HIBAH TELEVISI DARI WALIMURID

Sekolah Dasar Negeri Kebonkliwon terletak di Dusun Rowo Desa Kedungpucang Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, merupakan salah satu SD Binaan DBE. baca selengkapnya klik disini

Pendampingan Kunci Sukses Membangun Kemitraan dan Kebersamaan

IMG_0082

 

 

Aktifitas pembelajaran di kelas dalam suasana pendampingan

Program pendampingan menjadi inspirasi program DBE 2 unhtuk tetap eksis memberingan bantuan teknis. Pendampingan memberikan memberikan spirit bagi yang didampingi dan yang terdampingi. Sebagai sebuah program, pendampingan tidak hanya sekedar bertatap muka,saling memberi dan menerima, lebih dari itu merupakan momentum membangun hubungan emosional. Pendampingan adalah sebuah bentuk hubungan yang memungkinkan terjadinya proses berbagi keterampilan dan pengalaman baik professional, maupun personal yang mendorong proses tumbuh dan berkembang sepanjang proses yang terjadi. Pendampingan merupakan bentuk hubungan antar personal antara seseorang yang dipandang lebih berpengalaman atau lebih professional dan seseorang yang diposisikan masih kurang berpengalaman atau kurang professional.

Proses pendampingan didasarkan pada pemberian dorongan, komentar dan saran yang bersifat membangun, terlaksana dalam suasana keterbukaan, saling percaya dan saling menghargai, serta keinginan yang kuat untuk berbagi dan belajar satu sama lain. Keseluruhan proses dan semua aspek pendampingan terjadi karena hubungan yang terjalin antara pihak yang terlibat dalam pendampingan adalah hubungan yang sudah lama terbangun.

Baca selebihnya »

Ice Breaking komunikasi

Dalam sebuah organisasi arau institusi komunikasi merupakan hal utama yang harus dijakankan dengan baik. Kesuksesan suatu program akan sangat tergantung dari komunikasi yang efektif dan lancar yang dilakukan oleh para pihak yang tergabung dalam organisasi itu.

Menafsirkan gambar

Menafsirkan gambar

Berikut ini adalah sebuah game sekaligus memberikan analogi bagaimana pengaruh komunikasi terhadap pencapaian tujuan organisasi/ institusi. Adapun langkah-langkah game-nya adalah sebagai berikut:

  1. Bentuklah peserta pelatihan menjadi kelompok-kelompok.
  2. Peserta diminta untuk memilih 1 orang yang paling pandai menggambar dan satu orang yang paling cerdas.
  3. Setiap orang yang ditunjuk sebagai ahli menggambar, dipersilahkan maju untuk menggambar sesuatu yang menunjukkan visi atau motivasi kelompok, misalnya menggambar matahari sebagai gambaran bahwa kelompok tersebut akan memberikan pencerahan kepada semua orang yang ada di dunia ini.
  4. Setelah selesai menggambar,  separoh ahli lukis dipersilahkan keluar ruangan. Sedangkan separoh yang lainnya dipersilahkan kembali kekelompok untuk menjelaskan apa makna gambar yang telah mereka buat tersebut.
  5. BACA SELENGKAPNYA DI SINI

Membuat Sendiri Antena Wireless untuk Terkoneksi dengan Jaringan ClusterNet

33

Contoh antena wireless yang dibuat memanfaatkan tempat penggorengan (wajan) bekas

DBE2 USAID telah melakukan ujicoba pengembangan jaringan komunikasi Internet dan lokal gugus yang disebut dengan ClusterNet di empat gugus binaan di propinsi Jawa Tengah. Sebentar lagi akan banyak pula PSBG di seluruh Indonesia yang akan mengembangkan jaringan komputer gugus seperti ini lewat Hibah ICT Tahap 3. Berbagai inisiatif dan kreatifitas diharapkan dapat muncul untuk dapat menyediakan akses koneksi ke sekolah binaan ataupun diluar binaan yang berminat untuk tersambung kedalam jaringan lokal gugus memanfaatkan perangkat penerima (receiver) wireless yang murah.

Untuk membantu para staf teknis ICT di PSBG (khususnya yang telah memiliki ClusterNet) dalam menyediakan perangkat penerima sinyal wireless murah untuk sekolah-sekolah, kami menyediakan berbagai link bacaan tentang langkah pembuatan antena wireless murah meriah memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar kita.

Berikut merupakan berbagai tutorial pembuatan antena dari bahan murah dari Pak Goen yang dapat Anda pelajari dan praktekkan sendiri :

  1. Antena Wajanbolic
  2. Antena Kaleng Roti/Susu
  3. Antena Potongan Kaleng
  4. Antena Pancibolic
  5. Antena Wajanbolic AP
  6. Antena Kaleng USB
  7. Antena Kaleng USB Modif

Kami juga menyediakan buku pembuatan antena wireless tulisan dari Pak Goen dan Onno W. Purbo yang dapat secara gratis Anda download disini :

  1. Membuat Homebrew Antena 2.4 GHz Sendiri (Karya Pak Goen)
  2. Workshop Antena Homebrew (Karya Onno W. Purbo)

Jejaring Sosial ICT DBE2 : Dukungan Teknis Berkelanjutan untuk Tim ICT Gugus/PSBG

Tampilan layanan jejaring sosial ICTDBE2

Tampilan layanan jejaring sosial ICTDBE2

Satu lagi media komunikasi DBE2 hadir di Internet, yaitu ICTDBE2.Ning.Com. Wadah komunikasi ini sengaja dibuat untuk memberikan ruang kepada guru binaan DBE2 untuk dapat berbagi pengalaman seputar pemanfaatan dan perawatan ICT (Information & Communication Technology) yang mereka kelola di sekolah dan PSBG (Pusat Sumber Belajar Gugus).

Dalam wadah ini disediakan berbagai forum diskusi untuk dapat digunakan sebagai media berbagi ide, sharing pengalaman dan wadah curah pendapat bagi segala hal dan permasalahan yang mereka hadapi ketika memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran, penggunakaan ICT untuk bekerja dan seputar perawatan dan permasalahan perangkat ICT.

Saat ini, disetiap PSBG binaan DBE2 USAID telah memiliki 3 (tiga) orang staf teknis perawatan ICT yang menjadi bagian dari ICT Team DBE2. Staf teknis ini bertugas untuk memberikan dukungan teknis atas permasalahan-permasalahan seputar teknologi informasi yang terjadi di sekolah dan gugus. Lewat jejaring sosial dan media komunikasi Internet yang ada, keberlangsungan komunikasi antara staf teknis yang tersebar di seluruh propinsi binaan DBE2 dapat terus terjalin, sehingga mereka dapat terus mendapatkan informasi terbaru, mendapatkan solusi dan dukungan teknis dari staf teknis ICT yang lain.

Kunjungi jejaring sosial ICTDBE2.Ning.Com

Bedug Terbesar di Dunia

bedugpurworejo

Bedug terbesar di dunia yang ada di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Masjid Agung Darul Muttaqin Purworejo memiliki peninggalan-peninggalan kuno yang sangat berharga, dan merupakan satu-satunya di Indonesia yaitu berupa Bedug. Raden Adipati Cokronagoro pertama berkeinginan untuk melengkapi semua perlengkapan Masjid Agung Purworejo ini. Demikian pula beliau menghendaki sebuah Bedug yang akan dipakai sebagai pertanda telah masukknya saat Sholat Fardhu ( Wajib ) juga dapat dipakai untuk menandai segala kegiatan ibadah Umat Islam serta kenegaraan waktu itu. Maka keinginan Raden Adipati ini diutarakanlah kepada para Suntono Kadipaten beserta para ‘Ulama’ Kadipaten Purworejo. kayu Jati Bang, yang batangya telah dipakai untuk membuat Soko Guru Masjid Agung serta Pendhopo Kadipaten, tinggal sisanya yang disebut Bongkot ( pangkal ). Bongkotnya kayu jati itu cukup besar, berdiameter hampir 2,50 meter.

Raden Adipati Cokronagoro sangat setuju untuk memanfaatkan bongkot kayu jati Bang tersebut dan memerintahkan kepada adindanya Raden Tumenggung Prawironagoro Wedana Bragolan untuk mengurusnya. Dengan dipimpin oleh Raden Tumenggung Prawironagoro, pembuatan Bedung Agung itu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan trampilnya para tukang kayu mengerjakan Bedug besar itu, digergaji dan dilubanginya bongkot kayu jati tersebut. Setelah dilubangi dan dihaluskan maka tinggallah ukuran yang sesungguhnya, yaitu diameter ( garis tengah ) 194 sentimeter pada bagian depan dan bagian belakang 180 sentimeter. Dapat dibayangkan saat pembuatan lubang pada bongkot kayu jati tersebut, tentunya sangatlah sukar, karena kayunya sangat keras. Bahkan ada perkiraan dalam melubangi kayu itu dilakukan dengan membuat bara didalam kayu itu sendiri, sehingga akan terjadi lubang, kemudian dilanjutkan dengan dicungkil sedikit demi sedikit sampai akhirnya terbentuk lubang yang sangat bagus.
Tetapi dapat pula dilakukan pencungkilan mulai dari saat awal secara sedikit demi sedikit sampai pada akhirnya membentuk lubang yang diinginkan. Yang jelas dalam proses pembuatan bedug itu sendiri, dilaksanakan dengan hati-hati dan permohonan kepada Allah SWT. Agar kelak Bedug yang terbentuk dapat bermanfaat dan berfungsi dengan baik.

Baca lanjutan tulisannya disini.

Pelatihan ICT Maintenance & Troubleshooting Propinsi Sumatera Utara

Peserta yang sedang berkonsentrasi mempelajari bagian-bagian komputer dalam Stasiun Perakitan

Peserta pelatihan berkonsentrasi untuk melakukan instruksi dalam Stasiun Perakitan Komputer

Untuk menambah kemampuan para MTT dan DLC serta pengurus PSBG Kohort 1 Sumatera Utara dilaksanakan Pelatihan trouble shooting and maintenance oleh Tim ICT DBE2 Sumatera Utara di Hotel Mikie Holiday, Brastagi, Sumatera Utara pada hari Selasa – Kamis 27 – 29/10/2009.

Pada acara pembukaan Provincial Coordinator DBE2 Sumatera Utara didampingi oleh Fasilitator, Winastawan Gora dari DBE2 Jakarta dan ICT kordinator DBE2 Sumatera Utara, Yasir Siregar menyampaikan bahwa para peserta pelatihan akan dibekali kemampuan mengatasi masalah-masalah yang sering muncul pada komputer- komputer di PSBG.

Lebih lanjut Dr. Parapat Gultom mengatakan bahwa ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan pada komponen IT yaitu Hardware, software dan Brainware. Brainware lebih penting ditingkatkan karena IT berkembang begitu cepat ujarnya pada pembukaan pelatihan ini.

Selama pelatihan para peserta dibekali kemampuan mengenali perangkat-perangkat komputer dan mencoba menginstal ulang program-program tersebut seperti yang diminta oleh instruktur sesuai dengan lembar kerja yang diberikan.

Tampak pada sesi hari pertama semua peserta sangat serius mengikuti sesi dan tidak ada waktu yang terluang semua fokus pada tugas yang diemban masing-masing kelompok.

Pelatihan berjalan dengan baik sesuai dengan yang direncanakan dan para peserta masih butuh pelatihan-pelatihan tambahan tentang ICT agar kemampuan tetap kekal dan dapat diimbaskan di daerah peserta masing-masing. semoga

Sustainability Program DBE2 : Memandirikan Gugus Binaan di Sulawesi Selatan

Program DBE2 telah bergulir di bumi Sulawesi Selatan hampir empat tahun, dan telah menghasilkan beberapa kemajuan penting membangun dunia pendidikan dasar yang terdesentralisasi menuju pendidikan yang berkualitas. Telah banyak tenaga,waktu, dan biaya yang digulirkan untuk mengawal program ini. Tak dapat dihitung lagi berapa kegiatan pelatihan/workshop,lokakarya dan sejenisnya mengawal program ini.

Banyak yang telah dilakukan, meskipun tidak banyak pula yang perlu ditingkatkan ,disebartluaskan,dan dijaga stabilitasnya. Strategi dan pendekatan yang digunakan untuk membumikannya adalah “Sustainable Program” atau program keberlanjutan dengan menawarkan beberapa pendekatan, seperti kemitraan,kemadirian,peningkatan kapasitas atau keterampilan profesionalisme stakeholders lokal,reflikasi/desiminasi sampai memandirikan Pemandu Bidang Studi dan Pengawas dengan program menthoring, Kepala Sekolah dan Guru Taman Kanak-Kanak dengan Program Audio Interaktif,memberdayakan PSBG, pelatihan mandiri sesuai kebutuhan masing-masing gugus dan sebagainya. Kegiatan akan menjadi bermakna jika telah membumi bersama stakeholders di daerah binaan. Kata kuncinya adalah perkuat jaringan dan bangun kemitraan bersama mereka.

Dipenghujung tahun 2009 ini, program andalan DBE2 adalah DALI dan Intel Teach Workshop, Peningkatan Kemampuan Profesional (PKP), Field Staff Training untuk peningkatan kapasitas staff lapangan, Comunication and Maintenance CRC/PSBG Workshop, dan Class Room Reading Program. Khusus untuk Reading Program,menjadi program yang dapat membumi di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

Program Pemerintah Kota Makassar yang bertitel ”Masyarakat Gemar Membaca” dapat berintegrasi dan menjadi fundament Suistainable program DBE2, yang dapat berterima dan bersinergi dengan kebutuhan masyakat belajar di Kota Makassar, terutama di jenjang Sekolah Dasar dan Pra Sekolah (PAUD dan TK). Program ini menjadi prioritas utama dan jembatan emas meningkatkan kualitas pendidikan,yang saat ini Pemerintah Kota Makassar memacu diri dan berupaya mensejajarkan kualitas pendidikan dengan daerah atau kota-kota lainnya yang ada di Indonesia. Gayung bersambut,program akan membumi dan mimpi keberlanjutan akan menjadi kenyataan, kita tunggu hasilnya.

Kabupaten dan Kota binaan DBE2 Sulawesi Selatan lainnya, yang tersebar di luar Kota Makassar, tak kalah gencarnya untuk menyongsong program keberlanjutan,dimulai dengan video conferens bersama UNM, sampai reflikasi besar-besar mulai di tingkat Gugus sampai Kabupaten/Kota, baik jennjang Sekolah Dasar maupun Pra sekolah. Kondisi ini harus tetap dipertahankan sembari memperkuat jaringan dan kemitraan dengan aksi nyata. Gugus binaan harus direkonstruksi untuk melakukan program kegiatan yang menopang program keberlanjutan,seperti melakukan kegiatan sesuai kebutuhan gugus, dan memandirikan mereka untuk mengorgaisasi pelatihan (manajemen pelatihan berbasis gugus),memberdayakan sumberdaya lokal untuk berbagi pengalaman mereka di daerah masing-masing. Kantor DBE2 dapat menfasilitasi mereka untuk melakukan ”Training Needs Assesement (TNA)”, selanjutnya perlahan tapi pasti memulai mengurangi peran yang ”Top Down”, dan membangkitkan peran ”Bottom Up”, sambil menginspirasi gugus untuk siap memegang tongkat estapet. Inilah hakikat Sustainable Program untuk konteks Sulawesi Selatan,bahkan Indonesia.

Program Sosialisasi dan Reflikasi Audio Interaktif mendukung Sustainable Program

Program Sosialisasi dan Reflikasi Audio Interaktif mendukung Sustainable Program

Suasana Kelas yang dapat menjadi Inspirasi "Reading Program"

Suasana kelas dapat menjadi Inspirasi "Reading Program"

“Siswa belajar Komputer bukan untuk jadi ahli komputer”

BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER

BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN KOMPUTER

Banyak sekolah rame-rame membuat laboratorium komputer. Apalagi dengan adanya akreditasi sekolah, bahwa sekolah yang mempunyai lab. komputer akan mendapat nilai baik dalam penilaian akreditasi tersebut. Bahkan tidak jarang sekolah dengan berbagai upaya memaksakan diri untuk mengadakan  komputer di sekolah hanya sekedar untuk gengsi belaka.

Komputer yang sudah ada jarang digunakan untuk kegiatan siswa. Kalaupun digunakan hanyalah untuk belajar bagaimana “mengoperasikan” komputer sebagai alat ICT yang tidak tahu kemana arahnya setelah siswa mampu menguasai keterampilan itu.

Dengan membuat jadwal tertentu siswa dapat “kursus komputer” di lab. sekolah. Bukan tidak mungkin bahwa setiap siswa hanya bisa memegang komputer tersebut setiap 2 minggu sekali. Setiap kali “kursus komputer” siswa hanya dapat memperoleh kemanfaatan sebagai operator komputer.

Sangat disayangkan bahwa alat multimedia dengan fasilitas multifungsi tersebut hanya digunakan sebatas pada bagaimana cara mengetik di komputer. Padahal tujuan dari pembelajaran di sekolah adalah bagaimana kita mempersiapkan anak didik dengan berbagai kecakapan dan pengetahuan yang sebenarnya bisa kita peroleh dari komputer tersebut. Anak bisa memperoleh kecakapan untuk kontruksi mesin, anak bisa mengarang lagu, anak bisa membuat design rumah, merancang jembatan dan sebagainya dengan menggunakan komputer.

Paradigma yang sempit dari para guru akan penggunaan komputer hanya berorientasi bagaimana anak bisa syukur ahli mengoperasionalkan komputer. “Itu sangat mubadzir”. Siswa belajar komputer bukan untuk menjadi ahli komputer.

Namun seharusnya mereka belajar berbagai ilmu pengetahuan dan keterampingan dengan menggunakan komputer. Jadi komputer hanya sebagai media untuk mendapatkan berbagi ilmu pengetahuan. Komputer bukan obyek untuk pembelajaran itu sendiri. Bagaimana memanfaatkan komputer untuk pembelajaran silahkan lihat pada artikel saya sebelumnya.

Apakah pembaca blog apakabarpsbg sudah jenuh?

Apakah blog apakabarpsbg yang diluncurkan 2 tahun lalu saat ini sudah mulai sampai titik jenuh?

Sebuah pertanyaan sekaligus internal kritik ini rupanya perlu saya lontarkan kepada semua warga PSBG di seluruh Indonesia. Tentu tidak terkecuali bagi pengelola blog kebanggaan DBE 2 ini.

bosanKawan, kalau kita cermati blog ini semakin hari nampaknya semakin menurun statistiknya. Baik dilihat dari para pembaca maupun dari para kontributor tulisannya. Tulisan yang paling banyak dicari adalah tentang Silabus dan RPP, prediksi soal Ujian, Alat peraga Sederhana dan berikutnya semacam download program. Sangat sedikit yang mencari informasi tentang reportase.

Berdasarkan analisis saya ada beberapa hal yang membuat blog ini cepat mencapai titik jenuh, antara lain:

  1. Sajian tulisan cenderung monoton. Kalau kita lihat hampir 70 % tulisan di blog ini sebagai hasil dari reportase kegiatan. Tulisan ini bagus sebagai ajang publikasi dan “promosi” dari sebuah kegiatan yang sudah kita laksanakan. Namun demikian, kalau yang muncul reportase semua tentu akan menjemukan bagi pelanggan blog ini. Sebab kebutuhan para pembaca terhadap sebuah blog tentu sangat beragam.
  2. Sangat sedikit informasi yang bersifat “memberikan nilai tambah” terhadap informasi dan pengetahuan pembaca yang barangkali sangat mereka butuhkan. kalau kita cermati informasi yang demikian banyak yang telah ditulis dalam blog ini hanya sekitar 5 sampai 6 tulisan yang banyak dicari pembaca.
  3. Pembaca berita (reportase) lebih cenderung terhadap berita yang berkaitan dengan diri sendiri, programnya sendiri  atau wilayahnya sendiri. Jadi dimungkinkan pembaca berita yang ditulis teman-teman dari daerah yang peduli untuk membaca adalah hanya warga gugus itu sendiri, DBE 2 Provinsi, dan DBE 2 Jakarta. Warga gugus yang lain yang bukan wilayah sipenulis dimungkinkan tidak tertarik untuk membaca.

Usulan saya:

  1. DBE 2 harus tetap menunjuk operator blog apakabarpsbg. Operator bisa berkedudukan di Jakarta atau provinsi dari team ICT atau komunikasi.
  2. Para kontributor tulisan hendaknya beragam tulisannya. Reportasi kegiatan masih sangat penting, namun akan sangat menarik jika juga menyuguhkan berbagai informasi yang memberi nilai tambah terhadap kompetensi dan pengetahuan pembaca, seperti: teory-teory, berbagai strategi pembelajaran, teknik-teknik dalam fasilitasi maupun pembelajaran, pengalaman yang berhasil, program-program yang sekarang sedang dibutuhkan spt: Prediksi soal untuk CPNS, untuk UASBN dan sebagainya. bahkan jika mungkin berbagai informasi tentang dunia iptek, kesehatan, agama dan sebagainya.
  3. Semua tulisan tersebut hendaknya bisa merangsang para guru untuk akarab dengan ICT atau internet, karena meraka merasa membutuhkan.

Selamat dan tetap jaya DBE 2 !!!!!!!!!!!