DBE 2 Aceh Segera Terbitkan Dua Video Pembelajaran

Shooting video pembelajaran tentang fenomena alam dan simulasi model pembelajaran aktif di perguruan tinggi mulai dilakukan pada tanggal 25-26 Januari di DBE2 FKIP, dan 26-27 Januari di MIN Rukoh, Banda Aceh. Pemuatan film itu dilakukan oleh CV. Rumah Gambar dari Jakarta.

Sebelum pembuatan video itu dilakukan terlebih dulu dilakukan casting atau pemilihan pemeran dalam video itu sesuai dengan skenario. Skenario fenomena alam diulis oleh University Advisor DBE 2 Muslem Daud sedangkan video simulasi model pembelajaran aktif ditulis oleh Dr. Adlim M.Sc, dari DBE 2 FKIP.

Baca lebih lanjut

Jejaring Sosial ICT DBE2 : Dukungan Teknis Berkelanjutan untuk Tim ICT Gugus/PSBG

Tampilan layanan jejaring sosial ICTDBE2

Tampilan layanan jejaring sosial ICTDBE2

Satu lagi media komunikasi DBE2 hadir di Internet, yaitu ICTDBE2.Ning.Com. Wadah komunikasi ini sengaja dibuat untuk memberikan ruang kepada guru binaan DBE2 untuk dapat berbagi pengalaman seputar pemanfaatan dan perawatan ICT (Information & Communication Technology) yang mereka kelola di sekolah dan PSBG (Pusat Sumber Belajar Gugus).

Dalam wadah ini disediakan berbagai forum diskusi untuk dapat digunakan sebagai media berbagi ide, sharing pengalaman dan wadah curah pendapat bagi segala hal dan permasalahan yang mereka hadapi ketika memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran, penggunakaan ICT untuk bekerja dan seputar perawatan dan permasalahan perangkat ICT.

Saat ini, disetiap PSBG binaan DBE2 USAID telah memiliki 3 (tiga) orang staf teknis perawatan ICT yang menjadi bagian dari ICT Team DBE2. Staf teknis ini bertugas untuk memberikan dukungan teknis atas permasalahan-permasalahan seputar teknologi informasi yang terjadi di sekolah dan gugus. Lewat jejaring sosial dan media komunikasi Internet yang ada, keberlangsungan komunikasi antara staf teknis yang tersebar di seluruh propinsi binaan DBE2 dapat terus terjalin, sehingga mereka dapat terus mendapatkan informasi terbaru, mendapatkan solusi dan dukungan teknis dari staf teknis ICT yang lain.

Kunjungi jejaring sosial ICTDBE2.Ning.Com

Pelatihan ICT Maintenance & Troubleshooting Propinsi Sumatera Utara

Peserta yang sedang berkonsentrasi mempelajari bagian-bagian komputer dalam Stasiun Perakitan

Peserta pelatihan berkonsentrasi untuk melakukan instruksi dalam Stasiun Perakitan Komputer

Untuk menambah kemampuan para MTT dan DLC serta pengurus PSBG Kohort 1 Sumatera Utara dilaksanakan Pelatihan trouble shooting and maintenance oleh Tim ICT DBE2 Sumatera Utara di Hotel Mikie Holiday, Brastagi, Sumatera Utara pada hari Selasa – Kamis 27 – 29/10/2009.

Pada acara pembukaan Provincial Coordinator DBE2 Sumatera Utara didampingi oleh Fasilitator, Winastawan Gora dari DBE2 Jakarta dan ICT kordinator DBE2 Sumatera Utara, Yasir Siregar menyampaikan bahwa para peserta pelatihan akan dibekali kemampuan mengatasi masalah-masalah yang sering muncul pada komputer- komputer di PSBG.

Lebih lanjut Dr. Parapat Gultom mengatakan bahwa ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan pada komponen IT yaitu Hardware, software dan Brainware. Brainware lebih penting ditingkatkan karena IT berkembang begitu cepat ujarnya pada pembukaan pelatihan ini.

Selama pelatihan para peserta dibekali kemampuan mengenali perangkat-perangkat komputer dan mencoba menginstal ulang program-program tersebut seperti yang diminta oleh instruktur sesuai dengan lembar kerja yang diberikan.

Tampak pada sesi hari pertama semua peserta sangat serius mengikuti sesi dan tidak ada waktu yang terluang semua fokus pada tugas yang diemban masing-masing kelompok.

Pelatihan berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan dan para peserta masih butuh pelatihan-pelatihan tambahan tentang ICT agar kemampuan tetap kekal dan dapat diimbaskan di daerah peserta masing-masing. semoga

Sustainability Program DBE2 : Memandirikan Gugus Binaan di Sulawesi Selatan

Program DBE2 telah bergulir di bumi Sulawesi Selatan hampir empat tahun, dan telah menghasilkan beberapa kemajuan penting membangun dunia pendidikan dasar yang terdesentralisasi menuju pendidikan yang berkualitas. Telah banyak tenaga,waktu, dan biaya yang digulirkan untuk mengawal program ini. Tak dapat dihitung lagi berapa kegiatan pelatihan/workshop,lokakarya dan sejenisnya mengawal program ini.

Banyak yang telah dilakukan, meskipun tidak banyak pula yang perlu ditingkatkan ,disebartluaskan,dan dijaga stabilitasnya. Strategi dan pendekatan yang digunakan untuk membumikannya adalah “Sustainable Program” atau program keberlanjutan dengan menawarkan beberapa pendekatan, seperti kemitraan,kemadirian,peningkatan kapasitas atau keterampilan profesionalisme stakeholders lokal,reflikasi/desiminasi sampai memandirikan Pemandu Bidang Studi dan Pengawas dengan program menthoring, Kepala Sekolah dan Guru Taman Kanak-Kanak dengan Program Audio Interaktif,memberdayakan PSBG, pelatihan mandiri sesuai kebutuhan masing-masing gugus dan sebagainya. Kegiatan akan menjadi bermakna jika telah membumi bersama stakeholders di daerah binaan. Kata kuncinya adalah perkuat jaringan dan bangun kemitraan bersama mereka.

Dipenghujung tahun 2009 ini, program andalan DBE2 adalah DALI dan Intel Teach Workshop, Peningkatan Kemampuan Profesional (PKP), Field Staff Training untuk peningkatan kapasitas staff lapangan, Comunication and Maintenance CRC/PSBG Workshop, dan Class Room Reading Program. Khusus untuk Reading Program,menjadi program yang dapat membumi di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

Program Pemerintah Kota Makassar yang bertitel ”Masyarakat Gemar Membaca” dapat berintegrasi dan menjadi fundament Suistainable program DBE2, yang dapat berterima dan bersinergi dengan kebutuhan masyakat belajar di Kota Makassar, terutama di jenjang Sekolah Dasar dan Pra Sekolah (PAUD dan TK). Program ini menjadi prioritas utama dan jembatan emas meningkatkan kualitas pendidikan,yang saat ini Pemerintah Kota Makassar memacu diri dan berupaya mensejajarkan kualitas pendidikan dengan daerah atau kota-kota lainnya yang ada di Indonesia. Gayung bersambut,program akan membumi dan mimpi keberlanjutan akan menjadi kenyataan, kita tunggu hasilnya.

Kabupaten dan Kota binaan DBE2 Sulawesi Selatan lainnya, yang tersebar di luar Kota Makassar, tak kalah gencarnya untuk menyongsong program keberlanjutan,dimulai dengan video conferens bersama UNM, sampai reflikasi besar-besar mulai di tingkat Gugus sampai Kabupaten/Kota, baik jennjang Sekolah Dasar maupun Pra sekolah. Kondisi ini harus tetap dipertahankan sembari memperkuat jaringan dan kemitraan dengan aksi nyata. Gugus binaan harus direkonstruksi untuk melakukan program kegiatan yang menopang program keberlanjutan,seperti melakukan kegiatan sesuai kebutuhan gugus, dan memandirikan mereka untuk mengorgaisasi pelatihan (manajemen pelatihan berbasis gugus),memberdayakan sumberdaya lokal untuk berbagi pengalaman mereka di daerah masing-masing. Kantor DBE2 dapat menfasilitasi mereka untuk melakukan ”Training Needs Assesement (TNA)”, selanjutnya perlahan tapi pasti memulai mengurangi peran yang ”Top Down”, dan membangkitkan peran ”Bottom Up”, sambil menginspirasi gugus untuk siap memegang tongkat estapet. Inilah hakikat Sustainable Program untuk konteks Sulawesi Selatan,bahkan Indonesia.

Program Sosialisasi dan Reflikasi Audio Interaktif mendukung Sustainable Program

Program Sosialisasi dan Reflikasi Audio Interaktif mendukung Sustainable Program

Suasana Kelas yang dapat menjadi Inspirasi "Reading Program"

Suasana kelas dapat menjadi Inspirasi "Reading Program"

Bantuan Profesional Sekolah Tahap II Paket Matematika di Kabupaten Luwu : Jadilah Guru Yang Dapat Menginspirasi Anak Didik

Pendampingan Tahap II Paket Matematika atau Bantuan Profesional Sekolah (BPS) adalah program tindak lanjut pelatihan KKG atau KKKS II. Pendampingan II bertujuan untuk melakukan “pengkajian sejawat” terhadap peserta pelatihan yang menyerahkan dokumen dan hasil kerja Rencana Tindak Lanjut (RTL). Salah satu cara atau tips yang dilakukan oleh team yang terdiri dri MAT,MTT,dan PBS agar proses pendampingan dalam bentuk kunjungan sekolah menjadi produktif, yaitu mendorong peserta untuk mempersiapkan diri dan menyiapkan perangkat pembelajaran sebaik-baiknya. Hal ini dapat membantu mereka meningkatkan praktek pengajaran dan beberapa hasil karya mereka dapat diserahkan pada saat sertifikasi guru.

Tim BPS yang diawaki oleh Subaer (UA DBE2 Sulawesi Selatan) berkunjung ke sekolah binaan yang tersebar di Gugus 1 Belopa dan Gugus 2 Bajo Kabupaten Luwu, tanggal 23 sampai 25 Juni 2009 dengan satu tekad memberikan dukungan dan bantuan profesional untuk meningkatkan kapasitas guru dan kepala sekolah membuat administrasi pembelajaran atau merancang dan melakukan peembelajaran yang efektif mata pelajaran Matematika dengan berbasis penggunaan model dan metode pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan sebagai wujud aplikasi hasil pelatihan paket Matematika.

Ditengah-tengah kegelisahan sebagian besar insan pendidikan terutama di Propinsi Sulawesi Selatan, kehadiran program DBE2-USAID dapat dijadikan salah satu spirit untuk meningkatkan kualitas pembelajaran terutama di Sekolah Dasar. Meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya didukung kompotensi guru dalam pembelajaran, tetapi lebih dari itu perubahan sikap dan kebiasaan guru dan kepala sekolah serta stakeholder pendidikan atau dapat diistilahkan gerakan perubahan pola pikir dari tiba masa tiba akal, menjadi guru yang membuat rencana pembelajaran yang efektif akan menghasilkan pembelajaran yang efektif pula, dan bermuara pada salah satu sisi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Tak henti-hentinya Tim memberikan spirit dan penguatan-penguatan kepada seluruh tim sekolah yang didampingi atau dibina. “Jadilah guru dan kepala sekolah yang menginspirasi anak didik kita, melalui upaya memberikan layanan pendidikan yang berkualitas untuk mengangkat harkat dan martabak mereka dan memberi semangat dalam mengeyam pendidikan”, demikian sepenggal kalimat yang sring dilontarkan oleh Tim BPS untuk menyentuh kalbu.

“Guru yang menginspirasi anak didiknya,akan menjadi panutan, dirindukan dan tak akan pernah dilupakan oleh anak didiknya. Pembelajaran Matematika begitu berkesan dihati dan pikiran anak didik”, ungkap Subaer yang diamini oleh Amir Mallarangan, Idris Jafar, dan Abrar ditengah-tengah diskusi bersama kepala sekolah dan guru binaan.

Suasana pendampingan di salah satu sekolah binaan

Suasana pendampingan di salah satu sekolah binaan

Tim BPS/Pendampingan II Paket Matematika berjalan menuju ke salah satu sekolah binaan di Kabupaten Luwu

Tim jalan kaki menuju ke salah satu sekolah binaan di pelosok Kabupaten Luwu

Siapkan Strategi untuk Menjalankan Program Hibah Tahap II

“Selamat datang hibah tahap II di PSBG Karya Mandiri Guru Gugus 1 Mamajang Kota Makassar”. Demikian seuntai kata yang tak henti-hentinya meluncur dari bibir Wilis Sri Suprapti, Kepsek sekaligus ketua Gugus, yang disambut suka cita oleh Kadri Karim, Ketua PSBG. Peristiwa datangnya hibah terjadi bertepatan peringatan hardiknas, 2 Mei 2009.

Tidak seberapa lama atau 2 hari kemudian barang-barang ICT yang sudah terpasang telah dilengkapi dengan jaringan internet yang langsung online, sebagai wujud partisipasi dan keseriusan PSBG “Karya Mandiri Guru” atau disingkat “psbgkmgmamajang” untuk turut mengambil peran berbagi dengan program DBE2.

Saat ini komputer PC yang terkoneksi dengan internet ada 6 buah, tetapi sesungguhnya jaringan internet di PSBG KMG sudah ada jauh sebelum hibah tahap II tiba, hanya terbatas pada 2 PC dan dipasang di ruang guru dengan teknologi telkomnet instant yang dikembangkan dengan telkomnet speedy hingga saat ini.

Strategi pengelolaan yang akan dikembangkan “psbgkmgmamajang” adalah manajemen berbasis sekolah dengan menggunakan model partisipatif, mengingat PSBG ini didanai secara swadaya dan belum ada campur tangan pemerintah atau instansi terkait. Dengan manajemen dan model seperti itu terbukti banyak positifnya dan partisipasi stakeholders akan meningkat.

seperangkat komputer yang telah dipasang oleh pengurus PSBG KMG siap mengakses berbagai sumber ilmu di dunia maya

Seperangkat komputer yang telah dipasang oleh pengurus PSBG KMG siap mengakses berbagai sumber ilmu di dunia maya

Selamat Datang Hibah Tahap II di PSBG KMG Mamajang-Makassar

Selamat Datang Hibah Tahap II di PSBG KMG Mamajang- Kota Makassar

Kunjungan Tim Monev Sekretariat Negara di Kabupaten Pangkep : “Pelita Ilmu” Penerang dalam Kegelapan

Jam baru menunjukan pukul 06.30 WITA, hiruk-pikuk tampak terlihat di kantor DBE Sulawesi Selatan, hari Kamis tanggal 7 Mei 2009 tidak seperti biasanya. Beberapa orang staf berkemas-kemas mempersiapkan diri bergabung dengan Tim Monitoring Evaluasi Sekertariat Negara bersama tim USAID dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Bagai acara seremonial saja, satu persatu mobil yang akan mengangkut tim sudah siap di pelataran parkir. Tak berselang beberapa saat, tim meninggalkan Makassar menuju kabupaten Pangkep, tepat pukul 07.15 WITA.

Suasana Kota Makassar, hari itu tidak seperti biasanya, pasalnya keesokan hari (8 Mei 2009) pelantikan Walikota Makassar pertama melalui ”Pilkada Langsung” akan digelar. Suasana yang demikian tak menyurutkan mobil yang mengangkut tim meluncur dengan mulus melewati jalan tol Ir.Sutami yang belum berumur 1 tahun. Penulis berada di mobil pertama sebagai tim perintis melaju dengan kecepatan normal meninggalkan kantor DBE lebih awal. Di benak penulis terbersit perasaan yang bercampur aduk dengan prasangka positif atas program pendidikan dasar yang telah bergulir hampir 5 tahun di Propinsi Sulawesi Selatan.

Tim Monev Sekretariat Negara, USAID, DBE 1,2, dan 3 Sulawesi Selatan tepat jam 08.15 tiba di kabupaten Pangkep disambut MTT 1 dan 2, Kepala dan guru TK Anrong Appaka kecamatan Pangkajene kabupaten Pangkep. Ruangan kelas TK yang dibangun dengan swadaya masyarakat atas dukungan pemerintah kabupaten berdiri sederhana membinan anak-anak bangsa yang dipersiapkan memasuki Sekolah Dasar. Diskusi menarik antara Tim Monev Sekretariat Negara,USAID, DBE Sulawesi Selatan, dan stakeholders lokal, antara lain Kepala Bidang Pra Sekolah dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan kabupaten Pangkep, Ilham Aburaerah, Pengawas TK/SD, masyarakat dan Lurah setempat.

Tak henti-hentinya, Tri Mulatasih dan Eva Dilaila Tim Monev Biro Kerjasama Luar Negeri-Sekretrariat Negara RI, didampingi Joan Larcon, Nonni Handayani dari USAID Jakarta, Widya Prasetyanti Program Manager HKI-USAID, Nasuad Tawang (Bappeda Sul-Sel), Andi Buliana (Dinas Pendidikan Sul-Sel) bersama Provincial Coordinataor DBE 1, Prof. Asfah Rahman, Provincial Coordinator DBE 2, David Ehrmann, Provincial Coordinator DBE 3, Azhar Arsyad, berdiskusi dan melihat langsung seputar perkembangan program, manfaat yang diperoleh, keberlanjutan, dan penerimaaan serta  partisipasi stakeholders, di tengah-tengah keasyikan guru TK membelajarkan murid-muridnya.

Baca lebih lanjut

Belajar Menulis ala Pengurus PSBG Kabupaten Purworejo

dsc04864

Suasana pelatihan menulis di blog ApaKabar PSBG, yang berlangsung di Kabupaten Purworejo

Pada hari ini kami pengurus PSBG Dirgantara Bener dan PSBG Ahmad Yani Gebang Purworejo sedang mengadakan pelatihan membuat blog di apakabarpsbg, hal ini terjadi karena selama ini kami kurang exis berperan dalam blog apakabarpsbg. Namun bukan berarti kami tidak peduli dengan blog ini. Itu semua terjadi karena keterbatasan kemampuan yang kami miliki. Setelah kami mendapat pelatihan hari ini, semangat kami tumbuh. Semoga semangat ini terus berkembang dan mampu mengisi blog ini secara aktif.

Baca lebih lanjut

Menjadi Guru Profesional Melalui Program DBE 2 di Kota Cilegon

Umi Kusmiyati, S.Pd (NIP 132 237 748)

Umi Kusmiyati, S.Pd (NIP 132 237 748)

Pertama kali saya mengikuti kegiatan DBE 2 tanggal 15-17 Mei 2006 di SDN Blok I, Cilegon, mengenai teknis menyusun Rencana Pengembangan Sekolah (Profil sekolah, Program dan RAPBS). Kegiatan ini membantu saya bagaimana membuat program sekolah dan menyusun RKTS.

Selanjutnya, saya selalu terlibat dalam undangan yang diselenggarkan DBE 2. Saya senang karena saya memperoleh materi seperti yang pernah saya pelajari sewaktu saya kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dulu. Misalnya, saya pernah hadir dalam kegiatan Workshop tim sekolah (STW) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) yang diselenggarakan beberapa tahun lalu yang menjadi sarana diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan pembelajaran di kelas juga metode pendekatan aktif, kreatif dan aktraktif bagi siswa.

Pada tanggal 19-21 Agustus 2008, saya diikutsertakan kembali dalam Pelatihan DALI (Developing Active Learning with ICT) di PSBG Ki Hadjar Dewantara. Menurut saya, kegiatan ini menuntut guru untuk merancang pembelajaran dengan menggunakan seperangkat komputer. Alhasil, saya sudah menerapkan program ini dalam pembelajaran di kelas saya. Hasilnya, siswa sangat antusias dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dalam belajar. Selain itu, hal ini menyenangkan bagi siswa sehingga siswa lebih terampil lagi dalam belajar.

Baca lebih lanjut

Klinik Unik PSBG Dwarawati

Si klinik unik PSBG Dwarawati, Blora

Si klinik unik PSBG Dwarawati, Blora

Pernah mendengar nama-nama penyakit ini? Kusta, TBC, kudis, kurap, lesu, WTS, mual, tipus, asam urat dan asma. Percayakah anda bila penyakit ini hanya bisa disembuhkan di sebuah klinik unik bernama PSBG Dwarawati yang terletak di Gugus Abu Umar, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jateng? Jangan salah sangka bila klinik ini hanya melayani para guru yang menderita penyakit-penyakit tersebut di atas. Di sinilah klinik ini menjadi unik. Karena bukan kusta sembarang kusta yang disembuhkan, bukan pula sembarang asam urat yang dihilangkan, namun penyakit yang sering diderita oleh para guru tersebut mempunyai definisinya sendiri, yaitu :

    • Kusta               : Kurang Strategi
    • TBC                  : Tidak Banyak Bicara
    • Kudis              : Kurang Disiplin
    • Kurap             : Kurang Terampil
    • Lesu                : Lemah Sumber
    • WTS                 : Wawasan Tidak Luas
    • Mual                : Minat Guru Amat Lemah
    • Tipus              : Tidak Punya Selera
    • Asam urat   : Asal Susun Materi, Urutan Tidak Akurat
    • Asma              : Asal Masuk Kelas

    Cara klinik ini membantu menyelesaikan masalah di atas tergolong unik. Karena obat yang digunakan adalah alat peraga, LCD pembelajaran, televisi, serta buku-buku bantuan dari DBE 2 ditambah dengan APM yang dibuat oleh guru sebagai hasil pelatihan dari DBE 2. Juga informasi-informasi dari MTT dan LRC yang mampu memberikan solusi atas penyakit yang diderita oleh para guru tersebut. Metode penyembuhan yang dilalui secara komprehensif, karena PSBG Dwarawati juga sebagai wahana diskusi para guru untuk saling berbagi pengalaman dan saling membantu menyelesaikan permasalahan satu sama lain.

    Awas! Jangan tunggu menjadi guru WTS atau bahkan kena asam urat yang mengancam siswa-siswa cerdas kita! Segera berkonsultasi dan berobat dengan mendatangi klinik Gugus Abu Umar, si klinik unik PSBG Dwarawati. Terbuka luas bagi komunitas guru di Kabupaten Blora.

    Ditulis oleh : Sumarsih (MTT Kabupaten Blora, Jawa-Tengah)