PSBG WADAH TENAGA PENDIDIK MENUJU PROFESIONALISME GURU

Salah satu PSBG di Cohort 2 yaitu PSBG SIPOHOLON LESTARI Kabupaten Tapanuli Utara

Salah satu PSBG di Cohort 2 yaitu PSBG SIPOHOLON LESTARI Kabupaten Tapanuli Utara

Oleh : Salmon Tambunan

(District Learning Coordinator Sibolga Kota _ Taput C2)

Sejak digulirkan Program DBE2 di 6 Provinsi di Indonesia, Pelatihan-pelatihan Pembelajaran Aktif, Kreatif , Efektif dan Menyenangkan atau lebih familiar dikenal dengan sebutan PAKEM sering dilatihkan kepada Kepala Sekolah, Pengawas, guru bahkan dilibatkan para komite sekolah di sekolah binaan DBE.

Pelatihan PAKEM jelas menambah wawasan para tenaga pendidik untuk memperkaya strategi pembelajaran mulai dari persiapan Administrasi Kelas yang terdiri dari daftar kelas, Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Batas Pelajaran serta daftar nilai menunjukkan suatu perbaikan bagi guru-guru khususnya di sekolah-sekolah yang menjadi binaan DBE2. Para tenaga pendidik juga dilatihkan bagaimana merancang Manajemen kelas yang baik terdiri dari Pengelompokan Siswa, Penataan Pajangan, Portofolio siswa, Penataan Media serta manajemen kelompok di kelas masing-masing. Tetapi hal yang tak kalah pentingnya juga adalah Metoda Mengajar meliputi Penerapan Metoda mengajar, melibatkan keaktifan siswa, mobilitas guru, interaksi guru dan siswa serta pemanfaatan Media yang variatif sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Tetapi kalau hanya dilatih tanpa ada implementasi di ruang pembelajaran semua yang diutarakan di atas akan kurang nilainya atau dapat disimpulkan akan sia-sialah tenaga, materi dan waktu yang diberikan untuk para tenaga pendidik ini.

Cukupkah kalau hanya pelatihan menuju profesionalisme seorang guru?? Pertanyaan ini jelas dijawab tidak cukup. Salah satu solusi yang ditawarkan DBE2 melalui programnya adalah PSBG ( Pusat Sumber Belajar Gugus) atau penulis sering anologikan sebagai bengkel kerjanya guru atau sebagai wadah menuju profesionalisme guru dan tenaga pendidik lainnya.

Selama 2 tahun program DBE2 pada Cohort 1 telah terbentuk 10 PSBG di Sumatera Utara dan 8 PSBG di cohort 2. Seiring dengan perjalanan waktu fungsi PSBG ini belum maksimal pemanfaatanya. Padahal didalamnya terdapat “butir-butir emas” yang akan berkilau jikalau digali dan dimanfaatkan untuk menuju guru yang profesional seperti yang diamanatkan di UU Guru dan Dosen No.14 tahun 2005.

Kita tahu dan bahkan sering kita dengar bahwa PSBG tidak hanya sekedar sebagai tempat pertemuan dan “semua tahu” bahwa PSBG bukanlah gudang atau laboratorium tetapi PSBG adalah tempat para guru, kepala sekolah serta tenaga kependidikan lainnya berinteraksi dengan berbagai sumber belajar untuk mengembangkan kreatifitas pembelajaran. PSBG juga merupakan unit pelayanan teknis pembelajaran yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Menilik judul yang disampaikan penulis “PSBG WADAH TENAGA PENDIDIK MENUJU PROFESIONALISME GURU” tidaklah hanya sebagai slogan yang enak didengar. Tetapi apa yang diamanatkan PSBG merupakan jalan meningkatkan profesionalisme guru. Guru dan tenaga pendidik lainnya dapat mengadakan pelatihan KKG, KKKS, Pembuatan soal, Pelayanan ICT dan tersedianya sumber belajar yang memadai untuk dipergunakan. Kalau PSBG tidak dimanfaatkan secara maksimal maka hasil yang diharapkan juga tidak maksimal. Jika para tenaga pendidik yang ada di binaan DBE2 memanfaatkan dan menggunakan sumber belajar yang ada maka tidak muluk- muluk apa yang diutarakan di atas bahwa PSBG dapat menjadi wadah menuju profesionalisme seorang tenaga pendididik. Guru yang profesional pasti akan diperhatikan pemerintah untuk masa yang akan datang.

PSBG yang memiliki 4 fungsi sebagai pertemuan, pengembangan profesional , informasi dan produksi merupakan suatu sistem yang berhubungan satu dengan yang lainnya. Jelas juga ada keterkaitan antara topik yang disampaikan dengan keempat fungsi PSBG di atas.

Pokok permasalahan yang sering diamati penulis adalah bagaimana memberdayakan ke empat fungsi di atas. Penulis berharap keempat fungsinya dapat berjalan sebagaimana mestinya.

PSBG juga mampu merubah karakter-karakter pendidik yang sulit untuk berubah karena faktor senioritas, serta peran serta masyarakat yang masih minim notabene karena ada BOS. (Bantuan Operasional Sekolah).

Penulis punya harapan apabila PSBG dikelola dengan baik maka guru-guru yang profesional akan tercipta nantinya.Semoga PSBG dapat mewujudkan pelopor-pelopor pendidik yang handal dan profesional demi anak bangsa yang menanti di depan mata. PSBG Abadi namamu, Lestari ilmumu, Pelita dalam kegelapan, di Silindung engkau ada. Janganlah engkau tumbuh di pagi hari namun layu di sore hari. Harumlah namamu bak sekumtum bunga yang sedang mekar.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. teman 2 di daerah tentunya , semua program pengembanganprofesional guru sangat baik sekali apabila terus dilaksanakan dengan metode tanggung jawab. selamat berkarya.tdp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: