Sustainability Program DBE2 : Memandirikan Gugus Binaan di Sulawesi Selatan

Program DBE2 telah bergulir di bumi Sulawesi Selatan hampir empat tahun, dan telah menghasilkan beberapa kemajuan penting membangun dunia pendidikan dasar yang terdesentralisasi menuju pendidikan yang berkualitas. Telah banyak tenaga,waktu, dan biaya yang digulirkan untuk mengawal program ini. Tak dapat dihitung lagi berapa kegiatan pelatihan/workshop,lokakarya dan sejenisnya mengawal program ini.

Banyak yang telah dilakukan, meskipun tidak banyak pula yang perlu ditingkatkan ,disebartluaskan,dan dijaga stabilitasnya. Strategi dan pendekatan yang digunakan untuk membumikannya adalah “Sustainable Program” atau program keberlanjutan dengan menawarkan beberapa pendekatan, seperti kemitraan,kemadirian,peningkatan kapasitas atau keterampilan profesionalisme stakeholders lokal,reflikasi/desiminasi sampai memandirikan Pemandu Bidang Studi dan Pengawas dengan program menthoring, Kepala Sekolah dan Guru Taman Kanak-Kanak dengan Program Audio Interaktif,memberdayakan PSBG, pelatihan mandiri sesuai kebutuhan masing-masing gugus dan sebagainya. Kegiatan akan menjadi bermakna jika telah membumi bersama stakeholders di daerah binaan. Kata kuncinya adalah perkuat jaringan dan bangun kemitraan bersama mereka.

Dipenghujung tahun 2009 ini, program andalan DBE2 adalah DALI dan Intel Teach Workshop, Peningkatan Kemampuan Profesional (PKP), Field Staff Training untuk peningkatan kapasitas staff lapangan, Comunication and Maintenance CRC/PSBG Workshop, dan Class Room Reading Program. Khusus untuk Reading Program,menjadi program yang dapat membumi di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

Program Pemerintah Kota Makassar yang bertitel ”Masyarakat Gemar Membaca” dapat berintegrasi dan menjadi fundament Suistainable program DBE2, yang dapat berterima dan bersinergi dengan kebutuhan masyakat belajar di Kota Makassar, terutama di jenjang Sekolah Dasar dan Pra Sekolah (PAUD dan TK). Program ini menjadi prioritas utama dan jembatan emas meningkatkan kualitas pendidikan,yang saat ini Pemerintah Kota Makassar memacu diri dan berupaya mensejajarkan kualitas pendidikan dengan daerah atau kota-kota lainnya yang ada di Indonesia. Gayung bersambut,program akan membumi dan mimpi keberlanjutan akan menjadi kenyataan, kita tunggu hasilnya.

Kabupaten dan Kota binaan DBE2 Sulawesi Selatan lainnya, yang tersebar di luar Kota Makassar, tak kalah gencarnya untuk menyongsong program keberlanjutan,dimulai dengan video conferens bersama UNM, sampai reflikasi besar-besar mulai di tingkat Gugus sampai Kabupaten/Kota, baik jennjang Sekolah Dasar maupun Pra sekolah. Kondisi ini harus tetap dipertahankan sembari memperkuat jaringan dan kemitraan dengan aksi nyata. Gugus binaan harus direkonstruksi untuk melakukan program kegiatan yang menopang program keberlanjutan,seperti melakukan kegiatan sesuai kebutuhan gugus, dan memandirikan mereka untuk mengorgaisasi pelatihan (manajemen pelatihan berbasis gugus),memberdayakan sumberdaya lokal untuk berbagi pengalaman mereka di daerah masing-masing. Kantor DBE2 dapat menfasilitasi mereka untuk melakukan ”Training Needs Assesement (TNA)”, selanjutnya perlahan tapi pasti memulai mengurangi peran yang ”Top Down”, dan membangkitkan peran ”Bottom Up”, sambil menginspirasi gugus untuk siap memegang tongkat estapet. Inilah hakikat Sustainable Program untuk konteks Sulawesi Selatan,bahkan Indonesia.

Program Sosialisasi dan Reflikasi Audio Interaktif mendukung Sustainable Program

Program Sosialisasi dan Reflikasi Audio Interaktif mendukung Sustainable Program

Suasana Kelas yang dapat menjadi Inspirasi "Reading Program"

Suasana kelas dapat menjadi Inspirasi "Reading Program"

Membangun Budaya Baca di Kecamatan Jati Kabupaten Blora

Safari Hardiknas Kabuaten Blora, pagi tadi berjalan dengan sukses. Di hari pertama ini Bapak Bupati yaitu Drs. R.M. Yudi Sancoyo, yang direncanakan membuka secara resmi berhalangan hadir dikarenakan sedang bertugas ke Jakarta. Kecamatan  Jati, yang berjarak kurang lebih 45 km dari Blora kota ke arah selatan dan kecamatan paling ujung sebelah selatan  yang berbatasan dengan Desa Sulur Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan dengan waktu tempuh kurang lebih 2 jam perjalanan adalah sasaran pertama safari ini.

Iring-iringan 8 mobil yang terdiri : 2 unit mobil pintar yang berisi buku-buku bacaan, 1 unit mobil non formal dari warga belajar / SKB,   1 unit mobil pembelajaran, dan 4 mobil yang membawa para pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten yang dipimpin oleh Ibu Retnani Widowati, berangkat dari Blora pukul 8.20 WIB.

Jam 10.30 WIB rombongan tiba di SMP Muhammadiyah Kecamatan Jati disambut dengan meriah oleh parade drumband dari siswa-siswi SMP Muhammadiyah.  Acara dibuka dengan pidato singkat dari Ibu Retnani Widowati di hadapan Bapak Ibu Perangkat Desa, Komite, orang tua murid, masyarakat dan siswa-siswi SD, SMP, MI Muhammadiyah, dan siswa-siswi SD sekitarnya yang berjumlah kurang lebih 250 orang.

Safari Hardiknas tahun 2009 ini bertemakan “Meningkatkan Layanan Pendidikan, menuju Masyarakat Blora yang Wasis, Waras dan Waspada lewat Pelayanan Taman Bacaan Keliling (Mobil Pintar)”. Kegiatan ini merupakan baru pertama kali ini di ujicobakan dengan harapan dapat dilaksanakan rutin setiap tahun, sehingga dapat membudayakan masyarakat untuk gemar membaca ataupun mendapatkan sumber pembelajaran dari media yang lain yakni akses internet, kursus ketrampilan ataupun dengan melihat tayangan film yang bernuansa pendidikan, demikian petikan harapan Bupati dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ibu Retnani Widowati.

Setelah acara pembukaan selesai, masyarakat dan siswa dapat memilih ruang mana yang menarik buat mereka . Di arena lapangan SMP Muhammadiyah yang biasanya sepi, mendadak hari ini begitu ramai berseliweran anak-anak maupun orang dewasa berebut untuk menyaksikan beberapa acara yang digelar di halaman SMP Muhammadiyah tersebut.

dscf1677Bpk  S.Yahya selaku ketua panitia pelaksana di Kec Jati melaporkan

kepada Ibu Retnani  di ruang Singgah.

dscf1661dscf1663dscf16651

Mobil “Pintar” diserbu anak-anak

dscf1667dscf1670

 

 

 

 

Di Ruang C. Anak-anak memperhatikan  cara mengakses internet

dscf1673

dscf1675

 

 

 

Ibu-ibu dari SKB sedang demo masak “cendol dari ubi” dan Ibu Sumarsih mengampu pembelajaran Matematika

Setelah  bersama-sama menyaksikan ”Film Laskar Pelangi “.  Pukul 3.30 WIB acara di tutup oleh Ibu Retnani W ” dengan alunan pantun buah karya beliau

  • Jalan-jalan di kota Blora
    Tidak lupa beli Semangka
  • Mari kita tingkatkan budaya baca
    Agar hidup kita bahagia