Alat Peraga Murah : Corong Berhitung dari Makassar

APM Corong berhitung, sedang diperagakan di ajang KKG.

APM Corong berhitung, sedang diperagakan di ajang KKG.

Membuat Alat Peraga Murah (APM) untuk digunakan dalam pembelajaran tidaklah rumit. Modal niat yang tulus atau keinginan yang mulia memajukan anak bangsa melalui pendidikan di bangku SD sejak awal menjadi spirit berharga menciptakan karya nyata agar murid-murid menjadi betah dan tertarik bahkan menyenangkan mempelajari pelajaran seperti Matematika yang selama ini menjadi momok bagi sebagian anak.

Membelajarkan anak didik dengan cara PAKEM, PAKEMI, PAIKEM atau istilah lainnya yang sejenis berkonotasi Active Learning bukan hanya hiasan di bibir semata. Dibutuhkan kreatifitas guru untuk mewujudkannya. Salah satu cara mewujudkan hal itu adalah melahirkan APM berinisial ”Corong” sebagai alat yang dapat digunakan dalam pembelajaran tematik di kelas awal terutama memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak pelajaran Matematika yang bermakna.

Seperti apakah corong itu?.

Siapkan alat berupa gunting, mistar, cutter, pensil, dan paku. Jangan lupa bahan-bahan yang murah meriah dan dapat ditemukan di lingkungan sekitar seperti kardus, karton warna, lem kertas, tali, plester, bijibijian yang dapat diambil atau di buat dari biji semangka yang dikeringkan atau biji kacang hijau, plester, 10 botol bekas air mineral ukuran sedang, gantungan gorden sebanyak 13 buah, kartu angka/bilangan dari map bekas yang digunting.

Baca lebih lanjut

Geliat Pembelajaran Aktif di Gudang Dolog

Geliat PAKEM di Gudang Dolog

Geliat PAKEM di Gudang Dolog

Siapa yang tidak kenal dengan SD Sumberagung 2, lokasinya di pinggir jalan raya Blora –Banjarejo. SD yang satu ini merupakan SD binaan dari DBE2, selain itu juga termasuk SD yang sering menerima ucapan selamat dari Sekolah –sekolah yang lain karena prestasi yang sering diperolehnya. SD Sumberagung 2 ini dipilih oleh DBE2 menjadi SD acuan selain SD Gedongsari. Untuk Gugus Borobudur ada dua SD acuan yaitu SD Gedongsari dan SD Sumberagung 2.

Ke-dua SD tersebut jika dibandingkan, perbedaannya sangat jauh, bagaikan langit dan bumi. Marilah kita tengok SD Sumberagung 2,  guru – gurunya sebagian besar sudah berpendidikan S1, sistem pembelajaran yang dilaksanakan juga sudah PAKEM, sekarang kita tengok kelasnya, pasti anda tidak akan percaya, penataan ruang kelas sudah menunjukkan ruangan kelas yang bernuansa PAKEM, hal ini tidak perlu dijelaskan lagi karena pembaca sudah tau bagaimana kelas yang bernuansa PAKEM itu.

Baca lebih lanjut