Antara Pemain dan Pelatih Sepakbola

Bak Pemain Persipura , Para Pemain Lapangan DBE2 Sibolga Kota – Tapanuli Utara menerima penghargaan dari DBE2 Medan diapit sang Motivator dengan senyum yang penuh makna.* Oleh : Salmon Tambunan
DLC Sibolga Kota – Tapanuli Utara Cohort 2

Dalam setiap pertandingan, tanpa penontong tidaklah meriah. Para pemain akan semangat apabila di dukung oleh para pendukung yang setia dan yang punya panatisme yang tinggi. Hal ini dapat kita lihat bagaimana penonton sangat berpengaruh terhadap hasil pertandingan. Salah satunya di bidang olahraga sepakbola.

Pertandingan sepakbola tidak akan menarik apabila tidak ada penonton atau pendukung mereka yang sedang bertanding di lapangan hijau. Pertandinganpun yang digelar akan monoton kendatipun pertandingannya digelar di Stadion termegah seperti yang terdapat di kota Paris Stade de France .

Penonton merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam sebuah permainan atau laga. Misalnya Liga Super Indonesia baru saja di gelar dengan 34 kali pertandingan untuk semua tim. Dari sekian banyak laga pertandingan baik di home base maupun di luar kandang, kesebelasan masing-masing terkadang menang di kandang sendiri atau menang di kandang lawan atau sebaliknya bahkan ada yang di pecundang di kandang mereka atau di kandang lawan. Salah satunya tim kesayangan kita harus duduk diperingat 3 dari bawah karena kurangnya dukungan dari pengelola atau manajemen dalam setiap permainan.

Berbeda halnya dengan Kesebelasan Mutiara Hitam ( Persipura Jaya Pura) berhasil menjuarai Liga Super Indonesia untuk tahun 2009 sekaligus menghasilkan pemain terbaik dan pemain pencetak gol terbanyak dialah sang penyerang Boas Salosa. Gol yang dihasilkan Boas bukanlah semata mata hasil kerjanya sendiri tetapi ”Mutiara Hitam” ini memperoleh kesuksesan berkat dukungan dan kerjasama tim dibawah asuhan sang ahli strategi Jekson Santiago.

Juara Liga Indonesia 2009 ini tidaklah diperoleh dengan mudah atau dipandang sebelah mata terhadap lawan – lawan yang dihadapi namun itu semua berkat kerja keras mulai dari sang penjaga gawang Jenry Pitoy, Pemain belakang, dan Penyerang trio BBJ ( Beto, Bosa dan Jeremiah) dibawah arahan Jekson Santiago sang pelatih.

Dari mulai pertama liga ini digelar tim ini sudah menunjukkan hasil yang cukup bagus sampai di akhir musim tim ini mengoleksi angka yang cukup pantastik dengan selisih 18 point dengan kesebelasan dari bumi Papua juga yaitu Wamena. Dari hasil yang mereka peroleh penonton akan dengan gampang menilai tim ini apakah layak menjadi juara atau tidak, bahkan ada salah seorang teman yang mengatakan bahwa kesebelasan ini layak jadi bintang atau juara ternyata apa kata kawanku ini tidaklah meleset dari hasil kerjakeras tim Mutiara Hitam ini yang sangat kompak dalam setiap laga di lapangan hijau.

Tidak demikian halnya dengan permainan terakhir antara tim sekota yang hasilnya diluar dugaan penggemar bola dalam negeri ini dimana hasil yang diperoleh terbalik dengan tim tangguh. Namun hal ini sering terjadi dalam kehidupan, baik dunia pendidikan, dunia olahraga maupun di tengah-tengah kita. Harapan dan Kenyataan sering sulit untuk digapai.

Adapun yang kita peroleh dari secuil cerita di atas adalah agar para guru menilai murid dengan objektib dalam pembelajaran bukan subyektif alias melihat orangnya . Guru harus memperhatikan prinsip-prinsip penilaian yang meliputi validitas, reliabilitas, menyeluruh, berkesinambungan, obyektif, serta mendidik untuk meningkatkan motivasi, memperbaiki proses, meningkatkan kualitas agar tumbuh berkembang bukan malah sebaliknya. ( ST).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: