dari tgl. 23 – 25 Juli yang lalu di Hotel Garuda Plaza Medan dan di SDN 023901 Binjai Utara menambah kemampuan Komputer peserta ibarat sambil menyelam minum air artinya dua pekerjaan dilakukan sekaligus; dapat ilmu komputernya dapat juga laporan mutu sekolahnya.

Pelatihan yang dibuka Dr. Parapat Gultom selaku Provincial Coordinator Sumatera Utara didampingi David O’Meara dari DBE2 Jakarta membekali peserta khusunya MTT dan DLC bagaimana menggunakan program LMS yang akan diujicobakan di kota Binjai 24-25/7 yang lalu.

Pada Implementasi di Kota Binjai , kota yang terkenal dengan kota Rambutan ini, para peserta yang diundang yaitu Kepala Sekolah, Komite sekolah dan perwakilan guru diberikan arahan oleh Kepala Cabang Dinas Sar’an Efendi didampingi Suroyo , pengawas Binjai menyampaikan kepada peserta bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi guru dan kepala sekolah dalam rangka professional guru dengan teknologi dan ini merupakan tuntutan kepada Kepala sekolah dan guru untuk mencapai tujuan sekolah sehingga sekolah dapat memberi arti untuk anak didik. Ujarnya.

Sar’an juga menambahkan bahwa menurut salah satu sumber bahwa guru diklasifikasikan ada 4 kategori yaitu guru gagal, guru tidak focus, guru kritis dan guru professional. Untuk mencapai guru yang professional harus mengembangkan diri.

Sesi – sesi yang disampaikan pada pelatihan ini diskusi tentang laporan-laporan sekolah oleh Irwansyah, informasi tentang komputer dan data yang diperlukan disampaikan oleh Salmon Tambunan, Data entry oleh Ayun, data peserta didik dan guru oleh Sarwono, keuangan dan kegiatan ektrakurikuler disampaikan Martua Manik dan Program oleh Gisler Simanullang.

Menurut komite sekolah SDN 020266, Idris mengatakan kepada penulis bahwa sangat puas dengan pelatihan yang diberikan DBE2 karena yang diberikan memenuhi kebutuhan guru dan kepala sekolah dan merupakan tuntutan jaman saat ini imbunya.

Penulis Berita : Salmon Tambunan

Diperlukan “Sense of Belong and Responsibility”, Agar Program DBE2 dapat Berkelanjutan

Hari Senin tanggal 28 Juli 2008 bertempat di Ruang Pertemuan BAPPEDA Kota Makassar berlangsung lokakarya desiminasi Program DBE . Dihadiri oleh Anggota DPRD dan Dewan Pendidikan,Ketua BAPPEDA beserta pejabat teknis, Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili Kabid Pendidikan Dasar beserta pejabat teknis lingkup Pemerintah Kota Makassar, PC DBE 1 dan Spesialist,DC/DF serta tak ketinggalan 2 orang MTT DBE 2 Kota Makassar yang didampingi oleh 1 orang perwakilan Kepala Sekolah dan Pengurus PSBG sekolah binaan DBE.

Beberapa point penting dan catatan yang terungkap dari lokakarya tersebut adalah:

  1. Keinginan kuat dari Pihak DBE Sulawesi Selatan agar program DBE1 dan DBE2 dapat didesiminasi di Kota Makassar (di luar Gugus Binaan) atas dukungan Pemerintah Kota Makassar beserta Instansi terkait.
  2. Dibutuhkan Keputusan,Ketegasan serta Komitmen bersama antara Pemerintah Kota Makassar dan DBE Sul-Sel untuk melanjutkan program yang telah dilaksanakan di Kota Makassar Pasca MOU atau Program DBE berakhir.
  3. Sense of belong and responsibility Pemerinta Kota Makassar beserta jajarannya/instansi terkait menjadi entry point keberadaan dan keberlanjutan Program DBE di Kota Makassar dengan memberikan political will dan dana sharing.
  4. Program DBE 1 dan DBE 2 yang titik fokusnya pada manajemen dan peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar akan bermakna dan berbekas jika program bantuan teknis serta hibah DBE-USAID bersenyawa dan sinergi dengan Visi dan Misi serta Renstra Kota Makassar.
  5. Khusus program DBE 2 menekankan perubahan pola pikir dan tindak stakeholder pendidikan di semua level, agar kualitas pendidikan di SD meningkat dalam bingkai atau kacamata holistik dan Future.
  6. Program DBE tidak dapat dilihat atau diukur keberhasilannya hari ini tetapi akan nampak hasilnya beberapa tahun kemudian.
  7. Progrm DBE tetap dibutuhkan oleh sekolah binaan, dan keberadaanya memberikan konstribusi positif serta memberi warna bagi dunia pendidikan di Kota Makassar.
  8. Direkomendasikan untuk dilaksanakan pertemuan lanjutan dengan sakeholder dan Tim DBE untuk merumuskan keepakatan atau keputusan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Makassar terhadap Program DBE yang diberikan,khususnya program desiminasi baik secara menyeluruh,mandiri maupun secara parsial.

    Suasana Lokakarya Desiminasi Program DBE di Kota Makassar

    Suasana Lokakarya Desiminasi Program DBE di Kota Makassar

Diperlukan "Sense of Belong and Responsibility", Agar Program DBE2 dapat Berkelanjutan

Hari Senin tanggal 28 Juli 2008 bertempat di Ruang Pertemuan BAPPEDA Kota Makassar berlangsung lokakarya desiminasi Program DBE . Dihadiri oleh Anggota DPRD dan Dewan Pendidikan,Ketua BAPPEDA beserta pejabat teknis, Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili Kabid Pendidikan Dasar beserta pejabat teknis lingkup Pemerintah Kota Makassar, PC DBE 1 dan Spesialist,DC/DF serta tak ketinggalan 2 orang MTT DBE 2 Kota Makassar yang didampingi oleh 1 orang perwakilan Kepala Sekolah dan Pengurus PSBG sekolah binaan DBE.

Beberapa point penting dan catatan yang terungkap dari lokakarya tersebut adalah:

  1. Keinginan kuat dari Pihak DBE Sulawesi Selatan agar program DBE1 dan DBE2 dapat didesiminasi di Kota Makassar (di luar Gugus Binaan) atas dukungan Pemerintah Kota Makassar beserta Instansi terkait.
  2. Dibutuhkan Keputusan,Ketegasan serta Komitmen bersama antara Pemerintah Kota Makassar dan DBE Sul-Sel untuk melanjutkan program yang telah dilaksanakan di Kota Makassar Pasca MOU atau Program DBE berakhir.
  3. Sense of belong and responsibility Pemerinta Kota Makassar beserta jajarannya/instansi terkait menjadi entry point keberadaan dan keberlanjutan Program DBE di Kota Makassar dengan memberikan political will dan dana sharing.
  4. Program DBE 1 dan DBE 2 yang titik fokusnya pada manajemen dan peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar akan bermakna dan berbekas jika program bantuan teknis serta hibah DBE-USAID bersenyawa dan sinergi dengan Visi dan Misi serta Renstra Kota Makassar.
  5. Khusus program DBE 2 menekankan perubahan pola pikir dan tindak stakeholder pendidikan di semua level, agar kualitas pendidikan di SD meningkat dalam bingkai atau kacamata holistik dan Future.
  6. Program DBE tidak dapat dilihat atau diukur keberhasilannya hari ini tetapi akan nampak hasilnya beberapa tahun kemudian.
  7. Progrm DBE tetap dibutuhkan oleh sekolah binaan, dan keberadaanya memberikan konstribusi positif serta memberi warna bagi dunia pendidikan di Kota Makassar.
  8. Direkomendasikan untuk dilaksanakan pertemuan lanjutan dengan sakeholder dan Tim DBE untuk merumuskan keepakatan atau keputusan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Makassar terhadap Program DBE yang diberikan,khususnya program desiminasi baik secara menyeluruh,mandiri maupun secara parsial.

    Suasana Lokakarya Desiminasi Program DBE di Kota Makassar

    Suasana Lokakarya Desiminasi Program DBE di Kota Makassar

Diperlukan "Sense of Belong and Responsibility", Agar Program DBE2 dapat Berkelanjutan

Hari Senin tanggal 28 Juli 2008 bertempat di Ruang Pertemuan BAPPEDA Kota Makassar berlangsung lokakarya desiminasi Program DBE . Dihadiri oleh Anggota DPRD dan Dewan Pendidikan,Ketua BAPPEDA beserta pejabat teknis, Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili Kabid Pendidikan Dasar beserta pejabat teknis lingkup Pemerintah Kota Makassar, PC DBE 1 dan Spesialist,DC/DF serta tak ketinggalan 2 orang MTT DBE 2 Kota Makassar yang didampingi oleh 1 orang perwakilan Kepala Sekolah dan Pengurus PSBG sekolah binaan DBE.

Beberapa point penting dan catatan yang terungkap dari lokakarya tersebut adalah:

  1. Keinginan kuat dari Pihak DBE Sulawesi Selatan agar program DBE1 dan DBE2 dapat didesiminasi di Kota Makassar (di luar Gugus Binaan) atas dukungan Pemerintah Kota Makassar beserta Instansi terkait.
  2. Dibutuhkan Keputusan,Ketegasan serta Komitmen bersama antara Pemerintah Kota Makassar dan DBE Sul-Sel untuk melanjutkan program yang telah dilaksanakan di Kota Makassar Pasca MOU atau Program DBE berakhir.
  3. Sense of belong and responsibility Pemerinta Kota Makassar beserta jajarannya/instansi terkait menjadi entry point keberadaan dan keberlanjutan Program DBE di Kota Makassar dengan memberikan political will dan dana sharing.
  4. Program DBE 1 dan DBE 2 yang titik fokusnya pada manajemen dan peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar akan bermakna dan berbekas jika program bantuan teknis serta hibah DBE-USAID bersenyawa dan sinergi dengan Visi dan Misi serta Renstra Kota Makassar.
  5. Khusus program DBE 2 menekankan perubahan pola pikir dan tindak stakeholder pendidikan di semua level, agar kualitas pendidikan di SD meningkat dalam bingkai atau kacamata holistik dan Future.
  6. Program DBE tidak dapat dilihat atau diukur keberhasilannya hari ini tetapi akan nampak hasilnya beberapa tahun kemudian.
  7. Progrm DBE tetap dibutuhkan oleh sekolah binaan, dan keberadaanya memberikan konstribusi positif serta memberi warna bagi dunia pendidikan di Kota Makassar.
  8. Direkomendasikan untuk dilaksanakan pertemuan lanjutan dengan sakeholder dan Tim DBE untuk merumuskan keepakatan atau keputusan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kota Makassar terhadap Program DBE yang diberikan,khususnya program desiminasi baik secara menyeluruh,mandiri maupun secara parsial.

    Suasana Lokakarya Desiminasi Program DBE di Kota Makassar

    Suasana Lokakarya Desiminasi Program DBE di Kota Makassar

Satukan Tekad Menuju Pendidikan Berkualitas dalam Bayang-Bayang Pendidikan Gratis Melalui KKKS/KKG II Pembelajaran Sains

Tanggal 22 sampai 24 Juli 2008, sekelompok Guru maupun Kepala Sekolah dan Pengawas TK/SD/Pendais berbondong-bondong memasuki ruang PSBG gugus 2 Bangkala Kabupaten Jeneponto Propinsi Sulawesi Selatan. Satu-persatu mereka mengambil tempat sembari saling memberi salam dan bercanda satu sama lain. Seluruh persiapan Workshop Pembelajaran Sains telah terpajang dan siap dioperasikan. Pemandu Bidang Studi dan MTT membagikan ATK/Tool kits kepada setiap peserta. Sesekali terdengar canda yang membuat penulis terenyuh. “Syukurlah DBE2 masih memberi perhatian yang serius dengan kita-kita ini,tetap memberi bantuan teknis dan ATK masih kita dapatkan, dalam situasi kegundahan akan maraknya guru,kepala sekolah disorot pihak berwenang,haaahaaa….!!!!”,ucapan itu meluncur secara refleks dari mulut Kepala Sekolah,guru-guru ditengah kegundahan dengan bayang-bayang antara wujud kongkrit pendidikan gratis versus jadi tersangka kasus pungli

KKS/KKG II Pembelajaran Sains

KKS/KKG II Pembelajaran Sains

bertarung di dalam hati dan pikiran mereka. Namun dibalik pikiran dan hati yang gundah masih ada “oase” untuk tetap eksis meningkatkan kualitas pendidikan, Workshop KKKS/KKG II berjalan sesuai rencana berlangsung selama 3 hari di 2 gugus binaan DBE 2 Sul-Sel secara paralel (Gugus 1 Binamu dan Gugus 2 Bangkala Kab.Jeneponto). DIfasilitasi Ole Tim MIT/MAT dari Universitas Muhammadiyah Makassar didukung oleh Tim MTT DBE2. Materi Workshop, antara lain:

  1. Refleksi BPS/Pendampingan
  2. Demonstrasi Pembelajaran Sains
  3. Menilai Daya Dukung Sekolah terhadap Pembelajarn Sains
  4. Alat Peraga Sains tidak perlu mahal
  5. Menilai Prestasi Belajar Sains
  6. Pembelajaran Sains dalam Aksi
  7. Tugas Mandiri/RTL