Managemen GG, Lagu “Akeh Kancane” dan Pembelajaran E-Learning Mewarnai Safari Hardiknas hari ke 2 di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah, Kabupaten Blora

Safari Hardiknas di Blora putaran ke 2, berjalan tidak sesuai jadwal semula. Karena ada satu dan lain hal, kegiatan yang seharusnya dilaksanakan di Kecamatan Todanan, kali ini yang dapat “pulung “ menerima kedatangan Mobil Pintar adalah Desa Kalinanas Kecamatan Japah Kabuapaten Blora.

DSCF1718“Mobil Pintar” diserbu anak-anak

Perjalanan kali ini amat istimewa, karena jalan yang ditempuh melalui medan yang cukup berat. Jalan desa yang kondisinya cukup parah, menjadikan perjalanan lambat dan merayap. Desa Kalinanas Kecamatan Japah ini terletak di barat laut dari Blora kota. Desa ini berbatasan dengan Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang. Untuk sampai ke desa ini memerlukan waktu tempuh kurang lebih selama 2,5 jam karena berjarak 47 km.

Baca lebih lanjut

Manajemen GG, Lagu Akeh Kancane, dan Pembelajaran E-Learning Mewarnai Safari Hardiknas ke-2

Safari Hardiknas di Blora putaran ke 2, berjalan tidak sesuai jadwal semula. Karena ada satu dan lain hal, kegiatan yang seharusnya dilaksanakan di Kecamatan Todanan, kali ini yang dapat “pulung “ menerima kedatangan Mobil Pintar adalah Desa Kalinanas Kecamatan Japah Kabuapaten Blora.

Perjalanan kali ini amat istimewa, karena jalan yang ditempuh melalui medan yang cukup berat. Jalan desa yang kondisinya cukup parah, menjadikan perjalanan lambat dan merayap. Desa Kalinanas Kecamatan Japah ini terletak di barat laut dari Blora kota. Desa ini berbatasan dengan Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang. Untuk sampai ke desa ini memerlukan waktu tempuh kurang lebih selama 2,5 jam karena berjarak 47 km.

Kami tiba di Balai Desa Kalinanas sekitar pukul 10.30 WIB. Kemudian mempersiapkan segala sesuatunya sama seperti Safari puataran pertama di Kec. Jati . 30 menit kami habiskan untuk melakukan persiapan. Banyak sudah yang dipersiapkan dari pihak Desa Kalinanas, karena di sini pun terdapat ruang-ruang yang dipakai action dari masing-masing tim.

Baca lebih lanjut

Selamat "Hari Pendidikan Nasional"

Mereka adalah seorang  Guru

Mereka yang nama dan wajahnya telah lama dilupakan, tetapi pelajaran dan wataknya akan  selalu diingat dalam prestasi murid-muridnya.

Seharian, mereka telah diminta menjadi seorang actor, teman, perawat dan dokter, penemu barang hilang, pemberi pinjaman ( kalau siswa tidak bawa uang saku), ojek ( jika siswa sakit di jam-jam pelajaran), orang tua pengganti dan sekaligus penjaga iman.

Mesti tersedia  peta, grafik lembar kerja, cerita dan buku ajar, mereka sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan, karena murid-murid sebenarnya hanya mempunyai dirinya sendiri untuk belajar.

Mereka adalah guru, mereka paling keras berbicara dan paling banyak mendengar, karunia terbesar terdapat di dalam diri murid-murid, yakni sikap bersedia menerima dan menghargai. Kelimpahan  materi bukanlah tujuan utamanya, tetapi mereka adalah pencari harta karun, yang selalu mencari peluang baru bagi murid-muridnya. Peluang untuk menggunakan bakat-bakat dan selalu mencari bakat-bakat yang kadang tersembunyi dibalik sikap seolah-olah menyerah.

Mereka merasakan orang-orang yang paling beruntung diantara semua pekerja. Seorang dokter diijinkan untuk mengantar kehidupan di dunia. Sedangkan seorang guru dijinkan untuk melihat kehidupan itu dilahirkan kembali setiap hari bersama pertanyaan baru, gagasan baru, penemuan baru dan persahabatan baru. Seorang arsitek akan tahu jika bangunan dibuat dengan teliti, bangunan tersebut akan berdiri selama berabad-abad. Dan mereka para guru tahu jika ia membangun dengan cinta dan kebenaran, apa yang dibangun akan abadi.

Mereka juga pejuang, setiap hari bertempur melawan tekanan teman, sikap negatif, rasa takut cara berfikir seragam, prasangka, kebodohan dan kelesuan.

Tetapi……..

Mereka tidak gentar, karena mempunyai sekutu-sekutu yang hebat, kecerdasan, rasa ingin tahu, dukungan orang tua murid, kreativitas, serta cinta dan keriangan. Semua menghampirinya dengan dukungan yang luar biasa.

Lantas…………kepada siapa lagi kita berterima kasih atas kehidupan yang indah, yang begitu beruntung bisa kami jalani, selain kepada murid , masyarakat dan orang tua ?

Karena masyarakat dan orang tua telah memberi kehormatan besar dengan mempercayakan putra-putrinya untuk dididik bersama kita.

Dan mereka, adalah para guru…dan untuk itulah mereka selalu bersyukur kepada Tuhan setiap hari.

penghpbspngh-pbs

I    dscf1597

Puisi ini kupersembahkan untuk rekan-rekan PBS gugus ABU UMAR, Blora, Jawa Tengah 

  1.      Bp. Suwadak
  2.        Bp. Maryanto
  3.        Ibu Jeni R
  4.        Ibu Minik       

Selamat "Hari Pendidikan Nasional"

Mereka adalah seorang  Guru

Mereka yang nama dan wajahnya telah lama dilupakan, tetapi pelajaran dan wataknya akan  selalu diingat dalam prestasi murid-muridnya.

Seharian, mereka telah diminta menjadi seorang actor, teman, perawat dan dokter, penemu barang hilang, pemberi pinjaman ( kalau siswa tidak bawa uang saku), ojek ( jika siswa sakit di jam-jam pelajaran), orang tua pengganti dan sekaligus penjaga iman.

Mesti tersedia  peta, grafik lembar kerja, cerita dan buku ajar, mereka sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan, karena murid-murid sebenarnya hanya mempunyai dirinya sendiri untuk belajar.

Mereka adalah guru, mereka paling keras berbicara dan paling banyak mendengar, karunia terbesar terdapat di dalam diri murid-murid, yakni sikap bersedia menerima dan menghargai. Kelimpahan  materi bukanlah tujuan utamanya, tetapi mereka adalah pencari harta karun, yang selalu mencari peluang baru bagi murid-muridnya. Peluang untuk menggunakan bakat-bakat dan selalu mencari bakat-bakat yang kadang tersembunyi dibalik sikap seolah-olah menyerah.

Mereka merasakan orang-orang yang paling beruntung diantara semua pekerja. Seorang dokter diijinkan untuk mengantar kehidupan di dunia. Sedangkan seorang guru dijinkan untuk melihat kehidupan itu dilahirkan kembali setiap hari bersama pertanyaan baru, gagasan baru, penemuan baru dan persahabatan baru. Seorang arsitek akan tahu jika bangunan dibuat dengan teliti, bangunan tersebut akan berdiri selama berabad-abad. Dan mereka para guru tahu jika ia membangun dengan cinta dan kebenaran, apa yang dibangun akan abadi.

Mereka juga pejuang, setiap hari bertempur melawan tekanan teman, sikap negatif, rasa takut cara berfikir seragam, prasangka, kebodohan dan kelesuan.

Tetapi……..

Mereka tidak gentar, karena mempunyai sekutu-sekutu yang hebat, kecerdasan, rasa ingin tahu, dukungan orang tua murid, kreativitas, serta cinta dan keriangan. Semua menghampirinya dengan dukungan yang luar biasa.

Lantas…………kepada siapa lagi kita berterima kasih atas kehidupan yang indah, yang begitu beruntung bisa kami jalani, selain kepada murid , masyarakat dan orang tua ?

Karena masyarakat dan orang tua telah memberi kehormatan besar dengan mempercayakan putra-putrinya untuk dididik bersama kita.

Dan mereka, adalah para guru…dan untuk itulah mereka selalu bersyukur kepada Tuhan setiap hari.

penghpbspngh-pbs

I    dscf1597

Puisi ini kupersembahkan untuk rekan-rekan PBS gugus ABU UMAR, Blora, Jawa Tengah 

  1.      Bp. Suwadak
  2.        Bp. Maryanto
  3.        Ibu Jeni R
  4.        Ibu Minik       

Selamat “Hari Pendidikan Nasional”

Mereka adalah seorang  Guru

Mereka yang nama dan wajahnya telah lama dilupakan, tetapi pelajaran dan wataknya akan  selalu diingat dalam prestasi murid-muridnya.

Seharian, mereka telah diminta menjadi seorang actor, teman, perawat dan dokter, penemu barang hilang, pemberi pinjaman ( kalau siswa tidak bawa uang saku), ojek ( jika siswa sakit di jam-jam pelajaran), orang tua pengganti dan sekaligus penjaga iman.

Mesti tersedia  peta, grafik lembar kerja, cerita dan buku ajar, mereka sebenarnya tidak punya apa-apa untuk diajarkan, karena murid-murid sebenarnya hanya mempunyai dirinya sendiri untuk belajar.

Mereka adalah guru, mereka paling keras berbicara dan paling banyak mendengar, karunia terbesar terdapat di dalam diri murid-murid, yakni sikap bersedia menerima dan menghargai. Kelimpahan  materi bukanlah tujuan utamanya, tetapi mereka adalah pencari harta karun, yang selalu mencari peluang baru bagi murid-muridnya. Peluang untuk menggunakan bakat-bakat dan selalu mencari bakat-bakat yang kadang tersembunyi dibalik sikap seolah-olah menyerah.

Mereka merasakan orang-orang yang paling beruntung diantara semua pekerja. Seorang dokter diijinkan untuk mengantar kehidupan di dunia. Sedangkan seorang guru dijinkan untuk melihat kehidupan itu dilahirkan kembali setiap hari bersama pertanyaan baru, gagasan baru, penemuan baru dan persahabatan baru. Seorang arsitek akan tahu jika bangunan dibuat dengan teliti, bangunan tersebut akan berdiri selama berabad-abad. Dan mereka para guru tahu jika ia membangun dengan cinta dan kebenaran, apa yang dibangun akan abadi.

Mereka juga pejuang, setiap hari bertempur melawan tekanan teman, sikap negatif, rasa takut cara berfikir seragam, prasangka, kebodohan dan kelesuan.

Tetapi……..

Mereka tidak gentar, karena mempunyai sekutu-sekutu yang hebat, kecerdasan, rasa ingin tahu, dukungan orang tua murid, kreativitas, serta cinta dan keriangan. Semua menghampirinya dengan dukungan yang luar biasa.

Lantas…………kepada siapa lagi kita berterima kasih atas kehidupan yang indah, yang begitu beruntung bisa kami jalani, selain kepada murid , masyarakat dan orang tua ?

Karena masyarakat dan orang tua telah memberi kehormatan besar dengan mempercayakan putra-putrinya untuk dididik bersama kita.

Dan mereka, adalah para guru…dan untuk itulah mereka selalu bersyukur kepada Tuhan setiap hari.

penghpbspngh-pbs

I    dscf1597

Puisi ini kupersembahkan untuk rekan-rekan PBS gugus ABU UMAR, Blora, Jawa Tengah 

  1.      Bp. Suwadak
  2.        Bp. Maryanto
  3.        Ibu Jeni R
  4.        Ibu Minik