Jangan Pernah Tidak “Membaca” (bagian 2)

Selektif membaca buku

Membaca buku dengan selektif dan memaknai bacaan dengan aktifitas tambahan

Mampu membaca tidak berarti secara otomatis terampil membaca. Terampil membaca tidak mungkin tercapai tanpa memiliki kemampuan membaca. Tanpa memiliki kemampuan membaca yang memadai sejak dini, anak didik kita akan mengalami kesulitan belajar dikemudian hari. Kemampuan membaca menjadi dasar utama tidak hanya bagi pengajaran bahasa itu sendiri, tetapi juga untuk mata pelajaran lain. Kegiatan membaca yang dilakukan akan memperoleh pengetahuan yang bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan daya nalar, sosial, dan emosionalnya. Membaca bagi manusia hakikatnya merupakan kebutuhan mendasar seperti kebutuhan manusia akan papan, pangan, dan sandang.

Menurut Esther Kartika, salah seorang tenaga pendidik yang tinggal di Jakarta mengungkapkan bahwa sebagian besar orang Indonesia belum sampai pada tahap menjadikan kegiatan membaca sebagai kebutuhan yang mendasar. Apabila seseorang secara rutin membaca dapat memperluas wawasan dan pandangannya, dapat menambah dan membentuk sikap hidup yang baik,sebagai hiburan serta menambah ilmu pengetahuan, dengan membaca ibarat dapat “membuka jendela dunia”, dengan membaca dapat dihindari sikap picik dan fanatisme yang negatif. Baca lebih lanjut