“Siswa belajar Komputer bukan untuk jadi ahli komputer”

BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER

BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER

Banyak sekolah rame-rame membuat laboratorium komputer. Apalagi dengan adanya akreditasi sekolah, bahwa sekolah yang mempunyai lab. komputer akan mendapat nilai baik dalam penilaian akreditasi tersebut. Bahkan tidak jarang sekolah dengan berbagai upaya memaksakan diri untuk mengadakan  komputer di sekolah hanya sekedar untuk gengsi belaka.

Komputer yang sudah ada jarang digunakan untuk kegiatan siswa. Kalaupun digunakan hanyalah untuk belajar bagaimana “mengoperasikan” komputer sebagai alat ICT yang tidak tahu kemana arahnya setelah siswa mampu menguasai keterampilan itu.

Dengan membuat jadwal tertentu siswa dapat “kursus komputer” di lab. sekolah. Bukan tidak mungkin bahwa setiap siswa hanya bisa memegang komputer tersebut setiap 2 minggu sekali. Setiap kali “kursus komputer” siswa hanya dapat memperoleh kemanfaatan sebagai operator komputer.

Sangat disayangkan bahwa alat multimedia dengan fasilitas multifungsi tersebut hanya digunakan sebatas pada bagaimana cara mengetik di komputer. Padahal tujuan dari pembelajaran di sekolah adalah bagaimana kita mempersiapkan anak didik dengan berbagai kecakapan dan pengetahuan yang sebenarnya bisa kita peroleh dari komputer tersebut. Anak bisa memperoleh kecakapan untuk kontruksi mesin, anak bisa mengarang lagu, anak bisa membuat design rumah, merancang jembatan dan sebagainya dengan menggunakan komputer.

Paradigma yang sempit dari para guru akan penggunaan komputer hanya berorientasi bagaimana anak bisa syukur ahli mengoperasionalkan komputer. “Itu sangat mubadzir”. Siswa belajar komputer bukan untuk menjadi ahli komputer.

Namun seharusnya mereka belajar berbagai ilmu pengetahuan dan keterampingan dengan menggunakan komputer. Jadi komputer hanya sebagai media untuk mendapatkan berbagi ilmu pengetahuan. Komputer bukan obyek untuk pembelajaran itu sendiri. Bagaimana memanfaatkan komputer untuk pembelajaran silahkan lihat pada artikel saya sebelumnya.

MIS Yapida Tambi Mengadakan Pelatihan Intel Teach : Participant Teachers

Demam computer di era globalisasi ini sudah sangat terasa pada semua aspek kehidupan, dan yang tak kalah serunya merasuk di dunia pendidikan khususnya guru. Gugus Anyelir salah satunya, Gugus Binaan DBE2 USAID ini telah diberikan Pelatihan Intel Teach bagi Guru Pelatih. Dan hasilnya memuaskan, dari hasil yang telah didapat selama pelatihan tersebut Guru Pelatih diharuskan untuk menularkan apa yang diperolehnya kepada Guru Partisipasi (participant teachers).

Master Teacher sedang mendampingi Participant Teacher

MIS Yapida Tambi sendiri, dimana guru yang diikutkan dalam pelatihan itu sudah siap untuk menularkan ilmunya. Dan pada tanggal 18 November 2008 yang lalu telah dimulai pembukaan Pelatihan Intel Teach: Participant Teachers. Pelatihan dibuka oleh kepala Madrasah dan juga dihadiri oleh Senior MTT Gugus Anyelir yakni bapak Basuki, S.Pd. pelaksanaan kegiatan ini selama 12 hari (Minggu III dan IV November dan Minggu I Desember) dengan waktu kegiatan setelah KBM selesai.

Baca lebih lanjut

Walau Terik Tapi Tetap Asyik (Kabar dari Sliyeg )

Ilmu adalah motivasi hidup, dengan ilmu kita mampu meraih sesuatu yang berharga bukan hanya untuk saya tetapi untuk anda, kita dan semua yang pernah ada.

Acara pembukaan pelatihan Development active Learning with ICT (DALI) pada PSBG anyelir pada tanggal 11-13 November 2008 dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Sliyeg (Drs. H. Supardi A.W, M.Si) dan MTT kec. Sliyeg (Toto, S.Pd, dan Basuki, S.Pd) dan Ketua PSBG Anyelir (Suyono, S.PdI). Dalam pembukaan pelatihan DALI tersebut KCD kecamatan Sliyeg menyampaikan bahwa dengan ilmu dapat memberikan motivasi hidup dan dapat meraih sesuatu yang berharga terutama dalam perkembangan mutu pendidikan khususnya di kecamatan Sliyeg Indramayu.

Peserta asyik berdiskusi

Peserta asyik berdiskusi

Dengan penuh semangat peserta pelatihan mencari berbagai data dan fakta melalui wawancara, mempotret ataupun berkunjungan kepada tempat-tempat yang menarik. Hal ini terjadi pada kegiatan modul dua yaitu stasiun ekonomi dan visual.

Baca lebih lanjut

Mengunjungi Website Apakabar PSBG

Jika tertarik ingin mengetahui pengalaman PSBG lain, kunjungi saja website apakabarpsbg. Seruan ini kontan disambut dengan keingintahuan peserta yang hadir dalam CRC Roll Out Management yang diselenggarakan di PSBG Wijayakusuma. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 6-7 November 2008 di SDN Bulak Lor 1 Kecamatan Jatibarang, Indramayu yang difasilitasi oleh Bapak Syathori sebagai DLC Indramayu dan Bapak Ahud sebagai MTT, dibantu oleh Pengurus PSBG lainnya yakni Bapak Nurkhsani dan Ibu Watini serta Bapak Edih dari Staf DBE 2.

Peserta semakin tertarik untuk mengelola PSBG terlebih saat mereka paham fungsi PSBG dan fasilitas yang terdapat di PSBG. Salah satu fasilitas yang tersedia adalah sumber daya teknologi dan informasi seperti laptop, LCD, kamera digital dan televisi. Saat mencoba untuk membuka website apakabarpsbg, Peserta tertantang untuk membuat berita tentang PSBG Wijayakusuma agar bisa serupa dengan PSBG Flamboyan, yang berada dalam satu Gugus, yang telah berhasil memuat kegiatan CRC Roll Out management.

Peserta pun diajarkan bagaimana memasukkan foto dari kamera digital ke dalam komputer agar berita yang dimuat menjadi semakin menarik. Terbukti sesi Pemanfaatan sumber daya, termasuk teknologi dan informasi, memakan waktu yang melebihi jadwal semula. Hal ini dikarenakan antusias peserta yang berjumlah 30 orang untuk mencoba mengakses informasi melalui internet.

Pak Taryim sebagai Ketua PSBG menyerukan kepada peserta agar mendorong Guru-guru lain untuk datang ke PSBG Wijayakusuma dan memanfaatkan fasilitas yang ada seperti Alat Peraga Pembelajaran, Teknologi dan Informasi dan lain-lain. Melalui pertemuan ini, PSBG Wijayakusuma berencana untuk mengadakan pertemuan rutin yang membahas pengalaman tentang pembelajaran.

Tidak mudah bagi PSBG Wijayakusuma dalam memulai aktivitasnya jika tidak didukung oleh Pengurus dan Peserta yang hadir. Dengan mengunjungi website apakabarpsbg, Peserta CRC Roll Out Management termotivasi dan tertantang untuk mengikuti jejak PSBG lainnya dalam mengoptimalkan fungsi PSBG. Semoga! (Edih Riswandi/AR)

“Wah, asyik juga ya bisa melihat PSBG lain di sini (website apakabarpsbg).” seru peserta saat sedang mencoba mengakses internet (6/11).

“Wah, asyik juga ya bisa melihat PSBG lain disini (Website Apakabar PSBG)”, seru peserta saat sedang mencoba mengakses internet (6/11).

Fenomena Makan Rumput Tike

Aroma sintren sudah terasa di tanah dengan aroma khas pantai yang menyengat (Pantura) dari wilayah yang memiliki 31 kecamatan dengan tidak kurang 300 desa di wilayahnya, Terasi dan krupuk udang nyaris tiada henti di ’jajakan” yang memang makanan khas dari bau yang khas pula.

Pantai Tirtamaya sampai Water Boom pun tak luput dari ”tawaran’ matang seolah menghapus Dahaga para ”Orang Asing” yang menginjakan kaki di Indramayu…

Tak pelak kami (ICT Team Jabar & Banten) memaksakan diri untuk melahap krupuk dari olahan rumput,..Kok bisa?..Yah rumput tike Komunitas Indramayu menyebutnya.. melengkapi Museum Digital yang membuat saya tergagum dengan gugus Indramayu yang ”garang”

img_0414

Mbokk kalo mau untung....Ikut DALI ( Suwun yooo)

DALI membuat peserta aktif beraktifitas,berkreasi, kolaboratif , berbagi peran, memnfaatkan teknologi dan memfasilitasi,..uiihhh memang menu hidangan yang lengkap. Inilah PAKEM yang sebenarnya menurut opini beberapa rekan guru sebagai peserta.

Putaran pertama untuk Propinsi jawa barat ini di selenggarakan di PSBG Udang SDN Kepandean I dari tanggal 11- 13 November 2008.

”ICT..ICT ..dari aromanya terbayang kelezatannya….”

(Agus P : Yusuf N – ICT)

Guru-Guru SD Belajar Internet di PSBG Saiyo Sakato

Kepala PT. TELKOM Cabang Sibolga Jovinus Tambunan sedang menyampaikan paparannya kepada peserta sosialisasi pembelajaran internet di PSBG Saiyo Sakato Senin 10/11.

Kepala PT. TELKOM Cabang Sibolga Jovinus Tambunan sedang menyampaikan paparannya kepada peserta sosialisasi pembelajaran internet di PSBG Saiyo Sakato Senin 10/11.

  • Kerjasama PSBG SAIYO SAKATO dengan PT. TELKOM SIBOLGA
  • Dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga
Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga, Drs. Rustam Manalu membuka Sosialisasi Pembelajaaran Internet di PSBG Saiyo Sakato, Selasa 11/11 untuk gelombang kedua.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sibolga, Drs. Rustam Manalu membuka Sosialisasi Pembelajaaran Internet di PSBG Saiyo Sakato, Selasa 11/11 untuk gelombang kedua.

Sibolga ( Apa Kabar PSBG)

Sebagian kalangan menganggap internet sesuatu yang “wah” dan sulit untuk digunakan oleh para pendidik khususnya guru-guru SD. Namun hal itu tidak terjadi di gugus Sibolga kota khususnya di 10 SD yang menjadi anggota PSBG Saiyo Sakato .

Tidak seperti biasanya aktivitas PSBG SAIYO SAKATO. Senin, 10 November yang ketepatan hari Pahlawan, PSBG Saiyo Sakato dilengkapi dengan perangkat- perangkat telekomunikasi seperti jaringan telepon kabel, perangkat koneksi internet baik dengan kabel maupun perangkat dengan menggunakan wireless serta 10 unit komputer desktop maupun laptop menghiasi ruang PSBG Saiyo Sakato.

Baca lebih lanjut

"Sayang Yo…, Komputere Kurang Uakih!"

Dalam Bahasa Indonesia ungkapan tersebut di atas kurang lebih bermakna “Sayang ya…, komputernya kurang banyak”. Ungkapan inilah yang banyak muncul dari lubuk hati peserta roll out Intel Teach yang diadakan oleh DBE 2 Jawa Tengah di Jepara. Roll out Intel Teach ini diadakan secara serempak tanggal 3-6 Nopember 2008 di dua PSBG sekaligus yakni PSBG Pratiwi Sudarmono, Tahunan dan PSBG Gajah Mada, Nalumsari. Yah, hampir setiap hari mereka mengungkapkan hal ini dalam lembar kritik/evaluasi.

Ungkapan ini bisa dimaknai sebagai ungkapan kekecewaan, namun sekaligus juga ungkapan semangat (antusiasme). Kecewa, karena di masing-masing PSBG ini roll out dikuti oleh 18 peserta dari 9 sekolah binaan, dimana komputer yang disediakan untuk roll out ini hanya 6 unit. Praktis, 1 unit komputer digunakan oleh 3 peserta.

Wweleh weleh...1 komputer 'dikeroyok' 3 peserta

Wweleh weleh...1 komputer 'dikeroyok' 3 peserta

Namun, ungkapan di atas juga bisa dimaknai semangat, karena ada kata “sayang”. Ini menandakan bahwa meskipun kecewa sebenarnya mereka sudah sadar akan pentingnya melek teknologi (dalam hal ini komputer). Mereka pun memiliki keinginan dan harapan yang kuat bisa mengoperasikan komputer. Atau dengan kata lain mereka sudah ‘terpikat’ oleh komputer, karena ternyata di Abad ke-21 ini penguasaan komputer dapat meningkatkan produktifitas mereka dalam mengajar.

Baca lebih lanjut

"Sayang Yo…, Komputere Kurang Uakih!"

Dalam Bahasa Indonesia ungkapan tersebut di atas kurang lebih bermakna “Sayang ya…, komputernya kurang banyak”. Ungkapan inilah yang banyak muncul dari lubuk hati peserta roll out Intel Teach yang diadakan oleh DBE 2 Jawa Tengah di Jepara. Roll out Intel Teach ini diadakan secara serempak tanggal 3-6 Nopember 2008 di dua PSBG sekaligus yakni PSBG Pratiwi Sudarmono, Tahunan dan PSBG Gajah Mada, Nalumsari. Yah, hampir setiap hari mereka mengungkapkan hal ini dalam lembar kritik/evaluasi.

Ungkapan ini bisa dimaknai sebagai ungkapan kekecewaan, namun sekaligus juga ungkapan semangat (antusiasme). Kecewa, karena di masing-masing PSBG ini roll out dikuti oleh 18 peserta dari 9 sekolah binaan, dimana komputer yang disediakan untuk roll out ini hanya 6 unit. Praktis, 1 unit komputer digunakan oleh 3 peserta.

Wweleh weleh...1 komputer 'dikeroyok' 3 peserta

Wweleh weleh...1 komputer 'dikeroyok' 3 peserta

Namun, ungkapan di atas juga bisa dimaknai semangat, karena ada kata “sayang”. Ini menandakan bahwa meskipun kecewa sebenarnya mereka sudah sadar akan pentingnya melek teknologi (dalam hal ini komputer). Mereka pun memiliki keinginan dan harapan yang kuat bisa mengoperasikan komputer. Atau dengan kata lain mereka sudah ‘terpikat’ oleh komputer, karena ternyata di Abad ke-21 ini penguasaan komputer dapat meningkatkan produktifitas mereka dalam mengajar.

Baca lebih lanjut

“Sayang Yo…, Komputere Kurang Uakih!”

Dalam Bahasa Indonesia ungkapan tersebut di atas kurang lebih bermakna “Sayang ya…, komputernya kurang banyak”. Ungkapan inilah yang banyak muncul dari lubuk hati peserta roll out Intel Teach yang diadakan oleh DBE 2 Jawa Tengah di Jepara. Roll out Intel Teach ini diadakan secara serempak tanggal 3-6 Nopember 2008 di dua PSBG sekaligus yakni PSBG Pratiwi Sudarmono, Tahunan dan PSBG Gajah Mada, Nalumsari. Yah, hampir setiap hari mereka mengungkapkan hal ini dalam lembar kritik/evaluasi.

Ungkapan ini bisa dimaknai sebagai ungkapan kekecewaan, namun sekaligus juga ungkapan semangat (antusiasme). Kecewa, karena di masing-masing PSBG ini roll out dikuti oleh 18 peserta dari 9 sekolah binaan, dimana komputer yang disediakan untuk roll out ini hanya 6 unit. Praktis, 1 unit komputer digunakan oleh 3 peserta.

Wweleh weleh...1 komputer 'dikeroyok' 3 peserta

Wweleh weleh...1 komputer 'dikeroyok' 3 peserta

Namun, ungkapan di atas juga bisa dimaknai semangat, karena ada kata “sayang”. Ini menandakan bahwa meskipun kecewa sebenarnya mereka sudah sadar akan pentingnya melek teknologi (dalam hal ini komputer). Mereka pun memiliki keinginan dan harapan yang kuat bisa mengoperasikan komputer. Atau dengan kata lain mereka sudah ‘terpikat’ oleh komputer, karena ternyata di Abad ke-21 ini penguasaan komputer dapat meningkatkan produktifitas mereka dalam mengajar.

Baca lebih lanjut

Tutorial Melindungi Komputer dari Serangan Virus Menggunakan AVG Free 8.0

Logo AVG Free 8.0

Logo AVG Free 8.0

Setiap komputer di sekolah maupun PSBG sangat rentan terhadap serangan virus. Serangan virus pada komputer dapat mengganggu kinerja komputer, biasanya gejala-gejala yang muncul adalah komputer menjadi lambat ketika menjalankan program/aplikasi, kemudian aplikasi yang telah di instalasi tidak dapat dijalankan, bahkan terdapat beberapa virus yang mampu untuk merusak dokumen yang telah kita buat sehingga tidak dapat dibuka.

Agar komputer terhindar dari serangan virus, hendaknya kita melengkapi komputer yang ada dengan program antivirus. Dalam tutorial ini akan dibahas bagaimana melindungi komputer Anda dari serangan virus menggunakan program antivirus AVG Free 8.0. Kelebihan dari antivirus AVG Free Edition ini adalah mampu mendeteksi berbagai virus lokal yang seringkali lolos saat dipindai (scan) oleh antivirus yang lain.

Antivirus AVG Free Edition yang digunakan dalam tutorial ini adalah versi 8.0 untuk sistem operasi Windows XP dan Vista yang dapat di-download gratis lewat situs webnya. Untuk menginstal dan memindai virus menggunakan antivirus AVG Free Edition dijelaskan dalam tutorial yang dapat di download di bawah ini.

Download Tutorial Disini