Pembelajaran Dengan Mind Mapping

Seri: Celoteh anak SD

Hari ini kami belajar bahasa Indonesia . Pelajaran dimulai dengan menyanyikan lagu ‘Bapak Tani Punya Kandang’. Lagu itu sudah familiar di telinga kami karena merupakan salah satu lagu favorit anak-anak kelas 2. Selanjutnya bu guru menjelaskan tujuan belajar kali ini. Bu guru berkata, “Anak-anak Setelah ini, ibu harap kalian dapat mendeskripsikan binatang yaitu dengan cara menjelaskan ciri-cirinya.”

Kemudian bu guru menempelkan sebuah gambar binatang di papan tulis. Serentak kami semua berteriak-teriak menyebutkan nama binatangnya. Bu guru meredakan kegaduhan dengan cara terus saja menggambar lingkaran-lingkaran di kanan-kiri, atas dan bawah, mengelilingi gambar. Kami menunggu-nunggu apa yang akan bu guru gambar selanjutnya. “Oh… cuma bulatan… Buat apa bu guru?” Nanda salah seorang teman kami sudah tak sabar lagi. Bu guru masih asyik menggambar. Kami penasaran.
“Baik, anak-anak apa yang kalian lihat di papan tulis?”
“Gambar harimau bu…!”
“Lingkaran-lingkaran…”
“Bulatan-bulatan…”
“Bola-Bola…”
Satu-persatu suara teman-teman memenuhi ruangan kelas.

Ibu guru membenarkan semua jawaban kami lalu menjelaskan bahwa hari ini kami akan belajar mendeskripsikan binatang dengan teknik ‘Peta pikiran“. Gambar harimau yang ditempelkan di papan tulis adalah binatang yang akan kami deskripsikan. Agar proses deskripsi berjalan lancar, kami diajak membuat peta pikiran. Kami bersama-sama memberikan masukan tentang ciri-ciri binatang, mencurahkan semua ide dan gagasan kami ke dalam peta pikiran itu. Bu guru menuliskan ciri-ciri binatang ke dalam lingkaran atau bola-bola itu. Bu guru pun meminta kami untuk menuliskan sendiri pendapat kami di papan tulis. Teman-teman maju dengan pendapatnya masing-masing. Ada yang hampir benar, benar dan hi..hi..hi..ada juga yang salah! Tapi bu guru tetap memberi apresiasi dan membimbing kami ke arah jawaban yang tepat.

Tulisan dalam bola-bola itu dihubungkan dengan garis. Garis lengkung atau garis lurus .Setiap satu bola bisa terdiri dari dua sampai empat anak bola. Tergantung luasnya penjelasan kami. Contoh
• Bola bertuliskan suaranya: anak bola hanya 1 yaitu mengaum

• Bola bertulskan tempat hidup: anak bola ada 2 yaitu: di hutan dan di darat

Akhirnya selesai sudah diskusi kami membuat peta pikiran

Kegiatan selanjutnya kami bersama-sama menuangkan bola-bola tulisan itu ke dalam kalimat. Mendeskripsikan binatang dengan teknik peta pikiran , membuat kegiatan mendeskripsikan binatang menjadi mudah. Kata bu guru teknik itu namanya : Mind Mapping…

Note: Metode Pembelajaran mind mapping diperkenalkan oleh Dr. Tony Buzan , di era tahun 1970 an

Ice Breaking komunikasi

Dalam sebuah organisasi arau institusi komunikasi merupakan hal utama yang harus dijakankan dengan baik. Kesuksesan suatu program akan sangat tergantung dari komunikasi yang efektif dan lancar yang dilakukan oleh para pihak yang tergabung dalam organisasi itu.

Menafsirkan gambar

Menafsirkan gambar

Berikut ini adalah sebuah game sekaligus memberikan analogi bagaimana pengaruh komunikasi terhadap pencapaian tujuan organisasi/ institusi. Adapun langkah-langkah game-nya adalah sebagai berikut:

  1. Bentuklah peserta pelatihan menjadi kelompok-kelompok.
  2. Peserta diminta untuk memilih 1 orang yang paling pandai menggambar dan satu orang yang paling cerdas.
  3. Setiap orang yang ditunjuk sebagai ahli menggambar, dipersilahkan maju untuk menggambar sesuatu yang menunjukkan visi atau motivasi kelompok, misalnya menggambar matahari sebagai gambaran bahwa kelompok tersebut akan memberikan pencerahan kepada semua orang yang ada di dunia ini.
  4. Setelah selesai menggambar,  separoh ahli lukis dipersilahkan keluar ruangan. Sedangkan separoh yang lainnya dipersilahkan kembali kekelompok untuk menjelaskan apa makna gambar yang telah mereka buat tersebut.
  5. BACA SELENGKAPNYA DI SINI

Sekolah harus dipromosikan secara profesional

Andaikan sekolah itu merupakan usaha dagang, maka tidak berlebihan jika dikatakan oleh orang bahwa, “jika kita ingin untung besar, maka dirikanlah sekolah”. Bahkan ada Surat Kabar Kompas pernah mengatakan, “Jika anda ingin kaya, maka dirikanlah sekolah!”. Mengapa bisa demikian?

TOT LMS (Laporan Mutu Sekolah)Kita semua tahu bahwa semua sekolah dengan berbagai kondisi selalu laku, dengan bukti selalu ada muridnya. Bahkan sekolah yang dikelola asal-asalan tetep juga ada siswanya, walaupun mungkin jumlahnya sedikit. Apalagi kalau sekolah tersebut dikelola secara profesional, tentu akan sangat laku.

Pengelolaan sekolah yang profesional meliputi berbagai hal, mulai dari managerial sekolah, proses pembelajaran, evaluasi program dan tentu juga marketing. Bagaimana memasarkan sekolah? Inilah yang dibahas dalam TOT Laporan Mutu Sekolah (LMS) di Demak baru-baru saja.

Laporan mutu sekolah (LMS) merupakan salah satu cara untuk memasarkan sekolah. Dalam LMS dilaporkan berbagai informasi tentang sekolah, mulai dari data perkembangan siswa dari tahun-ke tahun, dana operasional sekolah, prestasi sekolah, prestasi guru dan siswa, yang semuanya itu dikemas secara simple dan menarik untuk dibaca.

Selama ini laporan sekolah selalu berupa tabel-tabel keuangan yang disajikan secara formal dan menjemukan. Namun dalam LMS sudah dikemas secara menarik dengan dilengkapi dengan gambar visual dan grafik-grafik full color yang tidak membosankan.  Apakah membuat laporan yang lengkap dengan gambar visual sulit?

Jawabannya tidak-tidak-tidak. Dalam pelatihan LMS semua data sebenarnya dinput secara manual dalam program exel. Data-data yang kita masukkan berupa angka-angka kuantitatif yang akan diolah secara otomatis oleh program exel yang sudah dicustom program oleh DBE sehingga output data sudah berupa gambar-gambar visual yang sangat menarik dan mudah dibaca.

Minar Sormin, Salah Satu Guru “PAKEM” dari Pangaribuan

Minar Sormin, Guru dari Gugus Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara sedang mengajar pelajaran Bahasa Indonesia dengan ala PAKEM Selasa 26 Mei 2009

Minar Sormin, Guru dari Gugus Pangaribuan Kabupaten Tapanuli Utara sedang mengajar pelajaran Bahasa Indonesia dengan ala PAKEM Selasa 26 Mei 2009

Minar Sormin Salah satu guru yang selalu menerapkan Pembelajaran Aktif Kreatif Efektif dan Menyenangkan ( PAKEM) di gugus Pangaribuan. Hal ini tampak pada saat kegiatan Bantuan Profesional Sekolah (BPS II) Paket Bahasa Indonesia yang dilaksanakan DBE2 Sumatera Utara tgl. 25 – 27 Mei 2009 di gugus Pangaribuan Tapanuli Utara.

Pagi yang cerah menghiasi SDN 175761 Pulo Pakpahan.walaupun debu sedikit beterbangan dikarenakan musim hujan yang tak kunjung tiba sejak satu bulan terakhir ini. Tim BPS pada hari Selasa, 26 Mei di SDN Pulo ini, Dahlan Sitompul selaku Kordinator Pelatihan Sumatera Utara bersama dengan Salmon Tambunan sebagai Kordinator Kabupaten Sibolga – Tapanuli Utara Kohort 2, melakukan pendampingan ke dalam kelas untuk melihat sejauh mana guru –guru yang yang dibina DBE2 mampu menerpakan dalam ruang kelas.

Salmon mengamati pembelajaran yang diajarkan guru kelas V ini dengan penuh semangat dengan sesekali mengajak anak bernyanyi bersama untuk menghilangkan kejenuhan si anak ketika menerima pelajaran. Setelah selesai bernyanyi anak disuruh untuk mendengarkan puisi yang dibacakan si guru dengan menggunakan intonasi yang tepat dan mimik yang sesuai. Kemudian anak – anak mencoba memberikan apresiasi terhadap guru yang telah membaca puisi. Alhasil si guru diberi nilai yang bagus setelah itu siguru meminta anak untuk berlomba-lomba membaca puisi supaya memperoleh nilai yang sangat bagus.

Baca lebih lanjut

Aku Berguncang, Mereka Bergetar

Simulasi Gunung Meletus

Simulasi Gunung Meletus

Aku sering kali dikagumi karena keindahan aku. Tapi aku juga acap kali ditakuti, karena bila aku marah…aku mampu mengguncangkan apa yang ada disekitar aku dan membuat mereka bergetar karena takut, cemas dan sedih.

Dibalik kemarahan aku, aku adalah sahabat manusia dan mahkluk hidup lainnya. Tanahku yang subur mampu membantu kehidupan mereka. Para petualang mencoba menaklukkan aku dengan cara mendaki tubuhku yang penuh tantangan ini, untuk mengukur seberapa besar nyali mereka.

Para ahli mengatakan bahwa aku adalah salah satu fenomena alam yang menakjubkan.

Keunikan aku membuat banyak para ahli untuk meneliti aku, khususnya gejolak kemarahan ku, sebelum aku berguncang meluluhlantakkan semua yang yang ada disekitarku. Kemarahan ku pun ternyata juga memberikan pemandangan yang indah bagi mereka yang sangat terobsesi oleh aku. Mereka berebut untuk membuat photo dan video terbaik pada saat aku mengeluarkan awan hitam dan putih silih berganti, memuntahkan semburan api dan lahar panas yang keluar dari tubuhku.

Photo dan video yang dihasilkan oleh para ahli ternyata sangat membantu para pendidik tak terkecuali guru – guru, untuk memberikan pengetahuan tentang aku kepada murid – murid. Tak jarang mereka melakukan replikasi uji coba mini untuk mengetahui siapa aku. Saat ini siswa – siswi SDN cibitung 2 di Subang dan SD BPK Penabur di Indramayu (Jawa Barat) bersama dengan tim video kreatif dari USAID – DBE2 Jawa Barat dan Banten, menjadikan aku sebagai subyek dalam pembelajaran IPA.

Baca lebih lanjut

Alat Peraga Murah : Replika Jantung

Alat Peraga Murah Replika Jantung

Alat Peraga Murah Replika Jantung

Latar belakang pembuatan Alat :
– Belum ada APM jantung yang digunakan untuk mempelajari dan menjelaskan proses peredaran darah ke seluruh tubuh.
– Perlu adanya alat peraga sirkulasi darah agar siswa mudah memahami bagaimana proses peredaran darah bisa terjadi.

Tujuan Pembuatan Alat :
– Untuk menguji kebenaran teori yang telah dipelajari dari buku IPA, yang sampai saat ini belum mempunyai alat yang menggambarkan proses peredaran darah dilihat secara transparan.

Baca lebih lanjut

Tragedi Membawa Berkah

Alat penyulingan yang diperagakan dalam Roll Out PSBG di Kabupaten Blora

Alat penyulingan yang diperagakan dalam Roll Out PSBG di Kabupaten Blora

Ini peristiwa yang menimpaku saat aku diperkenalkan kepada warga gugus pada saat mengikuti pelatihan. Kejadian itu tidak terbayangkan sebelumnya kalau hal itu akan menimpa diriku, padahal sebelumnya aku sudah dilatih dan diuji coba, hasilnya sangat memuaskan , dan banyak orang yang mengagumiku.

Ini mungkin gara-gara dandananku yang sangat menor, “ya maklumlah wong mau diperkenalkan dengan penghuni-penghuni yang lain” pikirku dalam hati. Si pembuatku memang sangat sayang pada diriku, bayangkan saja, sebelum aku diperkenalkan pada yang lainnya, dengan sayangnya tuanku membodi aku agar kelihatan menarik dan tidak lupa pula tuanku memoleskan pewarna pada tubuhku, dan sekejap saja berubahlah tubuhku menjadi menarik dan menjadi pusat perhatian orang yang memandangku.

Baca lebih lanjut

Alat Peraga Murah : Alam Bertasbih

Plok….plok…plok. Seperti itulah suara meriah aplaus dari peserta lain yang mengiringi berakhirnya demonstrasi Peraga Tematik ”Alam Bertasbih” yang dibuat oleh SD Muhammadiyah dalam Pelatihan KKG2 sesi Pembuatan APM yang dilaksanakan pada tanggal 20-21 Maret 2009. Alat peraga ini menyita banyak perhatian peserta lain karena keunikan dari judul alat peraga tersebut serta alat peraga ini dapat dipakai dan tepat untuk pembelajaran kelas awal yang bernuansa tematik.

Apa itu Peraga ” Alam Bertasbih ” ?

dscf14143

Tampilan alat peraga "Alam Bertasbih"


Latar Belakang ,
Bumi merupakan bagian dari alam semesta yang diciptakan oleh Allah SWT, bumi senantiasa mengalami perubahan yang sangat dinamis dan perubahan tersebut akan berdampak secara langsung pada diri kita dan pada lingkungan.

Kompetensi yang ingin dicapai;

Mendiskripsikan proses alam dan kegiatan manusia yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

Baca lebih lanjut

Alat Peraga Murah : Corong Berhitung dari Makassar

APM Corong berhitung, sedang diperagakan di ajang KKG.

APM Corong berhitung, sedang diperagakan di ajang KKG.

Membuat Alat Peraga Murah (APM) untuk digunakan dalam pembelajaran tidaklah rumit. Modal niat yang tulus atau keinginan yang mulia memajukan anak bangsa melalui pendidikan di bangku SD sejak awal menjadi spirit berharga menciptakan karya nyata agar murid-murid menjadi betah dan tertarik bahkan menyenangkan mempelajari pelajaran seperti Matematika yang selama ini menjadi momok bagi sebagian anak.

Membelajarkan anak didik dengan cara PAKEM, PAKEMI, PAIKEM atau istilah lainnya yang sejenis berkonotasi Active Learning bukan hanya hiasan di bibir semata. Dibutuhkan kreatifitas guru untuk mewujudkannya. Salah satu cara mewujudkan hal itu adalah melahirkan APM berinisial ”Corong” sebagai alat yang dapat digunakan dalam pembelajaran tematik di kelas awal terutama memperkenalkan sejak dini kepada anak-anak pelajaran Matematika yang bermakna.

Seperti apakah corong itu?.

Siapkan alat berupa gunting, mistar, cutter, pensil, dan paku. Jangan lupa bahan-bahan yang murah meriah dan dapat ditemukan di lingkungan sekitar seperti kardus, karton warna, lem kertas, tali, plester, bijibijian yang dapat diambil atau di buat dari biji semangka yang dikeringkan atau biji kacang hijau, plester, 10 botol bekas air mineral ukuran sedang, gantungan gorden sebanyak 13 buah, kartu angka/bilangan dari map bekas yang digunting.

Baca lebih lanjut

Geliat Pembelajaran Aktif di Gudang Dolog

Geliat PAKEM di Gudang Dolog

Geliat PAKEM di Gudang Dolog

Siapa yang tidak kenal dengan SD Sumberagung 2, lokasinya di pinggir jalan raya Blora –Banjarejo. SD yang satu ini merupakan SD binaan dari DBE2, selain itu juga termasuk SD yang sering menerima ucapan selamat dari Sekolah –sekolah yang lain karena prestasi yang sering diperolehnya. SD Sumberagung 2 ini dipilih oleh DBE2 menjadi SD acuan selain SD Gedongsari. Untuk Gugus Borobudur ada dua SD acuan yaitu SD Gedongsari dan SD Sumberagung 2.

Ke-dua SD tersebut jika dibandingkan, perbedaannya sangat jauh, bagaikan langit dan bumi. Marilah kita tengok SD Sumberagung 2,  guru – gurunya sebagian besar sudah berpendidikan S1, sistem pembelajaran yang dilaksanakan juga sudah PAKEM, sekarang kita tengok kelasnya, pasti anda tidak akan percaya, penataan ruang kelas sudah menunjukkan ruangan kelas yang bernuansa PAKEM, hal ini tidak perlu dijelaskan lagi karena pembaca sudah tau bagaimana kelas yang bernuansa PAKEM itu.

Baca lebih lanjut