Kunjungan Tim Monev Sekretariat Negara di Kabupaten Pangkep : “Pelita Ilmu” Penerang dalam Kegelapan

Jam baru menunjukan pukul 06.30 WITA, hiruk-pikuk tampak terlihat di kantor DBE Sulawesi Selatan, hari Kamis tanggal 7 Mei 2009 tidak seperti biasanya. Beberapa orang staf berkemas-kemas mempersiapkan diri bergabung dengan Tim Monitoring Evaluasi Sekertariat Negara bersama tim USAID dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Bagai acara seremonial saja, satu persatu mobil yang akan mengangkut tim sudah siap di pelataran parkir. Tak berselang beberapa saat, tim meninggalkan Makassar menuju kabupaten Pangkep, tepat pukul 07.15 WITA.

Suasana Kota Makassar, hari itu tidak seperti biasanya, pasalnya keesokan hari (8 Mei 2009) pelantikan Walikota Makassar pertama melalui ”Pilkada Langsung” akan digelar. Suasana yang demikian tak menyurutkan mobil yang mengangkut tim meluncur dengan mulus melewati jalan tol Ir.Sutami yang belum berumur 1 tahun. Penulis berada di mobil pertama sebagai tim perintis melaju dengan kecepatan normal meninggalkan kantor DBE lebih awal. Di benak penulis terbersit perasaan yang bercampur aduk dengan prasangka positif atas program pendidikan dasar yang telah bergulir hampir 5 tahun di Propinsi Sulawesi Selatan.

Tim Monev Sekretariat Negara, USAID, DBE 1,2, dan 3 Sulawesi Selatan tepat jam 08.15 tiba di kabupaten Pangkep disambut MTT 1 dan 2, Kepala dan guru TK Anrong Appaka kecamatan Pangkajene kabupaten Pangkep. Ruangan kelas TK yang dibangun dengan swadaya masyarakat atas dukungan pemerintah kabupaten berdiri sederhana membinan anak-anak bangsa yang dipersiapkan memasuki Sekolah Dasar. Diskusi menarik antara Tim Monev Sekretariat Negara,USAID, DBE Sulawesi Selatan, dan stakeholders lokal, antara lain Kepala Bidang Pra Sekolah dan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan kabupaten Pangkep, Ilham Aburaerah, Pengawas TK/SD, masyarakat dan Lurah setempat.

Tak henti-hentinya, Tri Mulatasih dan Eva Dilaila Tim Monev Biro Kerjasama Luar Negeri-Sekretrariat Negara RI, didampingi Joan Larcon, Nonni Handayani dari USAID Jakarta, Widya Prasetyanti Program Manager HKI-USAID, Nasuad Tawang (Bappeda Sul-Sel), Andi Buliana (Dinas Pendidikan Sul-Sel) bersama Provincial Coordinataor DBE 1, Prof. Asfah Rahman, Provincial Coordinator DBE 2, David Ehrmann, Provincial Coordinator DBE 3, Azhar Arsyad, berdiskusi dan melihat langsung seputar perkembangan program, manfaat yang diperoleh, keberlanjutan, dan penerimaaan serta  partisipasi stakeholders, di tengah-tengah keasyikan guru TK membelajarkan murid-muridnya.

Baca lebih lanjut

Cerita Sukses dari "Workshop PSBG" di Gugus Ki Ageng Selo

Sudah hampir setahun yang lalu “Workshop PSBG” Gugus Ki Ageng Selo berlangsung. Namun tak ada salahnya cerita kami review kembali.  Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 10 – 12 Juli 2008, bertempat SD Negeri 3 Selo, Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah dan diikuti oleh Kepala Sekolah Dasar, 2 orang guru dan 1 orang Komite sekolah dari masing-masing sekolah binaan DBE 2 Jawa Tengah.

Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan memperoleh kesepahaman bersama warga gugus agar dapat mengelola PSBG (Pusat Sumber Belajar Gugus) dengan baik. Kriteria PSBG yang baik tidak hanya ditentukan oleh gedung megah dan peralatan  canggih, tetapi ditentukan oleh bagaimana cara memanfaatkan barang- barang dan peralatan yang ada di PSBG agar dapat digunakan dan membantu para guru di dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).

Bertindak sebagai fasilitator dalam pelatihan ini adalah; DLC, LRC/MTT, PBS dan Pengurus Gugus. Dalam pelatihan ini,  peserta diberi materi pelatihan yang meliputi:

  1. Integrasi kegiatan PSBG dengan kegiatan lain.
  2. Pengenalan program hibah dari DBE 2.
  3. Penggunaan starter kit.
  4. Penggunaan alat perga murah dalam pembelajaran.
  5. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
  6. Pengenalan ICT (Information and Communication Technology).

Workshop PSBG ini dapat membuka wawasan para peserta khususnya guru bahwa didalam penyampaian materi pelajaran perlu adanya media (alat bantu/peraga ). Seperti yang diutarakan oleh Slamet,S.Pd salah seorang peserta mengatakan bahwa dengan pelatihan seperti ini akan menambah pengetahuan dan ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas. Melalui pelatihan ini membantu para guru untuk dapat membuat alat peraga dari bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar dan dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa.

Hadir pada acara penutupan pelatihan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Dasar Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan, Bapak Sumartono, S.Pd., M.M. Dalam pidato sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada DBE 2 Jawa Tengah yang telah membantu peralatan dan memberi pelatihan kepada warga gugus Ki Ageng Selo. “Semoga kegiatan seperti ini dapat membantu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Grobogan dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan gugus Ki Ageng Selo khususnya dan Kecamatan Tawangharjo pada umumnya”, demikian ungkap Bapak Sumartono.

-Telah disunting oleh Aflah, ICT Assistant DBE 2 Jawa Tengah- 

Cerita Sukses dari "Workshop PSBG" di Gugus Ki Ageng Selo

Sudah hampir setahun yang lalu “Workshop PSBG” Gugus Ki Ageng Selo berlangsung. Namun tak ada salahnya cerita kami review kembali.  Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 10 – 12 Juli 2008, bertempat SD Negeri 3 Selo, Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah dan diikuti oleh Kepala Sekolah Dasar, 2 orang guru dan 1 orang Komite sekolah dari masing-masing sekolah binaan DBE 2 Jawa Tengah.

Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan memperoleh kesepahaman bersama warga gugus agar dapat mengelola PSBG (Pusat Sumber Belajar Gugus) dengan baik. Kriteria PSBG yang baik tidak hanya ditentukan oleh gedung megah dan peralatan  canggih, tetapi ditentukan oleh bagaimana cara memanfaatkan barang- barang dan peralatan yang ada di PSBG agar dapat digunakan dan membantu para guru di dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).

Bertindak sebagai fasilitator dalam pelatihan ini adalah; DLC, LRC/MTT, PBS dan Pengurus Gugus. Dalam pelatihan ini,  peserta diberi materi pelatihan yang meliputi:

  1. Integrasi kegiatan PSBG dengan kegiatan lain.
  2. Pengenalan program hibah dari DBE 2.
  3. Penggunaan starter kit.
  4. Penggunaan alat perga murah dalam pembelajaran.
  5. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
  6. Pengenalan ICT (Information and Communication Technology).

Workshop PSBG ini dapat membuka wawasan para peserta khususnya guru bahwa didalam penyampaian materi pelajaran perlu adanya media (alat bantu/peraga ). Seperti yang diutarakan oleh Slamet,S.Pd salah seorang peserta mengatakan bahwa dengan pelatihan seperti ini akan menambah pengetahuan dan ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas. Melalui pelatihan ini membantu para guru untuk dapat membuat alat peraga dari bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar dan dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa.

Hadir pada acara penutupan pelatihan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Dasar Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan, Bapak Sumartono, S.Pd., M.M. Dalam pidato sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada DBE 2 Jawa Tengah yang telah membantu peralatan dan memberi pelatihan kepada warga gugus Ki Ageng Selo. “Semoga kegiatan seperti ini dapat membantu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Grobogan dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan gugus Ki Ageng Selo khususnya dan Kecamatan Tawangharjo pada umumnya”, demikian ungkap Bapak Sumartono.

-Telah disunting oleh Aflah, ICT Assistant DBE 2 Jawa Tengah- 

Cerita Sukses dari “Workshop PSBG” di Gugus Ki Ageng Selo

Sudah hampir setahun yang lalu “Workshop PSBG” Gugus Ki Ageng Selo berlangsung. Namun tak ada salahnya cerita kami review kembali.  Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 10 – 12 Juli 2008, bertempat SD Negeri 3 Selo, Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah dan diikuti oleh Kepala Sekolah Dasar, 2 orang guru dan 1 orang Komite sekolah dari masing-masing sekolah binaan DBE 2 Jawa Tengah.

Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan memperoleh kesepahaman bersama warga gugus agar dapat mengelola PSBG (Pusat Sumber Belajar Gugus) dengan baik. Kriteria PSBG yang baik tidak hanya ditentukan oleh gedung megah dan peralatan  canggih, tetapi ditentukan oleh bagaimana cara memanfaatkan barang- barang dan peralatan yang ada di PSBG agar dapat digunakan dan membantu para guru di dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan).

Bertindak sebagai fasilitator dalam pelatihan ini adalah; DLC, LRC/MTT, PBS dan Pengurus Gugus. Dalam pelatihan ini,  peserta diberi materi pelatihan yang meliputi:

  1. Integrasi kegiatan PSBG dengan kegiatan lain.
  2. Pengenalan program hibah dari DBE 2.
  3. Penggunaan starter kit.
  4. Penggunaan alat perga murah dalam pembelajaran.
  5. Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar.
  6. Pengenalan ICT (Information and Communication Technology).

Workshop PSBG ini dapat membuka wawasan para peserta khususnya guru bahwa didalam penyampaian materi pelajaran perlu adanya media (alat bantu/peraga ). Seperti yang diutarakan oleh Slamet,S.Pd salah seorang peserta mengatakan bahwa dengan pelatihan seperti ini akan menambah pengetahuan dan ketrampilan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas. Melalui pelatihan ini membantu para guru untuk dapat membuat alat peraga dari bahan yang mudah didapat di lingkungan sekitar dan dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar bagi siswa.

Hadir pada acara penutupan pelatihan, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Dasar Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan, Bapak Sumartono, S.Pd., M.M. Dalam pidato sambutannya, beliau menyampaikan ucapan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada DBE 2 Jawa Tengah yang telah membantu peralatan dan memberi pelatihan kepada warga gugus Ki Ageng Selo. “Semoga kegiatan seperti ini dapat membantu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Grobogan dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan gugus Ki Ageng Selo khususnya dan Kecamatan Tawangharjo pada umumnya”, demikian ungkap Bapak Sumartono.

-Telah disunting oleh Aflah, ICT Assistant DBE 2 Jawa Tengah- 

Sangat Tinggi, Minat Masyarakat Mendaftarkan Anaknya ke Sekolah Binaan DBE 2

Sejak menjadi sekolah binaan DBE 2 Jawa Tengah dari awal tahun 2006, sekolah-sekolah di Gugus Raden Mas Said Karanganyar terus menunjukkan peningkatan prestasi yang sangat pesat. Salah satu sekolah binaan DBE 2 di gugus ini adalah Madrasah Ibtidaiyyah Muhammadiyah (MIM) Karanganyar.

Para guru di sekolah tempat dimana PSBG Raden Mas Said ini berada, setiap saat selalu berbenah untuk selalu mengembangkan kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik mereka. Seluruh warga sekolah selalu antusias dalam mengikuti dan mengimplementasikan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh DBE 2, dimulai dengan PAKEM (Pembelajaran Aktif Kreatif dan Menyenangkan), ITT (Initial Teacher Training), STW (School Team Work) dan yang akhir-akhir ini sangat hangat yaitu pelatihan DALI (Developing Active Learning with ICTs), yakni mengembangkan pembelajaran aktif dengan perangkat TIK.

Terkait DALI ini, beberapa guru MIM Karanganyar sudah memodifikasi sekaligus mengimplemntasikan  model-model dan strategi DALI dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Sehingga banyak sekolah yang melaksanakan study banding di MIM Karanganyar, diantaranya dari Kab. Klaten, Gorobogan, Sragen, bahkan MI dari DIY, serta menjadi rujukan PAKEM pendidikan dasar di Karanganyar.

foto-karanganyarSalah satu ruang seleksi kematangan anak

Sekolah yang mempunyai visi “berakhlaq mulia, tekun beribadah, terdepan dalam prestasi, menuju mardhatillah sejati” ini dalam tiga tahun terakhir meluluskan siswa-siswi yang menduduki peringkat pertama nilai UASBN tingkat kabupaten Karanganyar serta diterima di SMP favorit seperti program RSBI , akselerasi SMP Negeri I Karanganyar dan pondok pesantren seperti Gontor dan lain-lain.

Kepercayaan masyarakat terhadap MIM Karanganyar semakin meningkat tiap tahunnya. Hal tersebut dapat dilihat sejak dibuka pendaftaran Penerimaan Murid Baru Tahun 2009-2010, yang dimulai tanggal 2 Maret sampai dengan 18 April, calon peserta didik yang mendaftar sejumlah 192 ,yang berasal dari TK/RA/BA se-kabupaten Karanganyar dan sekitarnya. Adapun calon peserta didik yang nantinya akan diterima sebagai peserta didik hanyalah 120 saja.

Karena pendaftar yang melebihi daya tampung siswa. Pada tahun ajaran 2009/2010 ini, MIM Karanganyar mengadakan pendataan (seleksi) kematangan calon peserta didik. Pendataan ini dilaksanakan pada hari Ahad, tanggal 19 April 2009 pukul 08.00 bertempat di MI Muhammadiyah Jln. Citarum I No.09 Karanganyar. Adapun materi pendataan kematangan calon peserta didik ini adalah meliputi:  materi umum (baca, tulis, dan hitung), penerapan agama (hafalan do’a harian, surat pendek dan pengenalan huruf Arab), serta wawancara dengan orang tua/wali murid.

karanganyar2Wawancara dengan calon wali murid,

Ditulis : LRC  gugus Raden Mas  Said, Karanganyar.

 

Para Penemu dari Indonesia

Bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai para pahlawannya. Itulah kata-kata mutiara yang selalu ditulis sebagai penghargaan terhadap perjuangan para pendiri bangsa ini. Tentu kita sekarang dapat menikmati kemerdekaan ini adalah berkat perjuangan para pahlawan bangsa kita.

habibie2Namun rasanya belum sempurna menjadi  bangsa yang baik, kalau kita sendiri tidak pernah merasa bangga menjadi bangsa Indonesia. Sudah seharusnya dengan segala daya upaya kita harus menunjukkan pada dunia, bahwa kita tidak kalah dengan bangsa manapun di dunia ini. Kita wujudkan mahkota tertinggi yang mampu kita raih-tentu sesuai dengan bidang kita masing-masing. Sebagai bahan inspirasi mungkin kita perlu menghargai para pahlawan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh bangsa sendiri. Mereka telah dengan sukses menemukan berbagai teknologi yang sudah dimanfaatkan oleh banyak orang di dunia ini. Namun sayang nama mereka tidak begitu dikenal oleh dunia, bahkan oleh bangsa sendiri.

Baca lebih lanjut

Meskipun Cikajang Dingin, Namun PSBG Purohita Tetap Hangat

WOW…..kejutan ada di PSBG Purohita!!! Meskipun hawa udara begitu dingin disertai hujan yang deras pada sore hari di Kecamatan Cikajang Kabutapen Garut, tidak menurunkan semangat peserta rollout CRC Management untuk terlibat aktif di setiap sesi kegiatan.

Kepiawaian ibu Rose (DBE2 Bandung), PSBG Manager beserta pengurus PSBG Purohita dalam membawakan sesi demi sesi, mampu membangungan maung Garut yang tertidur pulas ditengah dinginnya udara Cikajang. Ini nampak terlihat dari keterlibatan Komite Sekolah dan Kepala Sekolah dari 9 SD/MI binaan DBE2 Jawa Barat dan Banten selama 2 hari kegiatan pelatihan.

Ayo semangat!

Antusiasme dan proaktivitas peserta untuk belajar

sesi-ict-141108

Mengakses ApaKabar PSBG untuk melihat perkembangan PSBG lain

Situs ”Apakabar PSBG” adalah situs yang menarik bagi peserta untuk diexplorisasi, terutama untuk mendapatkan ide atau inspirasi dalam membuat APM dan ajang untuk bertukar komunikasi dengan rekan-rekan pengurus PSBG ataupun guru dari Gugus atau Provinsi lainnya.

Sekalipun hanya dengan menggunakan 1 laptop, 1 kamera digital, 1 printer dan 1 line internet, peserta dengan sabar dan penuh semangat bergantian mencoba mengakses internet. Nampak kepuasan terlihat diwajah perserta, setelah berhasil mencoba mengeksplor informasi yang berkaitan dengan pendidikan melalui dunia maya ini.

Baca lebih lanjut

PSBG Saiyo Sakato, Bengkel Kerja Para Pendidik

Salmon Tambunan, DLC Sibolga Kota - Taput C2

Salmon Tambunan, DLC Sibolga Kota - Taput C2

Pusat Sumber Belajar Gugus (PSBG) Saiyo Sakota yang terletak di SDN 081232 Kecamatan Sibolga Kota merupakan rintisan program DBE2 Sumatera Utara yang bertujuan peningkatan mutu belajar mengajar para guru dengan harapan adanya peningkatan prestasi siswa di sekolah masing-masing.

PSBG Saiyo Sakato yang sudah berumur lebih kurang 2 tahun mungkin tidak semua guru-guru ataupun para tenaga pendidik dilingkungan dinas pendidikan kota Sibolga mengetahui keberadaan PSBG ini. Hal ini wajar karena yang menjadi binaan DBE2 di Gugus Sibolga Kota meliputi 10 SD/MI yaitu : SDS RK No. 2 Sibolga, SDN 081232, SDN 081234, SDN 084087, SDN 085115, SDN 081227, SDN 084089, SDN 084086, SDS TRI RATNA, SDS ISLAMIYAH.

Pusat Sumber Belajar Gugus Saiyo Sakato sudah melakukan kegiatan-kegiatan rutin meliputi KKG ( Kerja Kelompok Guru), KKKS ( Kerja Kelompok Kepala Sekolah), Pelatihan DALI 1 & DALI 2 ( Develovment Active Learning wiht ICT) = (Pengembangan Pembelajaran Aktif dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi) serta tidak kalah menarik “Sosialisasi Pembelajaran Internet“ kerjasama PSBG Saiyo Sakato dengan PT.TELKOM SIBOLGA pada tanggal 10-12 November yang lalu.

Baca lebih lanjut

Mengunjungi Website Apakabar PSBG

Jika tertarik ingin mengetahui pengalaman PSBG lain, kunjungi saja website apakabarpsbg. Seruan ini kontan disambut dengan keingintahuan peserta yang hadir dalam CRC Roll Out Management yang diselenggarakan di PSBG Wijayakusuma. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 6-7 November 2008 di SDN Bulak Lor 1 Kecamatan Jatibarang, Indramayu yang difasilitasi oleh Bapak Syathori sebagai DLC Indramayu dan Bapak Ahud sebagai MTT, dibantu oleh Pengurus PSBG lainnya yakni Bapak Nurkhsani dan Ibu Watini serta Bapak Edih dari Staf DBE 2.

Peserta semakin tertarik untuk mengelola PSBG terlebih saat mereka paham fungsi PSBG dan fasilitas yang terdapat di PSBG. Salah satu fasilitas yang tersedia adalah sumber daya teknologi dan informasi seperti laptop, LCD, kamera digital dan televisi. Saat mencoba untuk membuka website apakabarpsbg, Peserta tertantang untuk membuat berita tentang PSBG Wijayakusuma agar bisa serupa dengan PSBG Flamboyan, yang berada dalam satu Gugus, yang telah berhasil memuat kegiatan CRC Roll Out management.

Peserta pun diajarkan bagaimana memasukkan foto dari kamera digital ke dalam komputer agar berita yang dimuat menjadi semakin menarik. Terbukti sesi Pemanfaatan sumber daya, termasuk teknologi dan informasi, memakan waktu yang melebihi jadwal semula. Hal ini dikarenakan antusias peserta yang berjumlah 30 orang untuk mencoba mengakses informasi melalui internet.

Pak Taryim sebagai Ketua PSBG menyerukan kepada peserta agar mendorong Guru-guru lain untuk datang ke PSBG Wijayakusuma dan memanfaatkan fasilitas yang ada seperti Alat Peraga Pembelajaran, Teknologi dan Informasi dan lain-lain. Melalui pertemuan ini, PSBG Wijayakusuma berencana untuk mengadakan pertemuan rutin yang membahas pengalaman tentang pembelajaran.

Tidak mudah bagi PSBG Wijayakusuma dalam memulai aktivitasnya jika tidak didukung oleh Pengurus dan Peserta yang hadir. Dengan mengunjungi website apakabarpsbg, Peserta CRC Roll Out Management termotivasi dan tertantang untuk mengikuti jejak PSBG lainnya dalam mengoptimalkan fungsi PSBG. Semoga! (Edih Riswandi/AR)

“Wah, asyik juga ya bisa melihat PSBG lain di sini (website apakabarpsbg).” seru peserta saat sedang mencoba mengakses internet (6/11).

“Wah, asyik juga ya bisa melihat PSBG lain disini (Website Apakabar PSBG)”, seru peserta saat sedang mencoba mengakses internet (6/11).

PSBG Flamboyan, Maju Terus!

Tidak seperti hari-hari biasanya, PSBG Flamboyan yang berada di lokasi SD Tegalurung 2 Kecamatan Balongan, Indramayu tampak ramai dikunjungi. Rupanya, di PSBG tersebut sedang berlangsung CRC Roll out management yang bertujuan untuk melakukan sosialisasi mengenai strategi dan teknik pengelolaan dan penguatan PSBG. Roll-out ini dihadiri oleh 33 orang yang berasal dari Kepala SD, Komite Sekolah dan Pengurus PSBG Flamboyan.

Peserta tampak antusias dalam mengikuti setiap sesi. Tentunya, hal ini bergantung kembali kepada Fasilitator yang memfasilitasi pertemuan ini. Tidak diragukan lagi, Fasilitatornya adalah Pak Tirwan S.Pd sebagai MTT, Pak Ilyas sebagai Ketua PSBG dan Ibu Tasrikah sebagai Manajer PSBG yang didukung oleh Pak Edih Riswandi dari Staf DBE 2.

Di sesi Pemanfaatan Sumber Daya, termasuk teknologi dan informasi, Peserta belajar untuk memanfaatkan laptop dan LCD sebagai media presentasi. Peserta juga diajari mengenai pemanfaatan dunia maya untuk mengakses berbagai informasi dan bertukar informasi melalui website apakabarpsbg. Peserta pun semakin bersemangat untuk dapat memajukan PSBG mereka melalui sarana yang ada dan tertantang untuk mencoba meng-upload berita PSBG mereka di website apakabarpsbg.

Untuk memajukan PSBG, diperlukan partisipasi semua pihak. Belum semua SD Imbas mengenal PSBG. Dalam sesi Pemasyarakatan PSBG, peserta pun terdorong untuk membuat aneka poster yang menggambarkan empat fungsi PSBG. Rencananya, poster-poster menarik ini akan segera dapat ditempel di SD/MI sekitar sehingga PSBG Flamboyan dapat dikenal. Melalui upaya pemasyarakatan, peserta diajak untuk memperkenalkan Fungsi PSBG dan memanfaatkan sarana yang ada sebagai sumber informasi, diskusi dan ekpresi guru. (Edih Riswandi/AR)