DBE 2 – USAID Jawa Tengah Dampingi Rintisan Pendidikan Jarak Jauh di IAIN Walisongo Semarang

IAIN Walisongo bekerjasama dengan DBE 2-USAID sedang merintis kelas online dalam Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Letter of Agreement (LoA) IAIN dengan DBE 2-USAID telah ditandatangani oleh Pgs Rektor IAIN Walisongo, Prof Dr Muhibbin M.Ag dengan Chief of Party DBE 2-USAID Michael Calvano, Ph.D pada tanggal 2 Desember 2010. Inti program ini adalah pengembangan Learning Management System (LMS) dan mendukung proses persiapan kelas online.

“Program ini sangat positif untuk pemanfaatan IT sebagai media pembelajaran di dunia maya” kata Dekan Tarbiyah, Dr Suja’i, M.Ag saat membuka Refreshment Pengembangan Kelas Online yang bertempat di Kampus II, Selasa (4/1) pagi tadi. Hadir sebagai narasumber dari DBE 2-USAID yaitu, Carwoto, Khusnul Aflah dan Fitria Hima Mahligai.

Rikza, salah satu panitia menuturkan bahwa sudah saatnya IAIN Walisongo mengimplementasikan PJJ untuk pembelajaran secara online. Untuk ujicoba, 9 dosen Tarbiyah telah mengikuti kursus pembuatan kelas online selama dua bulan. “Mulai semester depan kita akan coba terapkan di Fakultas Tarbiyah” tegas Suja’i. Setelah uji coba di Tarbiyah bisa berjalan lancar, nanti akan diterapkan di semua tiga Fakultas lainnya. Baca lebih lanjut

Iklan

Workshop APM: Kerja Bareng DBE 2 Jawa Tengah – PT. Indominco Mandiri, Bontang

Pada tanggal 5 Desember 2010, DBE 2 Jawa Tengah mengirimkan fasilitatornya untuk mendukung sebuah program CSR (Corporate Social Responsibility) yang digagas oleh PT. Indominco Mandiri, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara yang wilayah operasionalnya meliputi Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kertanegara dan Kota Bontang. Program yang dimaksud adalah workshop Alat Peraga Murah (APM) yang diikuti oleh guru-guru sekolah binaan di sekitar perusahaan.

“Tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk memperkaya pengetahuan guru cara membuat dan menggunakan alat peraga pembelajaran yang sederhana dan murah serta mudah dapat ditemukan di sekitar kita”, demikian kata Mardian Marsono, Kepala Seksi Pengembangan Sosial Departemen Community Relation perusahaan tersebut.

Lebih lanjut Mardian mengungkapkan bahwa  PT. Indominco Mandiri berharap setelah workshop ini guru-guru yang dilatih  mampu membuat dan menggunakan alat peraga pembelajaran murah di sekolah dan mampu menyebarluaskan pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh untuk sesama guru. Lebih dari itu, sekolah tempat mereka bekerja mendukung guru untuk menghasilkan alat peraga pembelajaran murah secara mandiri yang akan digunakan dalam mengajar sehari-hari.

Peserta sedang asyik membuat Alat Peraga Murah untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia

Peserta sedang asyik membuat alat peraga pembelajaran murah untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia

Baca lebih lanjut

Guru Peserta Mentoring Melaksanakan Pembelajaran Aktif dengan TIK

 Setelah mengikuti kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh DBE 2 Jawa Tengah semenjak bulan Maret 2009, akhirnya pada hari Jumat (22/5) beberapa guru di dua sekolah pilot merealisasikan pembelajaran aktif menggunakan perangkat teknologi informasi dan komunikasi  (TIK)  bagi murid-muridnya.

Foto_mentoring_Pak_marnoSumarno, guru SDN 2 Genting Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali telah merancang dan menerapkan pembelajaran aktif berbasis TIK untuk mata pelajaran Olah Raga dengan materi Permainan Bola Besar (Sepak Bola). Ada dua aktivitas penggunaan komputer dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan Pak Marno, panggilan akrab beliau. Pertama penggunaan perangkat lunak PowerPoint untuk  kuis “konsentrasi” dan perangkat lunak Inspiration IE pada stasiun Pola Permainan Sepak Bola.

Foto_Mentoring_Bu_AsriPada hari yang sama, Asriana Sangku, guru SDN 2 Gergunung Kecamatan Klaten Utara Kabupaten Klaten, juga melaksanakan implementasi RPP yang dibuatnya. Bu Arsi, demikian murid-murid beliau biasa memanggil, mempraktekkan pengajaran PKN dengan materi Politik Luar Negeri. Bu Asri juga memanfaatkan komputer pada dua aktivitas pembelajaran yang dilakukannya. Pertama, penggunaan PowerPoint sebagai template untuk memasukkan hasil diskusi kelompok dan presentasi. Kedua, penggunaan PowerPoint untuk game kompetisi kelompok “Jeopardy”.

Integrasi komputer pada dua aktivitas pembelajaran ini terbukti menambah semangat belajar murid-murid Pak Marno maupun Bu Asri. Hal ini terlihat dari suasana kelas saat kegiatan pembelajaran berlangsung.